web site hit counter Kuliah Gratis ke Luar Negeri 2, Mau? - Ebooks PDF Online
Hot Best Seller

Kuliah Gratis ke Luar Negeri 2, Mau?

Availability: Ready to download

“Kuliah ke luar negeri? Wah, kan mahal!” Eh, hari gini masih berpikir seperti itu? Kuliah, apalagi ke luar negeri, memang menuntut kesiapan dana yang besar. Namun ada jalan lain lho, yaitu beasiswa. Baik full scholarship maupun partial scholarship, keduanya akan mengantarkan kita pada teraihnya cita-cita di bidang akademis. Bicara soal beasiswa kuliah ke luar negeri, tentu “Kuliah ke luar negeri? Wah, kan mahal!” Eh, hari gini masih berpikir seperti itu? Kuliah, apalagi ke luar negeri, memang menuntut kesiapan dana yang besar. Namun ada jalan lain lho, yaitu beasiswa. Baik full scholarship maupun partial scholarship, keduanya akan mengantarkan kita pada teraihnya cita-cita di bidang akademis. Bicara soal beasiswa kuliah ke luar negeri, tentu lebih mantap bila kita menggali pengalaman dari mereka yang pernah meraihnya. Apa saja langkah-langkah melamar beasiswa? Bagaimana kiat meraih beasiswa yang kita incar? Bagaimana juga kunci sukses kuliah di luar negeri? Buku ini memaparkan secara gamblang kiat-kiat, tips dan trik, serta banyak hal yang mesti diketahui para “pemburu” beasiswa. Tak ketinggalan pula pernak-pernik kisah kehidupan para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. Straight from the first person!


Compare

“Kuliah ke luar negeri? Wah, kan mahal!” Eh, hari gini masih berpikir seperti itu? Kuliah, apalagi ke luar negeri, memang menuntut kesiapan dana yang besar. Namun ada jalan lain lho, yaitu beasiswa. Baik full scholarship maupun partial scholarship, keduanya akan mengantarkan kita pada teraihnya cita-cita di bidang akademis. Bicara soal beasiswa kuliah ke luar negeri, tentu “Kuliah ke luar negeri? Wah, kan mahal!” Eh, hari gini masih berpikir seperti itu? Kuliah, apalagi ke luar negeri, memang menuntut kesiapan dana yang besar. Namun ada jalan lain lho, yaitu beasiswa. Baik full scholarship maupun partial scholarship, keduanya akan mengantarkan kita pada teraihnya cita-cita di bidang akademis. Bicara soal beasiswa kuliah ke luar negeri, tentu lebih mantap bila kita menggali pengalaman dari mereka yang pernah meraihnya. Apa saja langkah-langkah melamar beasiswa? Bagaimana kiat meraih beasiswa yang kita incar? Bagaimana juga kunci sukses kuliah di luar negeri? Buku ini memaparkan secara gamblang kiat-kiat, tips dan trik, serta banyak hal yang mesti diketahui para “pemburu” beasiswa. Tak ketinggalan pula pernak-pernik kisah kehidupan para mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri orang. Straight from the first person!

30 review for Kuliah Gratis ke Luar Negeri 2, Mau?

