web site hit counter Notes From Qatar Limited Edition - Ebooks PDF Online
Hot Best Seller

Notes From Qatar Limited Edition

Availability: Ready to download

Notes From Qatar adalah kumpulan tulisan Muhammad Assad yang biasa di posting di blog (www.muhammadassad.wordpress.com ) pada akhir tahun 2009, dan topik pertama berjudul “Dahsyatnya Sedekah!”. Artikel itu bercerita tentang keajaiban yang diperoleh pengarang dari bersedekah, yaitu secara tiba-tiba mendapatkan tiket VVIP untuk menonton sepak bola Brazil vs Inggris secara l Notes From Qatar adalah kumpulan tulisan Muhammad Assad yang biasa di posting di blog (www.muhammadassad.wordpress.com ) pada akhir tahun 2009, dan topik pertama berjudul “Dahsyatnya Sedekah!”. Artikel itu bercerita tentang keajaiban yang diperoleh pengarang dari bersedekah, yaitu secara tiba-tiba mendapatkan tiket VVIP untuk menonton sepak bola Brazil vs Inggris secara langsung. Salah satu ciri khas dan kekuatan dari Notes From Qatar adalah adanya ayat-ayat Al Qur`an atau hadits dan menghubungkan dengan tulisan, karena bertujuan ingin menyampaikan kepada para pembaca (generasi muda khususnya), bahwa ajaran Islam itu tidak sulit dan tempatnya bukan hanya di masjid saja, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan seluruh umat manusia. Walaupun ada ayat-ayat Qur`an dan hadits, bukan berarti tulisan ini hanya eksklusif untuk pembaca Muslim. Banyak dari teman-teman non-Muslim yang juga senang dan menjadi pembaca setia Notes from Qatar karena nilai-nilai yang ditawarkan Islam adalah universal dan berlaku untuk seluruh umat manusia. Rahmatan lil `aalamiin. Notes From Qatar menargetkan kalangan pembaca usia muda (17-30 tahun), ditulis dengan gaya bahasa yang santai, pembahasan yang mudah dipahami dan tidak berusaha untuk menggurui. Namun, ingin mengajak semua yang membacanya juga ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama. Sampai sekarang, setiap hari Jumat penulis terus menulis di blog Notes From Qatar, sehingga judul dari berbagai topik bisa terus bertambah, jika memang diperlukan. Buku ini adalah limited edition dari Notes from Qatar yang sudah cetak ulang ke-6 kali. Untuk cetakan ke-7 ini kami terbitkan Edisi Khusus dengan materi tambahan Kisah 3P Sandiaga Uno yang memotivasi dan juga pemenang Kuis Notes from Qatar lewat twitter yang diselengarakan oleh twitter Elex dan NFQ.


Compare

Notes From Qatar adalah kumpulan tulisan Muhammad Assad yang biasa di posting di blog (www.muhammadassad.wordpress.com ) pada akhir tahun 2009, dan topik pertama berjudul “Dahsyatnya Sedekah!”. Artikel itu bercerita tentang keajaiban yang diperoleh pengarang dari bersedekah, yaitu secara tiba-tiba mendapatkan tiket VVIP untuk menonton sepak bola Brazil vs Inggris secara l Notes From Qatar adalah kumpulan tulisan Muhammad Assad yang biasa di posting di blog (www.muhammadassad.wordpress.com ) pada akhir tahun 2009, dan topik pertama berjudul “Dahsyatnya Sedekah!”. Artikel itu bercerita tentang keajaiban yang diperoleh pengarang dari bersedekah, yaitu secara tiba-tiba mendapatkan tiket VVIP untuk menonton sepak bola Brazil vs Inggris secara langsung. Salah satu ciri khas dan kekuatan dari Notes From Qatar adalah adanya ayat-ayat Al Qur`an atau hadits dan menghubungkan dengan tulisan, karena bertujuan ingin menyampaikan kepada para pembaca (generasi muda khususnya), bahwa ajaran Islam itu tidak sulit dan tempatnya bukan hanya di masjid saja, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan seluruh umat manusia. Walaupun ada ayat-ayat Qur`an dan hadits, bukan berarti tulisan ini hanya eksklusif untuk pembaca Muslim. Banyak dari teman-teman non-Muslim yang juga senang dan menjadi pembaca setia Notes from Qatar karena nilai-nilai yang ditawarkan Islam adalah universal dan berlaku untuk seluruh umat manusia. Rahmatan lil `aalamiin. Notes From Qatar menargetkan kalangan pembaca usia muda (17-30 tahun), ditulis dengan gaya bahasa yang santai, pembahasan yang mudah dipahami dan tidak berusaha untuk menggurui. Namun, ingin mengajak semua yang membacanya juga ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama. Sampai sekarang, setiap hari Jumat penulis terus menulis di blog Notes From Qatar, sehingga judul dari berbagai topik bisa terus bertambah, jika memang diperlukan. Buku ini adalah limited edition dari Notes from Qatar yang sudah cetak ulang ke-6 kali. Untuk cetakan ke-7 ini kami terbitkan Edisi Khusus dengan materi tambahan Kisah 3P Sandiaga Uno yang memotivasi dan juga pemenang Kuis Notes from Qatar lewat twitter yang diselengarakan oleh twitter Elex dan NFQ.

