web site hit counter Love Sparks In Korea (Jilbab Traveler) - Ebooks PDF Online
Hot Best Seller

Love Sparks In Korea (Jilbab Traveler)

Availability: Ready to download

If you're happy, then it's twice, if you're sad, then it's half Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? Rania hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveller tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emosi, tapi jejak itu juga membayang pa If you're happy, then it's twice, if you're sad, then it's half Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? Rania hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveller tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emosi, tapi jejak itu juga membayang pada laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih. Pada sisi lain, seorang lelaki yang menjadi teman lama Rania juga menawarkan 'pesona keindahan'. Lelaki itu bahkan berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi keinginan-keinginannya. Bumi dan segala isinya memang selalu menimbulkan rasa takjub. Tapi cinta yang Allah sematkan pada ruang kecil bernama hati, ternyata lebih meluapkan ketakjuban dan sensasi pada kemahabesaran-Nya. Dan Rania, di manakah Allah menyiapkan titik perhentian bagi petualangannya? jangan bicara cinta pada burung-burung sebelum kau yakin tumbuh sayap yang menerbangkan hasratmu pada cinta-Nya


Compare

If you're happy, then it's twice, if you're sad, then it's half Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? Rania hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveller tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emosi, tapi jejak itu juga membayang pa If you're happy, then it's twice, if you're sad, then it's half Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? Rania hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveller tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emosi, tapi jejak itu juga membayang pada laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih. Pada sisi lain, seorang lelaki yang menjadi teman lama Rania juga menawarkan 'pesona keindahan'. Lelaki itu bahkan berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi keinginan-keinginannya. Bumi dan segala isinya memang selalu menimbulkan rasa takjub. Tapi cinta yang Allah sematkan pada ruang kecil bernama hati, ternyata lebih meluapkan ketakjuban dan sensasi pada kemahabesaran-Nya. Dan Rania, di manakah Allah menyiapkan titik perhentian bagi petualangannya? jangan bicara cinta pada burung-burung sebelum kau yakin tumbuh sayap yang menerbangkan hasratmu pada cinta-Nya

30 review for Love Sparks In Korea (Jilbab Traveler)

  1. 4 out of 5

    ade

    I TOTALLY LOVE THIS BOOK!!! Jujur ya, pertama kali memutuskan pre order ini, karena tau, buku ini akan langsung di film kan dan morgan yang akan jadi pemeran utama nya. gw udah kepelet sama morgan semenjak nonton assalamualaikum Beijing, jadi penasaran, Dan pas baca resensi bukunya, kok menarik.. tentang seorang jilbab traveler, cita-cita gw banget. Akhirnya ga pikir panjang gw langsung order buku ini. Dalam waktu sebentar gw bisa namatin, penasaran banget soalnya,, Oke mari kita mulai review nya I TOTALLY LOVE THIS BOOK!!! Jujur ya, pertama kali memutuskan pre order ini, karena tau, buku ini akan langsung di film kan dan morgan yang akan jadi pemeran utama nya. gw udah kepelet sama morgan semenjak nonton assalamualaikum Beijing, jadi penasaran, Dan pas baca resensi bukunya, kok menarik.. tentang seorang jilbab traveler, cita-cita gw banget. Akhirnya ga pikir panjang gw langsung order buku ini. Dalam waktu sebentar gw bisa namatin, penasaran banget soalnya,, Oke mari kita mulai review nya.. Suka banget sama gaya penulisan bunda asma, patut diacungi jempol, ceritanya mengalir begitu aja, banyak kalimat-kalimat puitis yang bermakna disana. Ga Cuma percintaan, tapi cerita cerita tentang keluarga, perjuangan hidup, pencarian jati diri, usaha meraih mimpi dan cerita tentang traveling yang bikin mupeng berat. Suka banget sama tokoh Rania yang teguh sama pendirian, walau berpetualang ke negeri orang, ga membuat dia harus meninggalkan nilai nilai agama, bahkan ketika ia sudah bergelimang harta dari royalty buku-bukunya, dia tetap mau backpackeran, tinggal di hostel dan memanggul backpack kemana-mana. Jatuh hati sama karakter Hyun Geun. Mungkin tampangnya “serem” dengan kumis dan brewok, tapi hatinya lembut, walau dia jatuh cinta sama rania, di ga kayak pria lain yang gombal nyatain cinta sana sini atau berusaha menyentuh lawan jenis.. nggak sama sekali. Justru lewat email-email berisi pesan sederhana yang sebenernya puitis parah, plus dilengkapi sama foto-foto jepretan yang pasti sweet banget, membuktikan dia serius dan ga main-main. Dia tahu bener cara menghargai seorang wanita. Sementara itu, keluarga rania hanya dikenalkan dalam “Skype” tapi bisa memperlihatkan keharmonisan dan kedekatan satu sama lain. Ada lagi cerita tentang sosok “Chin Sun” , wanita yang sangat dicintai Hyun Geun, bikin penasaran banget dari awal dan bikin terkaget kaget di akhir cerita.. jago banget deh bunda asma bikin plot nya XDD Sempet kesel sama Jeong Hwa, anak bos Hyun Geun yang naksir berat sama Hyun Geun. Kenapa Hyun Geun ga bisa tegas sih???? Gemesh banget bacanyaa… tapi disisi lain ini memang fakta (kebanyakan) sosok Korean sih,, yang punya masalah “kejiwaan” dengan tingkat “ bunuh diri yang tinggi “. Oeverall, novel ini bagus banget. Suka sama kalimat puitis di sebelum bab baru.. Suka sama pepatah-pepatah yang diucapkan hyun geun,, Suka sama endingnya… walau jujur yaa,, entah kenapa kesannya agak “dipercepat” seakan-akan harus segera berakhir. Padahal belum diceritakan apa yang terjadi sama tokoh tokoh lain.. jadi agak ngambang di bagian itu nya. tapi tetep sih,, ini novel oke parah! Harus banget bacaaaaaaa,,, PS : ini ada beberapa quote yang gw suka banget If You’re Happy, Then it’s Twice, If You’re Sad, The it’s Half Kamu Mencuri Mimpi Mimpiku,, dan aku suka Lelaki itu serupa Ibrahim Bagiku,, Memecah Berhala Ketakberdayaan menebar putik putik keteguhan At The End of Hardship,,, Comes Happiness Jika Tak Kau Cium Baru Surga,,, Bukan Berarti Ia Tak Ada Dan masih banyak quote inspiring lainnya..! wajib dibaca banget =] ga sabar buat nunggu filmnya =]]]]