  1. 5 out of 5

    ayanapunya

    Sewaktu masih kuliah dahulu, Makkiyah, salah satu kawan satu kos saya mengabarkan kalau Fatimah, salah seorang kakaknya akan berangkat ke Inggris. Saya yang sangat menyukai Inggris dan bermimpi ingin menginjakkan kaki di negeri Ratu Elizabeth itu kemudian bertanya padanya, "Dalam rangka apa kakakmu ke Inggris?" "Dia mendapat beasiswa kuliah S2 di sana," jawabnya. Beberapa tahun kemudian, saya mengenal Fatimah yang disebutkan kawan saya itu sebagai Imazahra. *** Beasiswa memang menjadi salah satu Sewaktu masih kuliah dahulu, Makkiyah, salah satu kawan satu kos saya mengabarkan kalau Fatimah, salah seorang kakaknya akan berangkat ke Inggris. Saya yang sangat menyukai Inggris dan bermimpi ingin menginjakkan kaki di negeri Ratu Elizabeth itu kemudian bertanya padanya, "Dalam rangka apa kakakmu ke Inggris?" "Dia mendapat beasiswa kuliah S2 di sana," jawabnya. Beberapa tahun kemudian, saya mengenal Fatimah yang disebutkan kawan saya itu sebagai Imazahra. *** Beasiswa memang menjadi salah satu cara bagi mereka yang ingin merasakan tinggal ataupun bersekolah di luar negeri namun terkendala dalam masalah dana. Rasanya ada kebanggaan tersendiri jika kita bisa menjejakkan kaki di tempat yang terletak ribuan kilometer dari negara kita. Tapi tentunya ini bukan cuma masalah gengsi dan kebanggaan. Ada banyak manfaat dan pengalaman berharga yang bisa kita dapatkan ketika menimba ilmu di negeri orang. Dan buku ini hadir untuk memberi kita sedikit gambaran dan panduan tentang bagaimana agar sukses memperoleh beasiswa kuliah ke luar negeri. Buku ini terbagi menjadi 7 bab. Dua bab pertama merupakan pengenalan terhadap beasiswa dan serba-serbinya. Jenis-jenis beasiswa, jenis-jenis studi di luar negeri, apa itu TOEFL dan IELTS serta langkah-langkah berburu beasiswa dijabarkan dengan ringkas di bab ini. Bab-bab berikutnya kita akan diberikan kisah-kisah nyata dari para pemburu beasiswa yang berhasil meraih impiannya. Ada Heru Susetyo yang sangat getol berburu beasiswa hingga berhasil meraih 16 beasiswa dalam kurun waktu 8 tahun, Imazahra yang rela berangkat subuh ke warnet dekat kampus hanya untuk mencari info beasiswa, hingga Wikan Danar Sunindyo yang akhirnya memperoleh beasiswa di Jerman setelah berkali-kali gagal dalam aplikasi sebelumnya. Melalui para kontributor ini kita diberi bayangan bagaimana untuk bisa meraih beasiswa ke luar negeri itu diperlukan persiapan matang dan usaha yang keras. Ada yang memakan waktu beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Semuanya tergantung pada bagaimana usaha kita dalam mengejarnya. Beberapa tips juga diberikan oleh para peraih beasiswa ini dalam usaha mereka meraih beasiswa. Merasa kesulitan dalam menguasai Bahasa Inggris yang merupakan syarat utama untuk kuliah di luar negeri? Manfaatkanlah internet sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan kita, seperti yang dilakukan oleh mba Imazahra. Ada juga tips bagaimana mengisi aplikasi dan menghadapi wawancara, bagaimana menulis essai yang bagus, juga bagaimana agar kita sukses meraih nilai GMAT. Tinggal di tempat dengan kultur yang berbeda dengan negeri kita memang berpotensi memberikan berbagai pengalaman menarik, lucu bahkan kadang memalukan. Dialek Inggris Yorkshire yang terdengar seperti orang kumur-kumur membuat Imazahra harus menahan malu saat sesi diskusi. Ada juga cerita tentang bagaimana hormat dan sayangnya rakyat Thailand kepada raja dan negerinya, hingga saat ada video singkat tentang raja dalam sebuah bioskop pun mereka langsung berdiri sebagai tanda memberi hormat. Ditulis dengan bahasa yang santai dan tidak kaku, serta informasi yang cukup lengkap, buku ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin dan tertarik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Catatan : Kadang saya berharap membaca buku ini saat masih kuliah dulu :D