30 review for Notes From Qatar Limited Edition

  1. 5 out of 5

    Suzan Oktaria

    Saya kasih 5 bintang untuk buku ini karena buku ini benar - benar menginspirasi, menariknya di buku ini terdapat kolom Mentor’s Note, mulai dari tulisan Jusuf Kalla (mantan wakil presiden RI), Dr. Salim Segaf Al Jufri (Menteri Sosial RI), Sandiaga Uno (Pengusaha). Bahkan yang tak kalah menariknya ada tulisan dari Her Highness Sheikha Mozah bint Nasser Al-Missned " First Lady of Qatar sekaligus Chairperson of Qatar Foundation". Wah anak ini ajaib benar ya, saya yakin suatu saat Assad akan menjadi Saya kasih 5 bintang untuk buku ini karena buku ini benar - benar menginspirasi, menariknya di buku ini terdapat kolom Mentor’s Note, mulai dari tulisan Jusuf Kalla (mantan wakil presiden RI), Dr. Salim Segaf Al Jufri (Menteri Sosial RI), Sandiaga Uno (Pengusaha). Bahkan yang tak kalah menariknya ada tulisan dari Her Highness Sheikha Mozah bint Nasser Al-Missned " First Lady of Qatar sekaligus Chairperson of Qatar Foundation". Wah anak ini ajaib benar ya, saya yakin suatu saat Assad akan menjadi pemimpin bagi bangsa ini. Di usianya yang muda saja, Assad telah menjadi duta bangsa dan memberikan kebanggaan ditengah banyaknya hal yang memalukan terjadi di negeri ini (a.k.a korupsi dan saudaranya). Meski muda, namun tutur dan gaya tulisannya sangat menarik, ada makna yang sangat dalam tersirat dari setiap rangkaian hurup demi hurup tersebut. Nasehat dan pesan-pesan Assad itu pun tidak menggurui. Assad pun berdakwah dari setiap kutipan Ayat Al-Qur'an hingga hadist Muhammad SAW. Saya terkesima membaca Dahsyatnya Sedekah, Assad bersedekah 50 QR dan akhirnya mendapatkan tikep pertandingan sepakbola VIP Brazil VS Inggris seharga 500 QR. Bukankah memang sudah janji Allah SWT bahwa orang-orang yang melakukan amalan-amalan baik (sedekah, menolong orang, dll), maka pahala baginya minimal 10 kali lipat. “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6] : 60). Balasan 10 kali lipat adalah minimal. Maksimalnya berapa? 700 kali lipat bahkan mungkin lebih. Saya tergelitik saat membaca Mengalah Bukan Berarti Kalah... “you may lose the battle but you win the war”. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang. Terkadang keegoan kita akhirnya membuat kita suka memaksakan diri agar selalu menjadi pemenang. Saya tersenyum saat membaca tulisan Apakah Karma itu Ada? Saya juga pernah menulis tentang Karma di blog pribadi saya :D “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]:7-8) Dan saya menangis saat membaca Berbakti Kepada Orang tua. Ya, benar orang tua merupakan sosok terpenting dalam kehidupan kita. Cinta yang ada dalam diri mereka adalah cinta tanpa syarat atau “the unconditional love”. Tapi apakah cinta kita kepada mereka juga seperti itu? Pertanyaan itu membuatku menangis karena terkadang rasa ego membuatku bertahan dengan pendapat dan penilaianku sendiri. Dan ternyata akhirnya orang tua benar dengan pendapatnya. Finally buku ini sangat bagus sekali, memberikan pencerahan diantara kepenatan hidup dan turunnya iman. Dan buku ini semakin memotivasi untuk menjadi manusioa lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi :D

  2. 5 out of 5

    Lingga K

    a bit overrated ga baca keseluruhan, hanya 1/4 tapi gak nangkep point dari maksud tulisan-tulisannya, lalu saya lompat ke bab lainnya secara random dan masih gak nangkep hingga akhirnya boring dan menyerah. saya merasa seolah-olah dicekoki tentang pandangan hidup dari satu sisi, ga bebas untuk mengembangkan pandangan di dalamnya. 2 bintang untuk quote-nya "There is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone" walau entah itu asli quote penulis atau bukan, soalnya pas di searc a bit overrated ga baca keseluruhan, hanya 1/4 tapi gak nangkep point dari maksud tulisan-tulisannya, lalu saya lompat ke bab lainnya secara random dan masih gak nangkep hingga akhirnya boring dan menyerah. saya merasa seolah-olah dicekoki tentang pandangan hidup dari satu sisi, ga bebas untuk mengembangkan pandangan di dalamnya. 2 bintang untuk quote-nya "There is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone" walau entah itu asli quote penulis atau bukan, soalnya pas di search banyak yang memakai :)

  3. 5 out of 5

    Rahmadiyanti

    Bukannya sok tua atau sok tau :D, buat saya nggak ada sesuatu yang baru dari buku ini. Tapi mungkin buat anak-anak muda (SMP/SMA/Kuliah awal?) buku ini inspiring, memotivasi untuk meraih impian. Itu yang membuat katanya buku ini jadi "national bestseller". Dan sepertinya tulisan-tulisan dari blog penulis, hanya begitu saja dijadikan buku, tak diolah dan tak disunting :). Bukannya sok tua atau sok tau :D, buat saya nggak ada sesuatu yang baru dari buku ini. Tapi mungkin buat anak-anak muda (SMP/SMA/Kuliah awal?) buku ini inspiring, memotivasi untuk meraih impian. Itu yang membuat katanya buku ini jadi "national bestseller". Dan sepertinya tulisan-tulisan dari blog penulis, hanya begitu saja dijadikan buku, tak diolah dan tak disunting :).

  4. 4 out of 5

    Ucilukba

    Buku yang keren. Membangkitkan semangat penjuang pokonya. Assad, it's lovely .. Allah bless you .. Buku yang keren. Membangkitkan semangat penjuang pokonya. Assad, it's lovely .. Allah bless you ..