  2. 5 out of 5

    Rina Utami

    PESONA GADIS REL KERETA MENEMUKAN CINTA Judul buku : Love Sparks in KOREA Penulis : Asma Nadia ISBN : 978-602-9055-39-9 Penerbit : Asma Nadia Publishing House Ketebalan : viii+380 hlm Ukuran : 20.5 cm x 14 cm Harga buku : Rp. 64.500,- Gadis cilik berambut panjang tinggal di pinggir rel kereta, Rania Timur Samudera. Keceriaan selalu terpancar pada gadis ini meski di usia yang ke 10 dia sudah mengidap tumor di beberapa organ tubuhnya. Petualangan Ibnu Batutah yang dituturkan sang papa, menumbuhkan ‘denga PESONA GADIS REL KERETA MENEMUKAN CINTA Judul buku : Love Sparks in KOREA Penulis : Asma Nadia ISBN : 978-602-9055-39-9 Penerbit : Asma Nadia Publishing House Ketebalan : viii+380 hlm Ukuran : 20.5 cm x 14 cm Harga buku : Rp. 64.500,- Gadis cilik berambut panjang tinggal di pinggir rel kereta, Rania Timur Samudera. Keceriaan selalu terpancar pada gadis ini meski di usia yang ke 10 dia sudah mengidap tumor di beberapa organ tubuhnya. Petualangan Ibnu Batutah yang dituturkan sang papa, menumbuhkan ‘dengan cepat’ benih-benih keinginan Rania untuk menapaki jejak-Nya di negeri seribu kisah. “Suatu hari, satu dari banyak kereta itu akan menerbangkanmu ke negeri itu” begitu kata Papa saat Rania bertanya kemana saja kereta disamping rumahnya pergi. Kini, gadis cilik itu telah menjelma menjadi hummingbird, burung mungil berbulu cantik nan lincah. Terbang adalah kegiatannya. 13 negara bagian dan 25 kota sudah dia jelajahi hingga gelar Jilbab Traveler-pun dianugerahkan kepadanya. Ilhan, tetangga yang menaruh hati pada Rania sejak usianya masih enam belas tahun sempat memujinya. “Alhamdulillah. Allah Maha Baik.” Kompak. Penampilan dan jawaban sederhana dari seorang penulis best seller. Namun, itulah pesonanya. Jauh diatas pesona Negeri Seribu Dewa yang saat ini dikunjunginya. Nepal. Hyun Geun, fotografer asal Korea sudah lebih dari satu jam berada di Garden of Dreams bersama kedua temannya Jeong Hwa dan Alvin. Oase di tengah kota. Julukan tepat untuk taman yang sejuk diantara kesemrawutan kota. Click. Shutter kamera Hyun Geun berbunyi pelan. Kaki Hyun Geun ingin melangkah cepat, tapi suara seorang gadis di sebrang mengusiknya. “Help, police, thief!” Naluri fotografi Hyun ingin mengabadikan momen kejar-kejaran antara seorang gadis mungil dan ringkih dengan lelaki perkasa. Tapi logikanya berkata lain. Hyun Geun mengejar penjambret itu dan dapat. Pukulan dari penjambret dapat dihindari diganti dengan tendangan di selangka yang diberikan Hyun Geun. Penjambret lari setelah melempar ransel mungil milik Rania. Aneh, hati Hyun Geun berbisik. Wanita yang barusaja ditolongnya adalah wanita kedua setelah Chin Sun yang mampu mengusik kepeduliannya. “Are you ok?” dan empat pertanyaan serupa diajukan lelaki jangkung itu. Tapi, gadis berpenutup kepala yang memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja tak segera bangkit dari duduk jongkoknya di pinggir jalan. Tidak mungkin dilakukan jika dia dalam keadaan baik. Gadis manis yang keras kepala, menyimpan ketangguhan dalam sosok yang terlihat ringkih, fikir Hyun Geun. Kalah klimis dengan penjambret itu. Rambut gondrong yang digelung, janggut dan kumis tipis dan ada sesuatu yang terkesan amat serius dengan laki-laki ini, Rania tak kalah berspekulasi. Begitulah, keduanya menyelami hati satu sama lain tanpa mereka ketahui. “At least let me help you get up” uluran tangan Hyun Geun terabaikan. Rania memilih bangkit dengan sekali tarikan nafas. Hyun Geun paham, gadis berkerudung tidak bersentuhan dengan seorang pria. Dia banyak menjumpai hal seperti itu ketika kuliah di Indonesia. Sunrise di Sarangkot, Sunset di Danau Phewa menjadi saksi bisu pertemuan kedua dan ketiga antara Hyun Geun dan Rania. Pertemuan demi pertemuan yang mengantar awan pada wajah cerah Jeong Hwa. Sementara Alvin, cukup dengan memerhatikan Jeong Hwa yang jauh dari hatinya. Durbar Square. Entah bagaimana bisa, Hyun Geun dan Rania terpisah dengan Jong Hwa dan Alvin saat mereka berada di sana. Langkah santai pelancong asal Indonesia dan Korea itu seakan menuntun Hyun Geun untuk mengatakan sesuatu yang tidak pernah dikatakan kepada wanita lain selain Chin Sun. “I like you” kata lelaki gondrong itu. Jlep. Suasana beku sesaat, dibuyarkan oleh dering HP Rania. Telepon dari Tia, kakak Rania. “Rania, Papa... sudah tidak ada...” Papa pergi saat Rania jauh darinya. Rasa bersalah mendalam yang tak akan sembuh dalam waktu singkat. Trauma. Itu yang diharapkan Ilhan. Seperti ketika Ilhan kehilangan sang mama ketika pesawat yang dipumpanginya jatuh, membuat Ilhan takut naik pesawat. Sebetulnya Ilhan tidak setega itu, Ilhan hanya menginginkan hummingbird-nya berhenti terbang dan menetap di hatinya. But, who can ask the bird stop flying? Program Writing in Residence di Negeri Gingseng di depan mata. “Jadi mata, telinga dan kaki mama di sana. Itu jika kamu ingin membahagiakan Mama.” Restu sang mama membalut luka rasa bersalah Rania. It makes her fly away, again and again. Sudah tiga bulan Rania tinggal di Korea. Sengaja, gadis hitam manis itu tidak memberitahukan kedatangannya di Korea kepada sosok yang dihindarinya. Meski begitu, akun sosmed Rania memberi petunjuk kemana Hyun Geun bisa menemukannya dengan mudah. Pertemuan yang tidak diharapkan Jeong Hwa. Rasanya sudah cukup api kecemburuan yang dinyalakan gadis Indonesia itu ketika di Nepal. “Tidak bisakah kamu mencari laki-laki dari negerimu sendiri?” dan berbagai kata-kata sini lain ditujukan kepada Rania. Ancaman bunuh diripun dilontarkan kepada Hyun Geun, jika Oppa1-nya itu terus membela Rania. Jeong Hwa yang kekanak-kanakan, kapan dia dewasa? Sikap itu semakin mendorong Hyun Geun untuk tegas terhadapnya. “Saya muslim, masuk Islam ketika di Indonesia.” Kini telah jelas antara Hyun Geun dan Jeong Hwa memiliki dinding pemisah yang sulit dihancurkan. Tentu Rania yang bersorak, meski disembunyikan jauh di dasar hatinya. Pasca patah hati pada Chin Sun, tak ada gadis manapun yang dapat mengubah dunia hitam putihnya menjadi berwarna, kecuali Rania. Hyun Geun tak bisa menyembunyikan itu lagi. “Kamu mencuri mimpi-mimpiku, dan aku suka,” bisik Hyun Geun pada Rania. Hati Rania merekah. Tapi Chin Sun? Tanya Rania dalam hati. “Saya akan memperkenalkanmu padanya.” Kata Hyun Geun. Dia tahu betul apa yang difikir Rania. Jeong Hwa telah menceritakan sesuatu tentang Chin Sun kepada Rania. Tentu saja untuk membuat Rania menjauhi Hyun Geun. Hyun Geun telah menemukan bintang yang akan menghiasi langitnya. Dia ingin menunjukkan bintang itu kepada Chin Sun. Tapi apa yang dijumpai ketika sampai di Apartemen Chin Sun? Seorang laki-laki dengan minuman keras di tangan kiri dan ikat pinggang di tangan kanan, Park Yong Su. Juga seorang wanita yang tergeletak tak berdaya, Chin Sun. Hyun Geun menghadang ikat pinggang yang siap mendarat di tubuh wanita itu. Plak. Seketika itu, Hyun Geun beradu mulut dengan Park Yong Su. “Pemuda kurang ajar! Tidak tahu diri!” “Anak sundal dari Ibu pelacur!” “Ssibal!2 Keturunan Chin Sun sama sialnya!” lelaki itu terus menghujani Hyun Geun dengan sumpah serapahnya. Hati Hyun Geun perih, dia merintih “Geu buneun uri eomeoniseyo3, Chin Sun Ibu saya.” Ya, kini Rania mengerti siapa sesungguhnya wanita yang setia menempati hati Hyun Geun. Tapi itu tidak begitu penting untuk saat-saat dimana Chin Sun harus segera dibawa ke Rumah Sakit. Sedangkan Hyun Geun masih terus menyesali kegagalannya membujuk Chin Sun untuk tinggal bersamanya beberapa