  2. 4 out of 5

    Lalu Fatah

    Kuliah di luar negeri kerap kali menjadi dambaan para penghaus ilmu. Hobi mencicipi budaya baru, ingin memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik, terdorong untuk selalu meng-upgrade diri, dan ambisi untuk menaklukkan tantangan intelektualitas adalah beberapa alasan mereka untuk belajar ke luar negeri. Kendati untuk menggapai itu dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi waktu, tenaga, terlebih lagi biaya. Aspek terakhir inilah yang sering jadi batu sandangan. Apalagi tercuat Kuliah di luar negeri kerap kali menjadi dambaan para penghaus ilmu. Hobi mencicipi budaya baru, ingin memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik, terdorong untuk selalu meng-upgrade diri, dan ambisi untuk menaklukkan tantangan intelektualitas adalah beberapa alasan mereka untuk belajar ke luar negeri. Kendati untuk menggapai itu dibutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi waktu, tenaga, terlebih lagi biaya. Aspek terakhir inilah yang sering jadi batu sandangan. Apalagi tercuat fakta, biaya kuliah satu tahun sebagai international student di negara-negara Eropa, saat ini berkisar Rp500 hingga Rp700 juta rupiah! Lalu, bagaimana cara menyiasati kendala tersebut? Jawabannya sederhana: burulah beasiswa! Setiap hari ada ratusan beasiswa mancanegara yang ditawarkan. Jenis dan sifat beasiswanya pun beragam. Ada beasiswa penuh, beasiswa parsial, master/doctoral program by research, serta master/doctoral program by coursework. Perbedaan masing-masing beasiswa dijabarkan dalam buku "Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau? (2)." Selain menjelaskan beda TOEFL dan IELTS, buku yang disusun dari pengalaman para peraih beasiswa mancanegara ini juga membeberkan tips dan trik sukses meraih beasiswa. Mulai dari langkah awal yang harus ditempuh oleh pencari beasiswa, yakni mengumpulkan informasi, hingga mengisi aplikasi, menulis esai, dan menghadapi wawancara. Acap kali para pelamar beasiswa lulus seleksi administrasi, namun gagal pada tahap penentuan, yaitu wawancara. Penyebabnya bisa jadi pada ketidakjelasan studi yang akan diambil. Kemungkinan lainnya, si pelamar kurang mampu menjelaskan pentingnya studi yang hendak ditempuh terkait dengan latar belakang pekerjaannya. Suatu keniscayaan juga bahwa faktor kepercayaan diri turut berpengaruh selama wawancara berlangsung. Meski demikian, terlalu percaya diri bukan jaminan diterimanya lamaran beasiswa seseorang. Sebagaimana dikisahkan Wikan Danar Sunindyo, salah satu kontributor dalam buku ini. Ia memang mendapatkan admission letter dari TU Delft sebagai salah satu syarat mendapatkan beasiswa STUNED. Tapi, hasil TOEFL-nya sedikit di bawah batas yang disyaratkan. Ia bersikeras untuk tetap melamar dan merasa yakin bahwa latar belakang sekolah dan pekerjaannya sebagai dosen menjadi jaminan ia akan mendapat beasiswa dengan mudah. Kepercayaan dirinya yang berlebih ternyata tidak membuahkan hasil. Panggilan dari NEC sebagai penyedia beasiswa pun tak kunjung ia dapatkan. Lain lagi kisah Heru Susetyo. Master of International Human Rights Law di Northwestern Law School, Chicago, yang kini sedang menyelesaikan studi doktornya di Mahidol University, Bangkok, ini memiliki pengalaman yang cukup mencengangkan dalam dunia perbeasiswaan. Dalam kurun waktu delapan tahun (2002-2010), ia mendapatkan enam belas beasiswa. Dua beasiswa studi lanjut, satu beasiswa riset, lima beasiswa training, enam beasiswa seminar, satu beasiswa internship, dan satu beasiswa pertukaran aktivis. Semuanya di luar negeri, meliputi: Amerika, Eropa, Asia, Oceania, kecuali Afrika. Pengalaman langsung dari para kontributor-lah yang membuat buku ini memiliki nilai lebih. Ditulis dengan semangat berbagi, buku ini tidak hanya memaparkan secara detail dan personal suka duka memburu hingga berhasil meraih beasiswa. Informasi penting berupa tautan juga diselipkan agar pembaca bisa mencari tahu langsung ke situs pemberi beasiswa. Bagi yang tertarik melanjutkan pendidikan ke luar negeri, buku ini layak dijadikan panduan sekunder. Informasinya terbilang komplit dan beragam karena tidak hanya menyajikan beasiswa ke negara-negara Barat saja, namun bahkan beasiswa ke Arab Saudi. Kisah-kisah konyol dan seru para kontributor di bab akhir buku menjadi sajian penutup yang segar. Menarik dan direkomendasikan.