  5. 5 out of 5

    Yaya

    Sebenarnya tau buku ini gak sengaja banget, jadi kira-kira dua bulanan yang lalu pas baca-baca timeline Twitter nemu tweetnya Muhammad Assad, penulis Notes From Qatar (#NFQ). Kesan pertama pas buka baca blognya “seru, bahasanya hidup banget dan yaah yang kenal Yaya tau bangetlaah kalau I love everything about Arab countries..” Jadi emang udah diniatin juga beli bukunya. Ternyata dapat dari my krincingan, makasiih mbak Dini :) Yang menarik dari buku ini yang utama adalah kata pengantarnya. Dari Her Sebenarnya tau buku ini gak sengaja banget, jadi kira-kira dua bulanan yang lalu pas baca-baca timeline Twitter nemu tweetnya Muhammad Assad, penulis Notes From Qatar (#NFQ). Kesan pertama pas buka baca blognya “seru, bahasanya hidup banget dan yaah yang kenal Yaya tau bangetlaah kalau I love everything about Arab countries..” Jadi emang udah diniatin juga beli bukunya. Ternyata dapat dari my krincingan, makasiih mbak Dini :) Yang menarik dari buku ini yang utama adalah kata pengantarnya. Dari Her Highness Sheikha Mozah bint Nasser All Missned (First Lady of Qatar). Waktu itu Assad cerita di interview TV perjuangannya buat dapatin kata pengantar dari the First Lady. Harus diakui, Assad is a very persistent yet positive person. #NFQ itu manusia banget.. Maksudnya gini lho, udah jelas yang nulis manusialah..hehehe. Kenapa Yaya bilang “manusia banget” karena gaya bahasa dan penyampaiannya gak pake jaim dan kayak lagi dengerin Assadnya cerita langsung ke kita. Yang lagi galau (hihi..) #NFQ pas banget buat dibaca, Soalnya buku ini lengkap banget, ibarat Martabak..ini Martabak telor komplit. Assad ini gak asal nulis blog, cuap-cuap mengenai apa yang dia alami karena dia menulis dengan menyajikan sumber-sumber. Contohnya waktu dia menulis tentang “sedekah.” He’s not bragging bout himself yang bisa bersedekah, tapi disini Assad nyeritain senangnya dapat first class pesawat dan dapat tiket nonto bola VIP. Yang semuanya dia dapat karena awalnya hanya ngasih bantuan ke orang lain. Sering kan yaa kalau kita baca buku-buku agama kayaknya kita lagi diceramahin, padahal kita cuma pengen tau hal-hal sederhana saja. Contohnya boleh gak kita pelihara anjing sebagai umat Islam? baca deh hal.112: memelihara anjing, bolehkah? Personally I loveee this chapter, karena penulis menguliknya dengan bahasa yang santai tapi saklek..hihihi.. Selain itu kesaklekan bahasanya juga tertuang di bab Ingin badan bertato? Baca ini dulu! Jelas banget deeeh kenapa kita jangan bertato. Need I say more? udah deeh beli aja bukunya. Tahun ini Yaya mulai dengan membaca NFQ, dan ternyata gak sekedar tulisan dari blog aja tapi tulisan-tulisan Assad ini beneran deeh mencerahkan hati :)

  6. 4 out of 5

    Sharin Yofitasari

    Buku ini recommended banget buat generasi muda Indonesia. Mungkin ya, buku ini bisa dibilang lebih 'islami' karena penulis masukkin banyak ayat-ayat Qur'an dan hadits yang berkaitan dengan pelajaran yang di dapat olehnya dalam kehidupannya sehari-hari (tepatnya saat dia di Qatar). Tapi sebenernya hal-hal yang dibicarakan itu sifatnya general, universal. Misalkan ttg sedekah, rokok, positive-thinking, dll. Yang aku suka dari buku ini tuh bahasanya santai, jadi pembaca (khususnya pemuda) lebih enjoy Buku ini recommended banget buat generasi muda Indonesia. Mungkin ya, buku ini bisa dibilang lebih 'islami' karena penulis masukkin banyak ayat-ayat Qur'an dan hadits yang berkaitan dengan pelajaran yang di dapat olehnya dalam kehidupannya sehari-hari (tepatnya saat dia di Qatar). Tapi sebenernya hal-hal yang dibicarakan itu sifatnya general, universal. Misalkan ttg sedekah, rokok, positive-thinking, dll. Yang aku suka dari buku ini tuh bahasanya santai, jadi pembaca (khususnya pemuda) lebih enjoy bacanya. Aku sendiri tiap kali baca, pengen balik halaman terus karena seru. Udah gitu penulis menuliskan buku ini dengan penuh energi positif. Nggak ada keluhan di dalamnya. Dia share apa yang dia pelajari karena telah mengamalkan beberapa ayat-ayat Quran & hadits. Jujur aja, setelah baca buku ini, aku jadi selalu usaha untuk lebih positif. Wah pokoknya buku ini sih ngasih pengaruh banget sama aku, hehe.

  7. 4 out of 5

    Mimin Haway

    Berawal dari ngeblog rutin setiap hari Jum'at, Muhammad Assad berhasil mengumpulkan tulisannya menjadi satu buku. Setiap postingan, Assad selalu mecantumkan dalil Al Qur'an dan hadits. Sehingga blognya masuk top hits dan ramai pengungunjung. Dari buku ini kita belajar dahsyatnya sedekah, sehingga termotivasi menjadi sosok pemurah. Selain itu Assad juga mengupas tentang tatto menurut Al Qur'an dan ditinjau dari segi kedokteran. Membahas tentang memelihara anjing. Mengingatkan teman-temannya untuk Berawal dari ngeblog rutin setiap hari Jum'at, Muhammad Assad berhasil mengumpulkan tulisannya menjadi satu buku. Setiap postingan, Assad selalu mecantumkan dalil Al Qur'an dan hadits. Sehingga blognya masuk top hits dan ramai pengungunjung. Dari buku ini kita belajar dahsyatnya sedekah, sehingga termotivasi menjadi sosok pemurah. Selain itu Assad juga mengupas tentang tatto menurut Al Qur'an dan ditinjau dari segi kedokteran. Membahas tentang memelihara anjing. Mengingatkan teman-temannya untuk tidak merokok. Mengingatkan kita untuk menghargai pembantu. Mengingatkan kita untuk tidak lupa bilang terimakasih. Buat blogger yang ingin membukukan tulisannya, buku ini bisa kita jadikan acuan. Yang jelas, semua tulisan bagus itu tidak mungkin ditolak. Tidak mungkin tulisan bagus itu masuk tong sampah. Marilah posting yang baik. Agar ada penerbit yang mau melirik.