waktu lalu. Jika dia berhasil mungkin keadaanya tidak seperti ini. Rasanya Hyun Geun membutuhkan keajaiban untuk kesembuhan Chin Sun. “Berdoa” kata Rania. “Doa selalu memberikan harapan. Doa memungkinkan keajaiban.” “Geomapseumnida4 Rania,” balas Hyun Geun. Dan Rania terlambat menyadari, postcard yang dikirimnya kepada Ilhan atas permintaan sang mama. Astaghfirullah, Ilhan. Apakah dia sudah sampai di Busan? Tujuh jam Jakarta-Seoul plus tiga jam ke Busan. Perjalanan yang menggetarkan hati Ilhan setelah sekian lama tidak naik pesawat. Tapi mengapa, justru SMS dan panggilannya tidak dihiraukan Rania? Sungguh bukan ini harapan pria yang akan melamar. “Can you please stop flying?” Rania terpana dengan kalimat pertama yang dilontarkan Ilhan ketika mereka bertemu di Hostel. Memang itu sesungguhnya isi hati Ilhan sejak dulu. Tapi bukan maksud, membuat hummingbird-nya beku setelah penjelasan dan permintamaafan yang diulang karena merasa bersalah. Pengabaian Rania yang membuat emosi Ilhan muncul dengan sendirinya. Begitu sadar dengan perbuatannya, Ilhan mencabut apa yang telah dikatakan. Kuil Beomeosa dan Taman Taejongdae. Hyun Geun tak bisa menemani agenda Rania karena Chin Sun masih sakit. Tapi Voice Note yang dikirim untuk memandu perjalanan Rania dan kawan-kawan menumbuhkan kesan tersendiri. Tidak hanya bagi Rania, bagi Ilhan juga. Bahkan Ilhan mulai berfikir kamera mahal yang diberikan sebagai hadiah ulang tahun Rania tak berarti apa-apa dibanding dengan perhatian pemuda Korea itu. Baiklah, nanti malam ketika kembang api di bukit Hwangryeongsan, Ilhan tidak boleh kalah start. Sebaliknya, Hyun Geun terlambat. Sesuatu yang serius sedang berlangsung. Tidak! Tapi apa yang terjadi? Ilhan pergi meninggalkan Rania. Sendirian diantara percik kembang api Hwangryeongsan. Hyun Geun mendekati. “Cantik ya?” sapanya. Laki-laki ini, sudah berapa lama ada disini? bisik Rania. Sebuah cincin emas putih melingkar di jari manis Rania. Apakah itu suatu pernyataan? Hyun Geun gusar, tapi perasaannya mengatakan ada sesuatu yang salah. Malam semakin larut, kembang api telah usai. Pernyataan cinta Hyun Geun di Durbar Square, telah diulangi tempo hari setelah pertengkarannya dengan Jeong Hwa. Kini Hyun Geun menyatakan cinta untuk ketiga kalinya kepada Rania. “Saya mencintaimu,” suara Hyun Geun pelan. “Kamu tahu saya tidak ingin pacaran,” jawab Rania tegas. Rania membutuhkan lamaran, bukan pernyataan cinta. Tapi cara yang ditunjukkan? Bodoh. “Saya tahu, saya belum menjadi muslim yang baik, saya tidak bisa memastikan apapun, tapii.. saya akan berusaha menjadi suami terbaik untukmu. Saya akan berubah. Besuk pagi pukul sepuluh. Kamu akan tahu.” Hyun Geun menjanjikan sesuatu kepada Rania. Pagi tiba, Rania melepas Ilhan untuk kembali ke Indonesia. Dan seperti yang telah dijanjikan, Hyun Geun datang tepat pukul sepuluh. “Ma... sya Allah... Hyun Geun?!” Penampilah klimis Hyun Geun membuat Rania, entah kaget atau terkesima? “Seperti yang saya bilang, saya akan berubah hingga pantas menjadi imammu,” sergah Hyun Geun. Hyun Geun berubah, hijrah total. Lompatan yang ia janjikan kepada Allah jika Chin Sun sembuh. Lalu keinginan menikahi Rania. Inikah lamaran yang begitu dinanti? Tapi, ada hal yang semalam disampaikan kepada Ilhan dan membuat lelaki bertubuh altetis itu justru pergi meninggalkan Rania sebelum kembang api selesai. Sebuah pengakuan. Penyakit tumor yang diderita waktu kecil sudah sembuh. Tapi ini, vonis dokter memungkinkan Rania tidak memiliki anak. Apa Hyun Geun akan menerimanya, sedangkan dia juga anak tunggal seperti Ilhan? “Rania, bukankah kita menikah semata karena Allah? Dan berharap Allah menurunkan kebahagiaan buat kita?” Dengan atau tanpa anak. Pernyataan Hyun geun yang membuat Rania menutup bibir dengan kedua tangannya. Hyun geun bersimpuh, menyerahkan bungkusan yang tidak rapi kepada Rania. Cincin? Tangan Rania membuka perlahan. Tatapannya pada benda itu tidak lekas lepas. Rania berusaha menahan sesuatu yang mendesak ingin keluar dari bola matanya. Benda yang membawanya ke masa silam. Kemarahan paman ketika Rania cilik memecahkan benda seperti yang ada di genggamannya itu, hingga Rania mendapat hukuman tidak boleh masuk area dapur di rumah sang paman. Benda yang mengingatkan saat-saat Rania memutuskan untuk menjadi Jilbab Traveler. Bagaimana bisa Hyun Geun mendapatkannya? Rania telah lama mencari magnet kulkas Gangwon-do itu, tapi tidak menemukannya. Hyun Geun memang pengagum dan stalker terbaik bagi Rania. Apa yang diinginkan Rania, dia tahu itu. Hyun Geun sempat berjuang menyelamatkan magnet kulkas itu dari amukan ayahnya, demi Rania. “Rania, jadi... maukah kamu?...” “Apakah kamu mengizinkan saya terbang bersamamu? Menjadi detail dari masa depanmu?” Hyun Geun mengulangi pertanyaannya. Satu anggukan kecil dari Rania dengan wajah tersipu. Jawaban yang cukup untuk menyorakkan hati pemuda Korea itu. Asma Nadia sebagai penulis berhasil membawa emosi dan mengelabuhi pembacanya. Bagaimana tidak, dari awal pembaca digiring untuk menganggap bahwa Chin Sun adalah cinta pertama Hyun Geun. Satu bab berjudul “Perempuan Hyun Geun” membahas mengenai Cin Sun yang ditujukan untuk menguatkan anggapan itu. Pada pengujung novel pembaca baru sadar bahwa dia ditipu oleh penulis, karena ternyata Chin Sun adalah Ibu kandung Hyun Geun. Selain itu, pembaca juga digiring untuk menganggap bahwa Hyun Geun adalah seorang atheis yang ditunjukkan pada halaman 112 paragraf 3 dan halaman 192, paragraf 4, namun kenyataan kembali mencengangkan ketika pada halaman 268, Hyun Geun mengakui bahwa dia seorang muslim sejak kuliah di Indonesia. Asma Nadia begitu rapi menyajikan petunjuk tersembunyi sehingga ending cerita tak tertebak, namun sangat bisa diterima oleh pembaca. Dialog dalam novel ini diramu dengan cerdas, misalnya mama yang memberikan support kepada Rania dengan mengatakan “Kamu tidak akan pernah tahu kebaikan yang sanggup kamu lakukan hingga kamu mencobanya, Rania.” Atau percakapan Chin Sun kepada Hyun Geun “Suatu ketika kamu akan menemukan satu-satunya bintang untuk mengisi langitmu.” Alur tarik ulur-maju mundur dan flash back yang digunakan, mampu menjelaskan suatu peristiwa menjadi lebih lengkap. Novel ini menjadi lebih apik dan manis dengan quote yang mengantarkan pembaca untuk masuk di tiap bab-nya. Apa itu saja? Tentu tidak, buku ke-50 Asma Nadia ini kaya akan pengetahuan yang akan menambah wawasan pembaca. Pengetahuan mengenai pahlawan Islam seperti Ibnu Batutah, Laksamana Malahayati dan Ceng Ho disajikan dalam novel ini. Meskipun latar tempat yang diambil adalah Nepal dan Korea, namun Asma Nadia juga menyinggung tempat-tempat di negara lain seperti di Taingers (Barcelona), Lowa (Amerika), Jerman, Spanyol, Monaco, Paris dan masih banyak negara lainnya. Tips bagi para traveler juga disematkan pada novel ini, misalnya membawa perlengkapan obat, membuat perencanaan rute untuk menghemat waktu, bahkan juga disinggung strategi makan untuk menghemat dana. Sedangkan kekurangan pada novel ini terletak pada tidak adanya penjelasan mengenai Jeong Hwa yang tiba-tiba menjadi baik setelah pertengkaran dengan Rania. Serta pengetahuan yang disisipkan pada novel ini sekaligus menjadi kekurangan, karena terkadang justru menganggu fokus pembaca pada konflik inti. Keterangan: 1. Oppa, merupakan panggilan kakak laki-laki untuk adik perempuan 2. Ssibal, umpatan yang berarti ‘sial’ 3. Geu buneun uri eomeoniseyo; Perempuan itu ibu saya 4. Geomapseumnida; Terimakasih