  3. 4 out of 5

    Sinta Nisfuanna

    Bayangan berada di luar negeri memang menggiurkan, apalagi jika kesempatan itu gratis. Hmmm… Yummy!! Salah satu kegratisan yang dapat diperoleh untuk sukses menginjakan kaki ke negeri luar adalah lewat beasiswa kuliah. Menarik kan? Tidak hanya sekadar bisa mengenal segala seluk beluk negara asing, tapi bisa sekaligus menimba ilmu yang bisa dibilang seringkali lebih mutakhir dibandingkan Indonesia. Hanya saja untuk mendapatkan sesuatu yang gratis pastinya butuh perjuangan yang tidak sembrono. Butu Bayangan berada di luar negeri memang menggiurkan, apalagi jika kesempatan itu gratis. Hmmm… Yummy!! Salah satu kegratisan yang dapat diperoleh untuk sukses menginjakan kaki ke negeri luar adalah lewat beasiswa kuliah. Menarik kan? Tidak hanya sekadar bisa mengenal segala seluk beluk negara asing, tapi bisa sekaligus menimba ilmu yang bisa dibilang seringkali lebih mutakhir dibandingkan Indonesia. Hanya saja untuk mendapatkan sesuatu yang gratis pastinya butuh perjuangan yang tidak sembrono. Butuh taktik dan kejituan untuk mendapatkan peluang emas yang bernama KULIAH GRATIS!! Untuk taktik/ trik memperoleh beasiswa bisa kita dapatkan darimana saja, cerita pengalaman orang lain, searching di internet atau membaca buku ‘panduan’. Buku panduan? Sejauh ini bisa dibilang sangat jarang buku yang membahas tentang seluk beluk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Buku dengan judul yang cukup provokatif ini bisa dianggap sebagai pegangan yang pas untuk para pemburu beasiswa. Pembaca akan mendapatkan tips dan trik, mulai dari mencari dan memburu beasiswa, sampai bagaimana ketika harus menulis esai atau wawancara. Bahkan dalam buku ini akan dijelaskan tentang jenis beasiswa, serta beda TOEFL dan IELTS, supaya kita tidak kecele ketika mengejar-ngejar beasiswa yang diidamkan Tidak hanya itu, di dalamnya memuat banyak informasi, alamat website, dan tempat-tempat yang seringkali “memproduksi” beasiswa dengan jenis yang beragam. Semuanya terurai bersama dengan kisah pengalaman para pemburu beasiswa yang telah berhasil duduk di bangku kuliah universitas ternama di luar negeri. Dengan gaya penyampaian yang luwes, karena lebih seperti bercerita, membuat pembaca dapat menyerap berbagai informasi dan trik tanpa mengerutkan dahi. Dari kisah seru dan inspiratif para peraih beasiswa mancanegara ini, akan tertangkap bagaimana jatuh bangunnya mereka dalam mendapatkan beasiswa. Ingat? Sesuatu yang gratisan jarang sekali didapatkan dengan cara mudah. Pantang menyerah merupakan faktor yang terus digaungkan mereka. Penolakan yang berulang-ulang tidak membuat mereka menjadi mundur, tetapi malah membuatnya lebih garang dan termotivasi. Salut untuk editor yang sudah menata urutan cerita dan susunan subbab sehingga membuat pembaca tak jenuh menelusuri isi buku. Bukan tanpa alasan pujian tersebut diberikan, karena setelah ‘berlelah-lelah’ ria menyuguhkan berbagai informasi up to date yang sangat bermanfaat, di ujung buku pembaca akan menemukan keceriaan lewat cerita konyol para mahasiswa perantau. Bagaimana bengong menjadi mahasiswa baru saat melihat logat nyata orang “barat” yang terdengar seperti kumur-kumur? Atau cerita tentang kebiasaan “kemaruk” orang Indonesia setiap kali melihat gratisan. Kelucuan-kelucuan inilah yang membuat kuliah di luar negeri tidak lagi terkesan menyeramkan. Perlu diketahui bahwa buku ini merupakan seri kedua dari Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau? yang ditulis oleh Dina Mardiana. Sepertinya tak kalah menarik dengan yang seri keduanya ini, jadi penasaran dengan seri yang pertama ^^