  8. 5 out of 5

    Kinta Herawan

    Luar Biasa! Buku ini menjadi bacaan wajib saya setiap hari (terutama sebelum tidur). Muhammad Assad melalui tulisannya berhasil "mengajak" saya untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Saya menyukai semua tulisan di buku ini tapi kalau harus memilih, 5 tulisan yang paling saya sukai adalah "Dahsyatnya Sedekah", "Crisis= Danger+Opportunity", "My Spiritual Journey", "Adversity Quotient", dan "Ingin Badan Bertato? Baca Ini Dulu!". Sebelum saya baca buku ini, London adalah kot Luar Biasa! Buku ini menjadi bacaan wajib saya setiap hari (terutama sebelum tidur). Muhammad Assad melalui tulisannya berhasil "mengajak" saya untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Saya menyukai semua tulisan di buku ini tapi kalau harus memilih, 5 tulisan yang paling saya sukai adalah "Dahsyatnya Sedekah", "Crisis= Danger+Opportunity", "My Spiritual Journey", "Adversity Quotient", dan "Ingin Badan Bertato? Baca Ini Dulu!". Sebelum saya baca buku ini, London adalah kota impian yang ingin sekali saya kunjungi. Tapi sekarang, saya ingin sekali mengunjungi Mekah dan Madinah (plus Qatar) setelah baca tulisan "My Spiritual Journey'. hehehe Dan sekarang salah satu cita2 saya adalah punya suami seperti Bang Assad. hahaha XD

  9. 5 out of 5

    Nabila Budayana

    Notes From Qatar diawali dari tulisan-tulisan dari blog penulis. Meskipun begitu isinya menurut saya sangat beda,unik,inspiratif. Sangat jarang rasanya melihat Islam dari anak-anak muda yang cenderung modern. Assad sepertinya ingin berbagi tentang kehidupan sehari-harinya di Qatar yang dikoneksikan ke pembaca dengan ayat-ayat Al Qur'an dan hadist di setiap chapter. Penulis berhasil memberi kesan modern dan Islami di sini. Hasilnya, Assad sukses memberi 'pencerahan' tanpa menggurui. Gaya menulisn Notes From Qatar diawali dari tulisan-tulisan dari blog penulis. Meskipun begitu isinya menurut saya sangat beda,unik,inspiratif. Sangat jarang rasanya melihat Islam dari anak-anak muda yang cenderung modern. Assad sepertinya ingin berbagi tentang kehidupan sehari-harinya di Qatar yang dikoneksikan ke pembaca dengan ayat-ayat Al Qur'an dan hadist di setiap chapter. Penulis berhasil memberi kesan modern dan Islami di sini. Hasilnya, Assad sukses memberi 'pencerahan' tanpa menggurui. Gaya menulisnya ga membosankan, pendekatan ke pembacanya juga bagus. highly recommended!:)

  10. 5 out of 5

    Chyntia Aryanti Mayadewi

    i want NFQ2!!!!!!! it is absolutely cool when Muhammad Assad meet his brainwaves to the holy Qur'an and sunnah to solve the today's problems! BRAVO MUSLIMS YOUTH! :D i should add my favorite part when he met syeikh Yusuf Al-Qaradhawi and took a pic with him. i was all breathless.. i want NFQ2!!!!!!! it is absolutely cool when Muhammad Assad meet his brainwaves to the holy Qur'an and sunnah to solve the today's problems! BRAVO MUSLIMS YOUTH! :D i should add my favorite part when he met syeikh Yusuf Al-Qaradhawi and took a pic with him. i was all breathless..

  11. 4 out of 5

    Sita

    foto pengarangnya lucu. sama katanya bagus. Sok masuk antrian.

  12. 4 out of 5

    Priandhita Asmoro

    a very inspiring book that written by a excellent young writers http://muhammadassad.wordpress.com/ a very inspiring book that written by a excellent young writers http://muhammadassad.wordpress.com/

  13. 5 out of 5

    Ika

    Buku yang sangat bagus untuk di baca, sangat memotivasi dan menginspirasi :)

  14. 5 out of 5

    Windy Tiandini

    membuka pengetahuan saya tentang agama.mendidik tapi tidak menggurui.

  15. 4 out of 5

    Haryadi Yansyah

    Pahmud yang satu ini tersohor banget ya. Banyak orang "memuja"nya, terutapa para gadis yang menginginkan suami seperti beliau uhuk. Oke, aku "kenal" penulis juga udah lama. Tapi tak ada keinginan untuk beli bukunya. Eh tapi, pas ada temen yang jual koleksi pribadi dengan harga miring, aku langsung sikat untuk menuntaskan rasa penasaran. Trus bukunya gimana? hmm, gimana ya, ada beberapa cerita yang menarik, misalnya tentang sedekah dan keberuntungan beliau sebagai dampak dari sedekah tsb. Tapi sel Pahmud yang satu ini tersohor banget ya. Banyak orang "memuja"nya, terutapa para gadis yang menginginkan suami seperti beliau uhuk. Oke, aku "kenal" penulis juga udah lama. Tapi tak ada keinginan untuk beli bukunya. Eh tapi, pas ada temen yang jual koleksi pribadi dengan harga miring, aku langsung sikat untuk menuntaskan rasa penasaran. Trus bukunya gimana? hmm, gimana ya, ada beberapa cerita yang menarik, misalnya tentang sedekah dan keberuntungan beliau sebagai dampak dari sedekah tsb. Tapi selebihnya aku cukup membaca cepat, pembahasannya agak membosankan jujur saja. Yang paling bikin males lagi ialah catatan dari blog (yang kemudian dikumpulkan menjadi buku ini), sepertinya di copy-paste mentah-mentah, nggak diolah lagi. Bahkan kalimat macam, "hai apa kabar semua, gak terasa ya udah sekian bulan aku gak nulis di sini" rrr, menurutku yang begitu mah dihilangkan saja. Termasuk kumpulan para komentar blog yang dimuat di buku. Gak penting banget. Apalagi komennya macam "pertamaaax" eeeww. Soal endorse yang membanjiri buku ini, aku sih gak ngaruh ya. Aku tahu, belum tentu semua orang yang kasih endorse itu baca lengkap tulisan belio. Jadi, sejak dulu-dulu, aku gak pernah kasih patokan beli buku hanya berdasarkan endorse saja. Akhir kata, 6.9/10 deh.