  3. 4 out of 5

    Nur Fatin Atiqah

    Love Sparks in Korea merupakan buku pengenalan antara aku dan Asma Nadia. Ia bermula apabila wujudnya minat terhadap dunia travelling dan budaya Korea serta K-Pop. Lalu, sebuah novel yang menggabungkan keduanya, dan juga cerita percintaan dengan jejaka Korea semakin menambah daya tarikan novel ini. Maka, bila aku tahu buku ini ada dijual di PBAKL 2017 yang lepas, tanpa berfikir banyak aku terus meminta pertolongan seorang sahabat untuk membelikannya. Pertama sekali, jujur aku katakan yang aku san Love Sparks in Korea merupakan buku pengenalan antara aku dan Asma Nadia. Ia bermula apabila wujudnya minat terhadap dunia travelling dan budaya Korea serta K-Pop. Lalu, sebuah novel yang menggabungkan keduanya, dan juga cerita percintaan dengan jejaka Korea semakin menambah daya tarikan novel ini. Maka, bila aku tahu buku ini ada dijual di PBAKL 2017 yang lepas, tanpa berfikir banyak aku terus meminta pertolongan seorang sahabat untuk membelikannya. Pertama sekali, jujur aku katakan yang aku sangat kagum dengan gaya olahan cerita Asma Nadia yang ada twist here and there. Pandai betul garapan ceritanya sehinggakan aku boleh terlepas pandang beberapa aspek tentang watak yang diceritakan. Rupanya, dari awal lagi penulis sudah memberitahu siapakah watak yang di-twist itu, cumanya aku terlepas pandang kerana susunan bahasa dan gaya penceritaan menyebabkan kita berfikir perkara sebaliknya. Dan kau memang boleh angau serta tersenyum-senyum sendiri dengan setiap bait-bait perkataan Asma Nadia. Rasa macam baca surat dari secret admirer sebab Asma Nadia bijak menggabungkan perkataan demi perkataan menjadi sebuah untaian ayat. Meski ayat yang ringkas dan straight to the point, ia tetap indah dan berseni. Cumanya, bahasa yang digunakan oleh Asma Nadia ini agak moden. Banyak perkataan-perkataan yang aku jumpa merupakan singkatan kepada beberapa gabungan kata. Agak sukar juga untuk menelah apa sebenarnya maksud penulis. Kesudahnya aku malas nak Google dan just follow the flow aja dengan penceritaan penulis. Selain itu, ada beberapa bahagian yang buat aku rasa macam annoyed sikit. Satunya, apabila Asma Nadia suka sangat mengulang ayat "Kerana wajahmu mengibakan..." Walaupun cuma dua, tiga kali aja ayat tersebut diulangkan, tetap aku rasa tak senang dengan pengulangan berkali-kali. Ingat wahai penulis, kami sedar ayat yang sama asyik diulang berkali-kali walaupun berbeza bab dan latar kah! Apapun, buku ini sangat bagus untuk para Muslimah yang aktif di dalam dunia pengembaraan kerana buku ini menitikberatkan tanggungjawab seorang perempuan Muslim yang menggalas title traveller. Serta, tak dilupakan, untuk mereka yang diam-diam memasang impian mempunyai teman hidup daripada Korsel, buku ini untuk anda.

  4. 5 out of 5

    Imas

    Buku ke sekian dari Asma Nadia yang aku baca. Tentang cinta, dengan tiga orang tokoh utama yang dua diantaranya lelaki yang mencintai Rania Timur Samudra. Yang satu dari Indonesia dan satunya lagi dari negeri ginseng Korea. Seperti buku yang lain, cerita tetap bernafaskan Islam, pergaulan dan kehidupan yang berusaha mengikuti jalan yang sesuai tuntunan agama. Siapa yang dipilih oleh sang jilbab traveller silakan dibaca. Tapi dari buku-buku Asma yang aku baca, ini buku yang lebih pop, cukup menghi Buku ke sekian dari Asma Nadia yang aku baca. Tentang cinta, dengan tiga orang tokoh utama yang dua diantaranya lelaki yang mencintai Rania Timur Samudra. Yang satu dari Indonesia dan satunya lagi dari negeri ginseng Korea. Seperti buku yang lain, cerita tetap bernafaskan Islam, pergaulan dan kehidupan yang berusaha mengikuti jalan yang sesuai tuntunan agama. Siapa yang dipilih oleh sang jilbab traveller silakan dibaca. Tapi dari buku-buku Asma yang aku baca, ini buku yang lebih pop, cukup menghibur namun tidak terlalu membekas seperti buku-buku sebelumnya. Mungkin faktor umur ...hihihi