  4. 5 out of 5

    Novi_khansa

    Salah satu buku yang aku layout ^_^ Lengkap, seru, lugas, dan ada lucunya juga. Buat kamu-kamu yang mau meneruskan studi di luar negeri, harus, kudu, wajib baca buku ini. :D Banyak informasi yang ada dalam buku ini. Bukan hanya informasi mencari beasiswa, tapi juga pengalaman-pengalaman dari para kontributornya... dan pengalaman seru dan lucu dari mereka. Dari dulu, seneng aja baca buku pengalaman orang di luar negeri, kayak di novel Negeri van Oranje, La Tahzan for Students, dan lain-lain.. ^_^

  5. 4 out of 5

    Rahmadiyanti

    Buku terlama yang saya susun :D. Belajar buanyak banget dari penyusunan buku ini, pengalaman-pengalaman yang penuh perjuangan dari para "pemburu beasiswa". Buku terlama yang saya susun :D. Belajar buanyak banget dari penyusunan buku ini, pengalaman-pengalaman yang penuh perjuangan dari para "pemburu beasiswa".

  6. 5 out of 5

    Agusnadi

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. saya termotivasi dengan kaka tinkat yang kuliah di luarnegri, tepatnya di amerika . saya yang dari pedesaan sagat lah haus dengan ilmu sampai-sampai mau yusul kaka tingakt ke luar negeri. tapi apa yang terjadi saya cuma anak kampung yang bercita-cita ingin mencapai bintang di langit yang tinggi. tapi cita itu harus tercapai walau anak kampung saya akan berusa untuk mencapai cita-cita itu , sayapun sadar kendala saya terkendala dari biaya. tapi bantuan dari allah akan datang ini yang saya tunggu da saya termotivasi dengan kaka tinkat yang kuliah di luarnegri, tepatnya di amerika . saya yang dari pedesaan sagat lah haus dengan ilmu sampai-sampai mau yusul kaka tingakt ke luar negeri. tapi apa yang terjadi saya cuma anak kampung yang bercita-cita ingin mencapai bintang di langit yang tinggi. tapi cita itu harus tercapai walau anak kampung saya akan berusa untuk mencapai cita-cita itu , sayapun sadar kendala saya terkendala dari biaya. tapi bantuan dari allah akan datang ini yang saya tunggu dan akan tercapi. amin

  7. 4 out of 5

    Priskila Anestasia Sianipar

    GOOD :D

  8. 4 out of 5

    Anggy Prasetyo

    mantaap........

  9. 4 out of 5

    Andre Azwar

    jszckjfk

  10. 4 out of 5

    Kumang22

    tha't good book :) tha't good book :)

  11. 4 out of 5

    Natzumi Ran asetia

    I dunno,yet read... But i think its great.

  12. 4 out of 5

    Muhammad Alifuddin

  13. 4 out of 5

    Anneadzkia Indriani

  14. 5 out of 5

    Merinda Hasna

  15. 4 out of 5

    Allan Larnaca

  16. 4 out of 5

    Anna

  17. 4 out of 5

    constanza

  18. 5 out of 5

    Abdurahman

  19. 5 out of 5

    Yulia Adhia

  20. 4 out of 5

    Rijal

  21. 4 out of 5

    Koko Nata

  22. 5 out of 5

    Asya

  23. 5 out of 5

    Maria

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Años!djowljso !alwmkeñw!.slw.sñs

  24. 4 out of 5

    Reza Sipayung

  25. 5 out of 5

    Ixancool

  26. 5 out of 5

    Vairuzz D'zikr

  27. 4 out of 5

    Tia Pramono

  28. 4 out of 5

    Phyta Erasari

  29. 5 out of 5

    Marinda Yunella

  30. 4 out of 5

    Windy Y.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.