  16. 5 out of 5

    Donna Ona

    Sangat memotivasi 😊

  17. 5 out of 5

    Marsya Salsabilaf

    like this book! Thisi is traveller book! cocok buat pelajar yang sedang berjuang meraih mimpinya!

  18. 4 out of 5

    Asma Zakiyah

    ntaps. meski bermodalkan aplikasi ebook perpusnas, faedahnya tiada berkurang sedikitpun.

  19. 4 out of 5

    Mohammad Rois

    Judul Buku : Notes From Qatar 1 Penulis : Muhammad Assad, M.Sc Penerbit : PT Elex Media Komputindo Tahun Terbit : 2012 Halaman : 261 Oleh : M. Rois AM X2 / 20 Resensi : ... Muhammad Assad adalah seorang lulusan "Madrasah" yang kini sukses sebagai seorang pengusaha muda, pembicara Internasional dan juga seorang penulis. Sejak TK hingga SMP, ia mengenyam bangku pendidikan di Al-Azhar Jaka Permai, lalu ia melanjutkan di MAN Insan Cendekia Serpong. Kini ia dipercaya menjadi Duta Wakaf Al-Azhar untuk hubunga Judul Buku : Notes From Qatar 1 Penulis : Muhammad Assad, M.Sc Penerbit : PT Elex Media Komputindo Tahun Terbit : 2012 Halaman : 261 Oleh : M. Rois AM X2 / 20 Resensi : ... Muhammad Assad adalah seorang lulusan "Madrasah" yang kini sukses sebagai seorang pengusaha muda, pembicara Internasional dan juga seorang penulis. Sejak TK hingga SMP, ia mengenyam bangku pendidikan di Al-Azhar Jaka Permai, lalu ia melanjutkan di MAN Insan Cendekia Serpong. Kini ia dipercaya menjadi Duta Wakaf Al-Azhar untuk hubungan Internasional. Saat ini ia juga menjadi CEO Rayyan Capital, perusahaan pengelola keuangan dan investasi global. ... Keinginan Muhammad Assad untuk berkuliah di luar negeri selulus dari MAN memang telah menjadi tekad tersendiri baginya. Menurutnya, kuliah di luar negeri akan memberikan wawasan yang baru, segar, dan berbeda dibanding di dalam negeri (hal 26). Perjuangannya untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah, karena ia bersekolah di lingkungan pendidikan yang "pelit nilai". Untuk mendapatkan nilai 6 dan 7 saja butuh perjuangan yang ekstra (hal 27). Ia sempat ditolak 2 universitas impiannya, yakni Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS) dikarenakan hal itu. Namun ia tidak menyerah begitu saja, iapun mencoba untuk menatap peluang ketiga yakni Univesity of Technology Petronas (UTP). Ia bersaing dengan sekitar 1000 pelamar dan dari MAN Insan Cendekia (IC) sebanyak 7 orang. Dan setelah mengikuti semua rangkaian tes yang diberikan, ia lolos dalam 7 orang dari 1000 pelamar yang berhak untuk mendapat beasiswa penuh di UTP. Dan perjuanganya untuk mendapatkan beasiswa tersebut terbayar lunas dan bahkan lebih. Ia lulus dari UTP dengan "menyabet" 3 penghargaan atau triple awards, yakni "Rector's Gold Award 2009 for Business Information Systems", "The Best International Student Award for The Year 2009", dan "Chancellor Award for The Best Graduate for the Class of 2009" sekaligus ia mengharumkan nama Indonesia di Malaysia. ... Buku "Notes From Qatar 1" ini dikemas dengan penuh warna, berbeda dengan buku sebelumnya yang memiliki isi materi yang sama. Dengan isi yang penuh warna, menjadikan buku ini menarik untuk dibaca dan menjadikan pembaca tidak bosan. Buku ini juga menyajikan materi dengan disertai dalil yang "ringan" sehingga lebih menguatkan pesan yang ingin disampaikan. Penulis "membawa" buku ini dengan bahasa yang "renyah" dan mudah untuk dimengerti semua kalangan. Ditambah lagi apresiasi dari berbagai kalangan elit negeri ini hingga First Lady dari Qatar menjadikan buku ini istimewa. Buku ini wajib dibaca para remaja, karena bisa memberikan motivasi untuk tidak lelah berjuang walaupun impian tak lagi dalam genggaman. " Positive, Persistence, Pray " sangat pas membungkus buku ini menjadi suatu hal yang luar biasa untuk dibaca.