  5. 5 out of 5

    Rifani Magrissa

    Raasanya masih ada yang kurang, tapi entahlah -__-

  6. 5 out of 5

    Amel Armeliana

    Gippeumeun nanumyeon baega dwego seulpeumeun nanumyeon bani dwenda. If you are happy, then it's twice. If you are sad, then it's half. Finished this book last night and I loved it! Buku ini tidak hanya bercerita tentang cinta kepada lawan jenis tetapi juga cinta kepada orang tua, keluarga dan Allah SWT. Tentang perjuangan seorang gadis muda yang sejak kecil tinggal di pinggir rel kereta dan sakit2an tapi berkat semangat dan perjuangannya berhasil menjadi seorang penulis terkenal sekaligus jilbab t Gippeumeun nanumyeon baega dwego seulpeumeun nanumyeon bani dwenda. If you are happy, then it's twice. If you are sad, then it's half. Finished this book last night and I loved it! Buku ini tidak hanya bercerita tentang cinta kepada lawan jenis tetapi juga cinta kepada orang tua, keluarga dan Allah SWT. Tentang perjuangan seorang gadis muda yang sejak kecil tinggal di pinggir rel kereta dan sakit2an tapi berkat semangat dan perjuangannya berhasil menjadi seorang penulis terkenal sekaligus jilbab traveler yang telah menjelajah puluhan negara dan ratusan kota di dunia. Rania Timur Samudra adalah seorang pengarang muda yang cukup terkenal dan juga seorang jilbab traveler. Kemiskinan dan masa kecil sampai dengan remaja yang dilalui dengan sakit2an tidak menghalangi langkah Rania untuk menjelajahi bumi Allah seperti Ibnu Battutah, penjelajah muslim asal Maroko yang lahir pada tahun 1304, seratus tahun sebelum Columbus. Sampai dengan usianya yang ke 24, Rania belum memikirkan tentang cinta ataupun pernikahan. Selain karena masih ingin bebas berkelana ada hal pribadi yang membuat Rania ragu apakah ada lelaki yang akan bersedia menikah dengannya. Sampai suatu hari di Kathmandu Rania bertemu dengan Hyun Geun, cowok Korea yang penampilannya agak berantakan tapi tanpa segan2 selalu menolong Rania. Hanya dalam beberapa hari, kalimat I like you diutarakan Hyun Geun yang malangnya bertepatan dengan datangnya berita telah berpulangnya ayah Rania ke Rahmatullah. Kepergian ayahnya membuat Rania enggan melanjutkan perjalanannya, padahal Rania mendapat undangan dari Korean Literature Translation Institute untuk belajar mengenai kepenulisan selama 6 bulan di Korea. Sejak berpisah dengan Rania, setiap hari Hyun Geun dengan setia mengirimkan email yang berisi foto2 hasil jepretannya. Foto2 yang dominan berwarna hitam putih itu sejak kehadiran Rania pelan-pelan berubah menampilkan warna. Walaupun akhirnya berangkat ke Korea tapi Rania tidak memberitahu Hyun Geun mengenai kepergiannya, sampai suatu hari Hyun Geun datang kepadanya dan kembali menawarkan persahabatan dan cinta yang selama ini ingin dihindari Rania. Padahal sudah jelas ada dua wanita yang selalu mengelilingi Hyun Geun. Jeong Hwa yang terang-terangan mengharapkan cinta Hyun Geun dan seorang wanita bernama Chun Sun, yang dicintai Hyun Geun dengan sepenuh hati. Di lain pihak, ada seorang lelaki yang selama ini menyukai Rania secara diam2, lelaki yang seiman dan walaupun sangat takut terbang sejak meninggalnya sang Ibu dalam kecelakaan pesawat, akhirnya memberanikan diri menyusul Rania ke Korea dan melamarnya. Dimanakah akhirnya pilihan Rania berlabuh? dan rahasia apakah yang selama ini membebani Rania? Banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini. Pertama, pelajaran bahasa Korea. Kelihatan kalau sang penulis cukup menguasai bahasa tersebut karena pernah tinggal di sana selama 6 bulan. Kedua, bertambahnya pengetahuan mengenai tempat2 wisata di Korea terutama di Seoul dan Busan, kampung halaman Hyun Geun. Ketiga, tentu saja tentang Islam itu sendiri. Maunya sih kasih bintang 5, tapi sayang banyaknya "pesan sponsor" yang terselip disini menurut saya pribadi agak mengurangi nilai buku ini. Tidak mengurangi kenyamanan membaca sih memang, tapi kurang suka aja kalau di sebuah buku yang bagus seperti ini diselipi oleh iklan. Tapi untuk bahan bacaan, buku ini rugi untuk dilewatkan.

  7. 5 out of 5

    athirah amri

    Aku beli buku ni dah lama. Tak silap tahun 2016, masa aku travel ke jogja. Aku beli buku ni di Gramedia Jogja City Mall. Dalam masa yang sama, buku ni diadaptasikan. Aku tengok movie dia dulu sebelum baca bukunya. Aku suka dua-dua tapi aku prefer versi buku lagi lah sebab imaginasi komersial mana sama dengan imaginasi personal. (Catatan Matluthfi, 238). Walaupun aku baca tahun 2020, tapi novel bergenre trip fiction ni tetap relevan untuk dibaca pada bila-bila masa pun. Sentuhan Asma Nadia tak ka Aku beli buku ni dah lama. Tak silap tahun 2016, masa aku travel ke jogja. Aku beli buku ni di Gramedia Jogja City Mall. Dalam masa yang sama, buku ni diadaptasikan. Aku tengok movie dia dulu sebelum baca bukunya. Aku suka dua-dua tapi aku prefer versi buku lagi lah sebab imaginasi komersial mana sama dengan imaginasi personal. (Catatan Matluthfi, 238). Walaupun aku baca tahun 2020, tapi novel bergenre trip fiction ni tetap relevan untuk dibaca pada bila-bila masa pun. Sentuhan Asma Nadia tak kan lari daripada mendidik pembaca untuk mengejar cita-cita, dengan semangat dan motivasi serta doa yang terus-terusan. Asma Nadia menekankan untuk kita bukan sahaja percaya malah meyakini bahawa: "Setiap manusia bisa menjadi apa saja yang diinginkan.Sebab mimpi-mimpi adalah milik pejuang kehidupan. Tidak ada yang mustahil jika kita berusaha keras dan berdoa." Selain daripada, ia merupakan kisah benar, aku suka dengan penulisan Asma Nadia kerana sentiasa memberikan harapan. Cerita ini memperlihatkan kasih sayang dan moral support sebuah keluarga kepada Rania Timur Samudra terutama ayahnya. Kasih dan support yang menyeluruh buat Rania berani untuk terbang menjelajah hampir ke seluruh dunia. Menggunakan bukan hanya sekadar satu pintu dari-Nya, dengan menggunakan peluang dan ruang yang ada. Kisah ini menarik dan boleh menjadi inspirasi kepada semua bukan sahaja untuk mula melihat dunia dan kebesaran tuhan, merasakan sendiri tetapi untuk hati-hati yang berkira-kira untuk memilih putus asa berbanding meneruskan usaha. Overal aku suka kerana bersifat trip fiction, di tambah dengan ia memberikan inspirasi kerana bersandarkan kisah benar, namun, memandangkan cerita ini berbahasa Indonesia, speed reading aku sedikit lambat. Kekangannya adalah disebabkan kelemahan aku untuk merasai disebabkan bahasanya yang sedikit lewah. Namun cukup buat aku bertahan untuk mendapatkan sesuatu lewat kisah Rania & Hyun Geun sepanjang travelling mereka di Nepal-Indonesia-Korea.

  8. 4 out of 5

    Rida

    "kau mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka" cuplikan kalimat dari seorang lelaki asal Korea kepada Rania. ah, cinta memang sungguh ajaib. Rania yg dengan teguh dengan pendiriannya pada syariat Islam untuk tidak berpacaran, meski pada dasarnya dia pun menyukai pria tersebut, begitu juga sebaliknya perasaan pria tersebut. Allah Maha Baik. Rania, yang saat itu sedang dilanda kebanyakan wanita krn umurnya yg cukup utk menikah, enggan untuk menerima perasaan cinta dari seorang pria jika bukan untuk menjal "kau mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka" cuplikan kalimat dari seorang lelaki asal Korea kepada Rania. ah, cinta memang sungguh ajaib. Rania yg dengan teguh dengan pendiriannya pada syariat Islam untuk tidak berpacaran, meski pada dasarnya dia pun menyukai pria tersebut, begitu juga sebaliknya perasaan pria tersebut. Allah Maha Baik. Rania, yang saat itu sedang dilanda kebanyakan wanita krn umurnya yg cukup utk menikah, enggan untuk menerima perasaan cinta dari seorang pria jika bukan untuk menjalin tali yg kuat yaitu pernikahan. Dia tidak teguh bahwa pria yg menikahinya haruslah seagama, Islam. Dia tak ingin keburu dilanda perasaan cinta jika pada akhirnya hanya akan merasakan sakit hati. Namun, Allah berkata lain, pria tersebut ternyata seorang muallaf. Alangkah bahagianya dia, meski pria tersebut masih belum melakukan kewajibannya dengan baik sebagai seorang muslim tapi dia berkomitmen untuk mengubah dirinya semakin baik. Akhirnya mereka mereka berdua memutuskan untuk hidup berdampingan dalam ikatan pernikahan. Membaca buku ini serasa membaca sebuha naskah film, dengan latar belakang negeri Gingseng membawa pikiran bawah alam sadar membayangkan indahnya kota tersebut dengan balutan cerita yang romantis. Hanya saja yang sedikit mengganggu adalah pemakaian mengenai suatu produk, serasa iklan yang memang sengaja disisipkan di dalam cerita. Mungkin novel ini nantinya akan disponsori oleh produk tersebut. Tapi selebihnya cerita ini apik. Sukses terus mb Asma, semoga kedepannya ada banyak lagi novel sejenis yang terbit :)

  9. 5 out of 5

    Afri Andeska

    "Allah, penuhi hatiku dengan cinta-Mu. Cukupkan aku dengan-Mu. Jadikan aku fakir hanya kepada-Mu." . . Terinspirasi dari kisah nyata. Kata2 ini mungkin yang "mengganggu" saya untuk segera menyelesaikan membaca novel ini. . Diawal saya merasa tidak tertarik membaca novel ini karna alur ceritanya yang ngambang (pendapat saya semata). Namun setelah sampai dibagian tengah menuju akhir, rasa penasaran itu perlahan muncul. Akan seperti apa akhirnya? . Walaupun sebenarnya sudah bisa ditebak siapa yang akan dipi "Allah, penuhi hatiku dengan cinta-Mu. Cukupkan aku dengan-Mu. Jadikan aku fakir hanya kepada-Mu." . . Terinspirasi dari kisah nyata. Kata2 ini mungkin yang "mengganggu" saya untuk segera menyelesaikan membaca novel ini. . Diawal saya merasa tidak tertarik membaca novel ini karna alur ceritanya yang ngambang (pendapat saya semata). Namun setelah sampai dibagian tengah menuju akhir, rasa penasaran itu perlahan muncul. Akan seperti apa akhirnya? . Walaupun sebenarnya sudah bisa ditebak siapa yang akan dipilih Rania pada akhirnya (dari judul dan review teman2 yang lain). Namun saya masih sempat berfikir mungkinkah si "tetangga" yang akan dipilih. . Ending yang sesuai dan tidak memaksa. Ya, setiap orang pasti menginginkan hal terbaik buat dirinya. Walaupun ada "sesuatu" yang masih menggantung dipikiran saya. Mungkin karna ada beberapa bagian yang belum diceritakan. But, i like this. . Semoga Allah mempertemukan kita dengan orang yang bersedia menerima kelebihan dan kekurangan kita apa adanya, begitupun untuk diri ini. . Allah.. Jadikan aku fakir hanya kepada-Mu... :( . Note : Novel pertama dari Asma Nadia yang saya baca. Suka dengan quote islami yang kadang terselip dibagian ceritanya.

  10. 4 out of 5

    Rizki

    Love Spark In Korea. Karakter ceritanya kuat sekali. Ada beberapa part yang diangkat dari kisah nyata mba Asma sendiri. Novel ini juga dilengkapi ulasan sejarah, trus ada tips-tips traveling juga diselipkan disini dan yang tak kalah menarik ada banyak pepatah korea nya juga. Membacanya berasa makan permen nano-nano. Kadang dibikin sedih, kadang ketawa, kadang ikutan nangis, kadang senyum-senyum sendiri. Diantara novel-novel mba Asma yang lain menurut saya ini novel mba Asma yang paling romantis. Love Spark In Korea. Karakter ceritanya kuat sekali. Ada beberapa part yang diangkat dari kisah nyata mba Asma sendiri. Novel ini juga dilengkapi ulasan sejarah, trus ada tips-tips traveling juga diselipkan disini dan yang tak kalah menarik ada banyak pepatah korea nya juga. Membacanya berasa makan permen nano-nano. Kadang dibikin sedih, kadang ketawa, kadang ikutan nangis, kadang senyum-senyum sendiri. Diantara novel-novel mba Asma yang lain menurut saya ini novel mba Asma yang paling romantis. Bagi para penggila drama korea, dalam Novel ini diselipkan beberapa fakta menarik tentang realitas kehidupan masyarakat Korea. Apakah pemuda korea itu betul-betul romantis seperti di film-filmnya?? Temukan clue nya dalam novel ini. ;) Satu quote favorite saya dalam Novel ini : "kamu tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain bahkan dengan sesuatu yang mungkin sangat membahagiakanmu" -Mama Rania

  11. 4 out of 5

    Nia Utami

    bagus sih, not my style :)

  12. 4 out of 5

    Anisa Ningtias

    “Apapun kebaikan yang diterima di perjalanan adalah kebaikan Allah" p.232 . 📕 Jilbab Traveler Love Sparks in Korea ✏ Asma Nadia 📚 Asma Nadia Publishing House ⌛2015 376 p. . Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? . ⏩ Berkisah tentang perjalanan hidup seorang gadis yang hidup sederhana dan terlahir dari keluarga sederhana. Ia menderita penyakit berat yang membuat fisiknya lemah. Namanya Rania. Sejak kecil dia punya cita-cita untuk menjelajahi seluruh dunia. Dan sekarang impi “Apapun kebaikan yang diterima di perjalanan adalah kebaikan Allah" p.232 . 📕 Jilbab Traveler Love Sparks in Korea ✏ Asma Nadia 📚 Asma Nadia Publishing House ⌛2015 376 p. . Manakah yang lebih penting bagi seorang gadis, mencintai atau dicintai? . ⏩ Berkisah tentang perjalanan hidup seorang gadis yang hidup sederhana dan terlahir dari keluarga sederhana. Ia menderita penyakit berat yang membuat fisiknya lemah. Namanya Rania. Sejak kecil dia punya cita-cita untuk menjelajahi seluruh dunia. Dan sekarang impian itu terwujud. Dia telah menjadi perempuan muda berjilbab yang telah menjelajahi 44 negara dan menjadi penulis terkenal. . ⏩Satu momen, saat Rania traveling ke Nepal dia bertemu dengan seorang pria berkebangsaan Korea, namanya Hyun Geun. Seorang fotografer. Perjalanan cinta Rania dimulai saat ini. Saat bertemu Hyun Geun dan Ilhan yang sudah lama juga mencintainya. Sayang, nggak semuanya bisa semulus yang kita inginkan. . ⏩Uwah, pertama kali baca novel yg ditulis Asma Nadia haha. Bisa dibilang ini novel pertama Asma Nadia yg kubeli juga haha. Awalnya tertarik karena temanya traveling dan ngambil setting di Korea Selatan. Awalnya pas baca rada kecewa karena romance nya lebih kerasa daripada travelingnya haha. Tapi lumayan bisa dinikmati ternyata. Konfliknya juga lumayan terasa, antara tiga orang yang lumayan rumit ini. Kesamaannya, tiga orang yang saling bersinggungan ini punya sisi gelap alias sedihnya masing-masing. Dan menurutku itu jadi hal yang menarik. Apalagi pas bagian Hyun Geun, aku merasa tertipu ahahaha. Good job! . ⏩Kalau buat aku ini bukan novel yang bisa dihabiskan sekali duduk sih. Alurnya cenderung lambat meski lama-lama enak diikutin 😁 Yang paling aku suka sih tips-tips traveling di novel ini detail banget. Mulai dari tips pakaiannya, apa aja yang perlu dibawa dan lain-lain. Selain itu, aku percaya buku apapun yang kita baca bakal kasih pembelajaran buat pembaca. Novel ini salah satunya. Kita diajak mengagungi kebesaran Allah dan bagaimana indahnya menyertakan Allah di setiap langkah dan keputusan kita. 😍 Recommended!