  20. 5 out of 5

    Yulaika Ramadhani

    Menginspirasi. Satu kata untuk Assad dan bukunya. Tulisan-tulisannya yang berenergi mampu menggerakkan rasa untuk menghidupkan semangat dan mampu mengayuh lebih cepat beberapa tingkat menuju asa. Assad membawakan kisah-kisahnya yang hebat dengan sangat elegan. Assad menyampaikan hal-hal sederhana pun bermakna besar di hidupnya dengan gaya menulisnya yang renyah, lincah dan menghasud pembacanya untuk melahap tulisannya dari awal sampai akhir, tanpa jeda. Menjadikan banyak hal yang sering dianggap Menginspirasi. Satu kata untuk Assad dan bukunya. Tulisan-tulisannya yang berenergi mampu menggerakkan rasa untuk menghidupkan semangat dan mampu mengayuh lebih cepat beberapa tingkat menuju asa. Assad membawakan kisah-kisahnya yang hebat dengan sangat elegan. Assad menyampaikan hal-hal sederhana pun bermakna besar di hidupnya dengan gaya menulisnya yang renyah, lincah dan menghasud pembacanya untuk melahap tulisannya dari awal sampai akhir, tanpa jeda. Menjadikan banyak hal yang sering dianggap sepele menjadi sebuah kisah yang patut untuk menjadi pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas diri, khususnya untuk anak-anak muda. Saya adalah salah satu orang yang sangat menikmati membaca tulisan-tulisan teman saya di blog mereka. Saya betah berlama-lama di depan laptop atau ponsel untuk sekedar membaca tulisan-tulisan hebat teman-teman saya. Nah, NTQ ini sebenarnya adalah kumpulan tulisan-tulisan Assad yang pernah ditulis di blognya (www.muhammadassad.wordpress.com). Jadi tidak heran jika saya sangat menikmati buku ini. Yang membuat buku ini semakin berenergi lagi adalah Assad selalu meleburkan tulisannya dengan landasan-landasan yang terdapat dalam Qur’an dan Hadist. Ada beberapa tulisan Assad yang sangat saya suka di buku ini yaitu: 3P’s Secret For Scholarship Hunter, Dahsyatnya Sedekah!!, dan Aussie Trip: Make Friends Everywhere!. Positive, Persistence, Pray. Tiga mantra yang Assad uraikan dalam bukunya, menyuntikkan banyak semangat untuk dapat bergerak lebih jauh. It’s burning, begitu komentar Adiwarman A.Karim. Jika butuh buku motivasi paling bisa untuk membuat bangkit cepat-cepat, saya sangat merekomendasikan buku ini. Satu quotes lagi dari buku ini yang menjadi favorit saya adalah : “Quitter never win and winner never quit!”. Inilah satu buku dahsyat, yang mampu membuat saya meluap-luap. Mampu mensekresi sepenuhnya passion dari diri saya, sampai tumpah setumpah-tumpahnya. Saya tidak mengada-ada, selesai menyelesaikan bab pertama buku ini, saya langsung menghubungi beberapa teman saya untuk mengirimkan berkas-berkas persyaratan beasiswa S2 ke Luar Negeri. Bismillah, siapa yang tidak mau mendapatkan jenis rezeki yang satu itu. Tidak hanya Assad, kita semua punya hak untuk menjadi yang lebih dari seorang Assad. Salam 3P! nyawalangit.blogspot.com langityula.tumblr.com

  21. 5 out of 5

    Meta Morfillah

    Judul: Notes from qatar Penulis: Muhammad Assad Penerbit: PT Elex Media Komputindo Dimensi: xlv + 312 hlm, cetakan kedelapan januari 2012 ISBN: 978 979 2791 945 Dua puluh delapan artikel yang membahas pengalaman penulis yang mungkin terlihat sederhana tapi bermakna besar. Semua kisah diambil dari blog penulis, dan dinamakan notes from qatar disebabkan penulis menuliskannya dari qatar, tempat penulis menyelesaikan S2nya. Garis besar isi buku ini seputar kiat mendapatkan beasiswa luar negeri, dahsyatnya Judul: Notes from qatar Penulis: Muhammad Assad Penerbit: PT Elex Media Komputindo Dimensi: xlv + 312 hlm, cetakan kedelapan januari 2012 ISBN: 978 979 2791 945 Dua puluh delapan artikel yang membahas pengalaman penulis yang mungkin terlihat sederhana tapi bermakna besar. Semua kisah diambil dari blog penulis, dan dinamakan notes from qatar disebabkan penulis menuliskannya dari qatar, tempat penulis menyelesaikan S2nya. Garis besar isi buku ini seputar kiat mendapatkan beasiswa luar negeri, dahsyatnya sedekah, bersyukur, menjadi entrepreneur, mengalah bukan berarti kalah, hukum memelihara anjing serta bertato, emansipasi wanita abad 21, misteri jodoh dan menikah muda, adversity quotient, berbakti pada orangtua, hukum karma, menghargai pembantu, hukum berjudi, membentuk generasi tangguh, make friends everywhere, ramadhan sebagai akselerator, dukungan terhadap penulis, hukum merokok, tiga kata ajaib: maaf; tolong; dan terima kasih, dan ditutup dengan success with value. Berbeda dengan buku motivasi lainnya. Pilihan kata yang digunakan penulis begitu ringan, mengalir, memotivasi dengan unsur agama (memasukkan beragam ayat dan hadis) tapi tidak seperti diceramahi, sarat pesan namun tak terkesan menggurui. Beragam foto yang dilampirkan membantu saya memvisualisasikan apa yang saya baca. Meski menurut saya terlalu banyak testimoni dan komentar blog yang lebih baik tidak ditampilkan, juga beberapa typo, tapi saya tetap suka isinya. Saya apresiasi 5 dari 5 bintang. "Dalam kadar tertentu, membandingkan diri dengan orang lain itu baik jika niatnya untuk pengembangan diri, dalam artian orang yang kita bandingkan adalah sebagai benchmark kita menuju kesuksesan. Tapi kalau membandingkan yang membuat kita menjadi kufur nikmat, itu BAHAYA." (Hlm. 57) "Hati-hati dengan ucapan. Bukankah begitu banyak hal bisa terjadi hanya dengan ucapan? Orang bisa bunuh-bunuhan hanya karena sakit hati diejek teman. Pria dan wanita juga bisa sah jadi suami istri hanya dengan ucapan (ijab qabul). Bahkan, orang ingin masuk islam pun cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat." (Hlm. 199) "Quitter never win and winner never quit!" (Hlm. 281) "Value yourself and the world will value you with its own way!" (Hlm. 304)