  13. 4 out of 5

    Reena

    Sebelum baca buku ni, kita dah pernah tengok movie yang diadaptasi dari kisah novel ni sendiri. Cerita dari movie bermula dengan menarik sebab menunjukkan siapa diri Rania (watak utama), bagaimana dia mula mengembara bersama imej muslimah, perkenalan dia dengan jejaka Korea - Hyun Geun dan cintanya pada fotografi. Tapi pertengahan cerita jadi semakin mendatar dan sedikit bosan apabila Rania mula berhenti mengembara setelah kematian ayahnya yang merupakan pendorong utama Rania untuk melihat dunia Sebelum baca buku ni, kita dah pernah tengok movie yang diadaptasi dari kisah novel ni sendiri. Cerita dari movie bermula dengan menarik sebab menunjukkan siapa diri Rania (watak utama), bagaimana dia mula mengembara bersama imej muslimah, perkenalan dia dengan jejaka Korea - Hyun Geun dan cintanya pada fotografi. Tapi pertengahan cerita jadi semakin mendatar dan sedikit bosan apabila Rania mula berhenti mengembara setelah kematian ayahnya yang merupakan pendorong utama Rania untuk melihat dunia melalui inspirasi kisah Ibnu Bathutah seorang pengembara Islam . Ok, untuk buku cerita pulak, kisahnya hampir 50% sama tapi perkenalan Rania dengan Hyun Geun berlaku sewaktu kejadian beg Rania di’copek’ orang di Nepal bukan sewaktu Hyun Geun secara tak sengaja mengambil gambar Rania di Indonesia (seperti di movie). So, Hyun Geun jadi penyelamat. Sikap dan watak Rania agak keras kepala bila diberi bantuan buat Hyun Geun tak putus asa untuk mendekati Rania dengan mengirimkan pelbagai emel beserta gambar untuk tatapan Rania . Mereka terpisah selepas Rania terima berita kematian ayahnya di Himalaya dan terus balik ke Indonesia (di mana kali ke-2 Rania terserempak dengan Hyun Geun dan rakannya di sini) . Rania memutuskan untuk tidak mengembara lagik tapi dorongan kuat dari ibunya yang meminta Rania menjadi pancainderanya untuk pergi mengembara dan menerima jemputan penulis di Korea buatkan Rania lembut hati dan terbang ke Korea tanpa pengetahuan Hyun Geun . Di Korea, Rania meneruskan aktivitinya seperti biasa dan terkejut apabila Hyun Geun tiba-tiba muncul dihadapannya. Bermulalah perang perasaan Rania terhadap Hyun Geun. Di tambah dengan soal perbezaan agama, penyakit yang dihidapi Rania dan cinta dari Ilhan, jejaka yang tinggal berhampiran dengan rumah keluarganya dan desakan berkahwin dari Abang serta Kakak Rania untuk menerima Ilhan buat Rania serba-salah . Apa pun terus-terang kita kata, buku ni lagik menarik berbanding movie . 3.5 ⭐️ kita bagi sebab kengkadang geram dengan watak Rania yang kepala batu 😂

  14. 4 out of 5

    R-Qie R-Qie

    Kamu mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka. — Saya rasa 90% novel ini merupakan kisah nyata Asma Nadia. Rania yang seorang penulis, latar belakang, keluarga, penyakit, kisah masa kecil, dan petualangannya sebagai jilbab traveler, adalah kisah sang penulis sendiri. Rangkaian diksinya kaya, alur maju mundur cantik, tips-tips traveling, serta quotes-quotes bertebaran di sepanjang cerita. Sayangnya, saya tak menemukan sesuatu yang memacu otak untuk berpikir keras mengurai penasaran. Rasanya seperti jalan Kamu mencuri mimpi-mimpiku dan aku suka. — Saya rasa 90% novel ini merupakan kisah nyata Asma Nadia. Rania yang seorang penulis, latar belakang, keluarga, penyakit, kisah masa kecil, dan petualangannya sebagai jilbab traveler, adalah kisah sang penulis sendiri. Rangkaian diksinya kaya, alur maju mundur cantik, tips-tips traveling, serta quotes-quotes bertebaran di sepanjang cerita. Sayangnya, saya tak menemukan sesuatu yang memacu otak untuk berpikir keras mengurai penasaran. Rasanya seperti jalan-jalan santai menikmati keindahan alam. Tak ada kejutan yang membuat terbelalak. Sama sekali tak merasakan detak jantung berpacu cepat seperti sehabis lomba lari atau ketika bersua sang pujaan hati (ahay!). Tentang terkuaknya misteri sosok Chin Sun hanya menimbulkan sedikit letupan dan cepat sekali padam. Mungkin karena saya penyuka cerita semacam Pesantren Impian, novel ini tak memiliki kesan berarti. Saya agak terganggu dengan iklan produk sponsor yang disisipkan dalam cerita. Baik melalui dialog maupun narasi. Mengurangi keasyikan membaca. Dengan adanya nama dan gambar produk di bookmark, cover, dan beberapa halaman, menurut saya itu sudah lebih dari cukup.

  15. 5 out of 5

    Salma Salsabila

    Buku yang cukup tebal ini tetap seru dan menarik untuk dibaca Hanya saja yang kurang saya suka, sampulnya berisi iklan 😅 kadang sedikit mengganggu memang yaa Novel ini menceritakan kisah seorang Rania, anak yang tinggal di pinggiran rel kereta yang hobby membaca buku ingin menjadi pengembara seperti yang sering dikisahkan ayahnya "Ibnu Batutah" Rania kecil berharap kelak dirinya akan menjadi Ibnu Batutah untuk keluarganya, menapaki luasnya bumi Allah Dan bertemulah Rania dengan sosok Pria di Kor Buku yang cukup tebal ini tetap seru dan menarik untuk dibaca Hanya saja yang kurang saya suka, sampulnya berisi iklan 😅 kadang sedikit mengganggu memang yaa Novel ini menceritakan kisah seorang Rania, anak yang tinggal di pinggiran rel kereta yang hobby membaca buku ingin menjadi pengembara seperti yang sering dikisahkan ayahnya "Ibnu Batutah" Rania kecil berharap kelak dirinya akan menjadi Ibnu Batutah untuk keluarganya, menapaki luasnya bumi Allah Dan bertemulah Rania dengan sosok Pria di Korea ketika menghadiri sebuah festival. Hoby fotografi membuat keduanya semakin akrab dan sering hunting bareng. Karena sang Lelaki menjanjikan satu hal kepada Rania.

  16. 5 out of 5

    Nita Larasati

    Agaknya baca novel ini termasuk yang cukup lama mengumpulkan feelingnya setelah memulai. Jeda nya agak panjang. Entah karena bagian awalnya yang kurang 'greget' atau apa. Sepertinya, iya. Penggambaran tokohnya yang pada beberapa alur bagian agak maksa ya korelasinya. Tapi secara tulisan dan wawasan yang tersurat, overall cukup okelah. Sayangnya secara overall cerita: feeling nya kurang ngena. Sekadar cukup, itu saja. Agaknya baca novel ini termasuk yang cukup lama mengumpulkan feelingnya setelah memulai. Jeda nya agak panjang. Entah karena bagian awalnya yang kurang 'greget' atau apa. Sepertinya, iya. Penggambaran tokohnya yang pada beberapa alur bagian agak maksa ya korelasinya. Tapi secara tulisan dan wawasan yang tersurat, overall cukup okelah. Sayangnya secara overall cerita: feeling nya kurang ngena. Sekadar cukup, itu saja.