  22. 4 out of 5

    Mila

    Sebenernya saya membaca buku ini melalui blog penulis. Tapi berdasarkan review pembaca lain, sepertinya saya membaca isi yg sama. So, saya pun me-review buku ini (Wah, bisa digebukin nih saya ga beli bukunya). Tapi karna ga beli bukunya tentu saja saya tidak baca kata pengantar dari beberapa tokoh terkenal (yg sepertinya memberikan inspirasi sama hebatnya dgn isi buku ini) Well, Notes from Qatar adalah buku inspirasi. As simple as that? no, tulisan2nya menginsirasi secara sangat mendalam dan halu Sebenernya saya membaca buku ini melalui blog penulis. Tapi berdasarkan review pembaca lain, sepertinya saya membaca isi yg sama. So, saya pun me-review buku ini (Wah, bisa digebukin nih saya ga beli bukunya). Tapi karna ga beli bukunya tentu saja saya tidak baca kata pengantar dari beberapa tokoh terkenal (yg sepertinya memberikan inspirasi sama hebatnya dgn isi buku ini) Well, Notes from Qatar adalah buku inspirasi. As simple as that? no, tulisan2nya menginsirasi secara sangat mendalam dan halus tanpa ada maksud menggurui. Menyisipkan beberapa ayat2 Al-Quran serta Hadist, bahkan beberapa kisah nyata (baik org terkenal, org biasa ato kehidupan penulis sendiri) membuat inspirasi2nya terasa terbukti. Terasa sekali jiwa mahasiswanya. Rasanya seperti membaca artikel2 penelitian dgn isi yg berbeda tentu. Menarik! Jujur saya benar2 terinspirasi dan termotivasi berkat buku ini. Buku ini mengingatkan akan nasehat dan wejangan orang tua saya tiap sarapan pagi di rumah (yg saya rindukan setahun ini). Mengingatkan saya jg bahwa ada banyak org yg senasib dgn saya namun masih bisa 3P (positive, presistence and pray). Saya sebenernya kepingin berat beli bukunya (membaca melalui laptop bukan hobi saya). Hanya bisa berdoa dikasih kesempatan pulang kampung secepatnya. Amin! Well, akhir kata, ada salah satu kata2 penulis yg saya slalu pegang: "There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. I must leave my comfort zone to grow."

  23. 5 out of 5

    Dina Rifdalita

    Pertama kali mengetahui buku ini dari twitter. Menurut followers Assad, buku ini mengenai motivasi yang dikemas dengan bahasa yang ringan. Hebatnya lagi, sudah masuk golongan buku Bestseller. Saat itu saya sedang membutuhkan buku motivasi yang ngga kaku dan menggugah semangat belajar. Setelah membacanya, luar biasa. Tidak jauh dari ekspektasi saya. Bahasanya ringan. Bahkan terkesan sedang membaca diary orang lain :D Penuturannya mengalir seperti air. Sama sekali bukan bacaan berat tanpa ada kesa Pertama kali mengetahui buku ini dari twitter. Menurut followers Assad, buku ini mengenai motivasi yang dikemas dengan bahasa yang ringan. Hebatnya lagi, sudah masuk golongan buku Bestseller. Saat itu saya sedang membutuhkan buku motivasi yang ngga kaku dan menggugah semangat belajar. Setelah membacanya, luar biasa. Tidak jauh dari ekspektasi saya. Bahasanya ringan. Bahkan terkesan sedang membaca diary orang lain :D Penuturannya mengalir seperti air. Sama sekali bukan bacaan berat tanpa ada kesan menggurui. Sebagian besar berisi tentang pengalaman Assad disertai dengan pembelajaran dan kutipan Al Quran dan Hadist. Assad benar, Islam itu universal. Apa yang semua orang hadapi atau pertanyakan, semuanya sudah ada di Al Quran dan Hadist. Seperti misalnya, Assad menekuni prinsip 3 P (Positive, Persistence, Pray) ketika berburu beasiswa S1 di Pertonas, Malaysia dan S2 di Qatar. Berfikir positif. Sikap pertama kali yang harus ditanamkan dan dibangun adalah yakin pasti bisa. Bukankan Allah SWT sendiri yang bilang bahwa "Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku" Isinya tidak hanya mengenai rahasia 3P tetapi juga beberapa hal yang pernah Assad alami dan pendapat mengenai beberapa hal (yang tentu saja ada kutipan Al Quran dan hadist). Buku ini ngga harus dibaca secara berurutan. Bisa dibaca secara random. Inspiring Book.

  24. 5 out of 5

    Aisha salsabila

    SOOOOOOOOOO INSPIRING!! :D pertama kali pegang buku ini dan baca mentor's notenya, bikin merinding! gimana nggak? yang ngasih komen itu ada 1st lady nya Qatar, JK, Sandiago Uno, dll. (>.<) Trus cerita-ceritanya juga dahsyat. Ai paling suka cerita tentang sedekah. Gimana sedekah bisa bikin dia dapet tiket VVIP gratis nonton pertandingan bola, duduk di business class pesawat padahal belinya cuma economy class, dll. Dan nilai plusnya dari buku ini adalah, kak Assad selalu mengaitkan ceritanya dengan ay SOOOOOOOOOO INSPIRING!! :D pertama kali pegang buku ini dan baca mentor's notenya, bikin merinding! gimana nggak? yang ngasih komen itu ada 1st lady nya Qatar, JK, Sandiago Uno, dll. (>.<) Trus cerita-ceritanya juga dahsyat. Ai paling suka cerita tentang sedekah. Gimana sedekah bisa bikin dia dapet tiket VVIP gratis nonton pertandingan bola, duduk di business class pesawat padahal belinya cuma economy class, dll. Dan nilai plusnya dari buku ini adalah, kak Assad selalu mengaitkan ceritanya dengan ayat qur'an & hadist tanpa terkesan menggurui atau sok alim. hehe.. Ai sangat merekomendasikan buku ini buat siapa aja. Apalagi buat generasi muda yang lagi galau terhadap masa depan. hehe.. Sukses buat kak Assad :D kelanjutan kisahnya bisa dibaca di muhammadassad.wordpress.com :)

  25. 5 out of 5

    Atiqoh Hasan

    Awalnya saya tidak mengenal Assad sama sekali. Membaca bukunya pun kebetulan ketika saya mampir ke toko buku dan menemukan bukunya terbuka dan saya langsung membacanya. Buku ini berisi tentang perjalanan Assad saat akan melanjutkan SMA, kuliah hingga menjadi pengusaha muda. Jalan ceritanya oke. Hanya kemasan buku yang dibuat dengan karikatur cukup mengganggu saya. Seharusnya, kalau memang dinarasikan, nggak perlu ada karikatur yang menceritakan hal yang sama dengan narasi, buang-buang kertas. Ko Awalnya saya tidak mengenal Assad sama sekali. Membaca bukunya pun kebetulan ketika saya mampir ke toko buku dan menemukan bukunya terbuka dan saya langsung membacanya. Buku ini berisi tentang perjalanan Assad saat akan melanjutkan SMA, kuliah hingga menjadi pengusaha muda. Jalan ceritanya oke. Hanya kemasan buku yang dibuat dengan karikatur cukup mengganggu saya. Seharusnya, kalau memang dinarasikan, nggak perlu ada karikatur yang menceritakan hal yang sama dengan narasi, buang-buang kertas. Konsepnya kayak kurang jelas. Mau narasi apa karikatur, apa campuran. Campuran pun diulang-ulang. Tapi, meski ceritanya nggak sefenomenal para pengusaha lainnya yang benar-benar merintis dari bawah, saya cukup terinspirasi dan membuat kembali bergairah. Thanks. Keep your chin up!

  26. 4 out of 5

    octarezka

    Bismillah Nah...buku ini sudah berkali-kali saya liat mejeng di toko buku, tapi sekalipun gak pernah menarik perhatin saya buat beli. Minggu kemarin, entah kenapa malah saya penasaran pengen baca, mungkin karna buku ini berkali-kali mejeng di rak 'best seller' kali ya. And guess what, it's wonderful book. Banyak hal yang diajarkan dalam buku ini, terutama soal kehebatan SEDEKAH. ya, sedekah yang bila dilakukan dengan ikhlas maka bisa memberikan manfaat yang muhammad Assad (penulis)alami. Selintas Bismillah Nah...buku ini sudah berkali-kali saya liat mejeng di toko buku, tapi sekalipun gak pernah menarik perhatin saya buat beli. Minggu kemarin, entah kenapa malah saya penasaran pengen baca, mungkin karna buku ini berkali-kali mejeng di rak 'best seller' kali ya. And guess what, it's wonderful book. Banyak hal yang diajarkan dalam buku ini, terutama soal kehebatan SEDEKAH. ya, sedekah yang bila dilakukan dengan ikhlas maka bisa memberikan manfaat yang muhammad Assad (penulis)alami. Selintas isinya mirip dengan buku 7 keajaiban rejeki, but for me..it's better, mungkin karna penyampaiannya yang simpel dan asyik. Gak kerasa tau-tau saya sudah selesai baca. can't wait for Notes From Qatar 2. =)

  27. 4 out of 5

    Herni Triani

    Buku yang penuh dengan motivasi dan hikmah..terutama dalam hal sedekah.. Betapa dahsyatnya hikmah dari sedekah, di dunia pun Allah langsung membalasnya secara tiba-tiba dan tidak diduga bagaimana di akhirat nanti... Kisah perjalanan penulis mulai dari usaha-usahanya mendapatkan beasiswa ke Malaysia, Qatar sungguh mencerminkan kesungguhan dan keoptimisan. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Patut dicontoh oleh generasi muda Indonesia. Salut buat penulisnya, ditunggu buku-buku selanjut Buku yang penuh dengan motivasi dan hikmah..terutama dalam hal sedekah.. Betapa dahsyatnya hikmah dari sedekah, di dunia pun Allah langsung membalasnya secara tiba-tiba dan tidak diduga bagaimana di akhirat nanti... Kisah perjalanan penulis mulai dari usaha-usahanya mendapatkan beasiswa ke Malaysia, Qatar sungguh mencerminkan kesungguhan dan keoptimisan. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Patut dicontoh oleh generasi muda Indonesia. Salut buat penulisnya, ditunggu buku-buku selanjutnya ya bang Assad...

  28. 5 out of 5

    Mutia Amalina

    Ketika membaca buku ini, saya selalu berpikir, "Kenapa sih Mas Assad beruntung banget?" Padahal hanya berawal dari sedekah. Namun, itu juga yang membuat saya semakin termotivasi untuk lebih sering dan lebih banyak bersedekah. Mengutip tulisan Mas Assad di halaman 49: "Perumpamaan bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang D Ketika membaca buku ini, saya selalu berpikir, "Kenapa sih Mas Assad beruntung banget?" Padahal hanya berawal dari sedekah. Namun, itu juga yang membuat saya semakin termotivasi untuk lebih sering dan lebih banyak bersedekah. Mengutip tulisan Mas Assad di halaman 49: "Perumpamaan bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (balasan) bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah [2]:261)

  29. 4 out of 5

    Bambang Yuno

    dari tulisan-tulisan yang dimuat setiap Jumat di blog salah satu anak muda Indonesia yang bersemangat, yang sedang manggapai cita2nya di Qatar ... menarik, karena bagi saya ada hal-hal baru yang belum saya tahu, dan hebatnya saya tahunya dari anak muda yang usianya jauh muda dari saya .. memang ada tulisan yang seolah menggurui, tapi kalo kita memang tidak tahu apa salahnya kita berguru kepada yang lebih muda?? dan mungkin itu adalah bentuk demontrasi oleh Assad yang dituangkannya dalam tulisan - dari tulisan-tulisan yang dimuat setiap Jumat di blog salah satu anak muda Indonesia yang bersemangat, yang sedang manggapai cita2nya di Qatar ... menarik, karena bagi saya ada hal-hal baru yang belum saya tahu, dan hebatnya saya tahunya dari anak muda yang usianya jauh muda dari saya .. memang ada tulisan yang seolah menggurui, tapi kalo kita memang tidak tahu apa salahnya kita berguru kepada yang lebih muda?? dan mungkin itu adalah bentuk demontrasi oleh Assad yang dituangkannya dalam tulisan - tulisannya, bukan dengan bakar-mambakar dan merusak fasum ... Bagus !!!

  30. 4 out of 5

    St. Umroh Rani

    stories in this book taken from the real experiments of the writer.. really inspiring and motivating. he also put some hadist from Quran. after read this book, i really want to change myself to be a better one and learn more... to the writer, Muh. Assad.. lesson learnt: never quit! syukran, akhi... ^^ Quote: There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. I must leave my comfort zone to grow.

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.