  17. 5 out of 5

    Husna Musa

    Waduh, suka bangat endingnya!!! Sampai air mata tiba-tiba tergenang kerana terlalu terharu. Entah kenapa, jadi emosional. ^^,' Novel yang diinspirasi daripada kisah nyata ini indah, informatif dan terkandung banyak pengajaran. Tentang travel, penulisan. Juga tentang keluarga, cinta dan cita-cita. Tak kurang disentuh soal pegangan dan agama. 좋아해! Waduh, suka bangat endingnya!!! Sampai air mata tiba-tiba tergenang kerana terlalu terharu. Entah kenapa, jadi emosional. ^^,' Novel yang diinspirasi daripada kisah nyata ini indah, informatif dan terkandung banyak pengajaran. Tentang travel, penulisan. Juga tentang keluarga, cinta dan cita-cita. Tak kurang disentuh soal pegangan dan agama. 좋아해!

  18. 4 out of 5

    Fitria Mayrani

    Banyak pesan sponsor, heuuuu

  19. 5 out of 5

    Dian Arta

    Suka banget, romantis, dan asyik.

  20. 5 out of 5

    Sn Hakimah

    I love this book. Mbak Asma made me fall in love with every inch of the story, writing styles and all of the quotes is lovely.

  21. 5 out of 5

    Imaas Lina

    This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here. Kamu mencuri mimpiku dan aku suka its not relate with me, i want us to have the same dreams!! Literally i love this books, everything bunda asma writed

  22. 4 out of 5

    Nur Shahida

    Tak pernah rasa sia-sia baca novel karya asma nadia

  23. 4 out of 5

    Riesna Zasly

    kronologi travelling yang memaparkan byk info setempat yang menarik, kaya budaya.. meski struktur cerita asalnya agak biasa

  24. 5 out of 5

    Puput

    DNF

  25. 5 out of 5

    Riza Wahyuni

    " kamu mencuri mimpi-mimpi ku dan aku suka " hyun geun . " kamu mencuri mimpi-mimpi ku dan aku suka " hyun geun .

  26. 5 out of 5

    Ariany Wisesa

    Jilbab traveller: Love sparks in Korea ini bercerita mengenai Rania, yang dengan keahliannya menulis kemudian berhasil berkeliling berbagai kota di banyak negara di dunia. tujuan utamanya berkeliling dunia adalah tidak lain untuk menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. meskipun keluarga berkeberatan untuk melepas kepergiannya karena Rania pergi tanpa ditemani mahram dan kondisi tubuhnya yang tidak selalu fit layaknya orang lain tidak menyurutkan keinginannya untuk berkeliling dunia. desakan kelua Jilbab traveller: Love sparks in Korea ini bercerita mengenai Rania, yang dengan keahliannya menulis kemudian berhasil berkeliling berbagai kota di banyak negara di dunia. tujuan utamanya berkeliling dunia adalah tidak lain untuk menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. meskipun keluarga berkeberatan untuk melepas kepergiannya karena Rania pergi tanpa ditemani mahram dan kondisi tubuhnya yang tidak selalu fit layaknya orang lain tidak menyurutkan keinginannya untuk berkeliling dunia. desakan keluarga untuk segera menikah agar pada saat traveling dia tidak sendirian juga tidak diindahkannya karena Rania memiliki alasan tersendiri yang dianggapnya dapat menghambat dirinya untuk berkeluarga. pada kunjungannya ke Nepal kemudian dia dipertemukan dengan pemuda Korea bernama Hyun Geun yang juga berlibur bersama temannya di Nepal. Pertemuan tidak terduga tersebut terjadi saat Hyun Geun menolong Rania yang saat itu sedang mengejar jabret yang mengambil tasnya. setelah pertemuan itu Rania secara tidak resmi bergabung bersama grup Hyun Geun, Alvin dan Jeong Hwa. di hari ketiga pertemanan mereka di Nepal, Hyun Geun tanpa sadar mengungkapkan perasaannya kepada Rania akan tetapi belum sempat dijawab atau ditanggapi Rania, Rania mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dunia sehingga dia segera kembali ke Indonesia. Sejak pertemuan terakhir mereka dan ungkapan perasaan Hyun Geun, pemuda itu menjadi tidak tenang karena apa yang dilakukannya dengan mengungkapkan perasaannya ke Rania bukanlah hal yang biasa dilakukannya bahkan Jeong Hwa yang sedari awal menyukai Hyun Geun pun tidak pernah mendapatkan respon dari Hyun Geun. Hyun Geun kemudian berhadap pada pertemuan antara dirinya dengan Rania nanti di Korea dalam rangka pelatihan penulis yang diikuti Rania dapat mengubah kembali hubungan pertemanan mereka. akan tetapi sejak kematian ayahnya, Rania seakan kehilangan semangat karena ayah yang selama ini mendukungnya untuk melakukan traveling telah tiada. mengetahui bahwa Rania tidak jadi berkunjung ke Korea membuat semangar Hyun Geun sempat menurun akan tetapi hal itu tidak meredupkan semangatnya untuk menjalin persahabatan dengan Rania. setiap harinya pemuda itu mengirimkan email foto yang berhasil diambilnya ke Rania disertai dengan kata kata penyemangat. Ibu Rania yang melihat anaknya kehilangan semangarmt kemudian mendorong Rania untuk tetap mengikuti pelatihan penulis yang ada di Korea. Kemudian atas desakan keluarga akhirnya Rania pergi juga ke Korea meskipun kepergiannya tersebut tidak diberitahukan kepada Hyun Geun. meskipun begitu, Rania kemudian kembali.dipertemukan dengan Hyun Geun di Korea. dan setelah itu persahabatan mereka berlanjut meskipun mendapatkan reaksi tidak senang dari Jeong Hwa. dari perasaan cemburu tersebut kemudian Jeong Hwa memberitahukan kepada Rania bahwa selama ini kenapa dia tidak berhasil mendapatkan hati Hyun Geun karena selama ini hanya ada 1 wanita dalam hati Hyun Geun. perasaan suka yang sempat ada di hati Rania kembali mentah karena dia menganggap terlalu banyak wanita yang ada di hidup Hyun Geun. sedangkan Rania sendiri juga memiliki penggemar, Ilhan yaitu tetangganya selama 8 tahun yang belum berani mengungkapkan perasaannya kepsa Rania. akan tetapi keberanian Ilhan muncul ketika mendengar kabar dari keluarga Rania bahwa Rania sedang dekat dengan seorang pemuda korea. hal itulah yang kemudian menguatkan tekad Ilhan untuk menyusul Rania ke korea dan melamarnya disana. kepada siapakah akhirnya Rania melabuhkan hatinya? siapakah Chin Sun yang membuat Hyun Geun tidak pernah memperdulikan wanita? mungkin bisa dijawab ketika anda membaca buku ini...ngk asik kan kalo saya kasi spoilernya... Love sparks in Korea adalah buku Asma Nadia yang kedua yang saya baca detrlah Assalamualaikum Beijing. Kali ini Asma Nadia kembali memasangkan heroine dengan pemuda dari Asia Timur. entah disengaja atau tidak, yang akan memerankan Hyun Geun kembali dilakoni oleh Morgan Oey yang kali ini memilih tampilan urakan yang meskipun saya tidak nonton assalamualaikum Beijing tapi saya pasti suka tampilan bad boy Morgan Oey dalam love sparks in korea ini. dalam buku ini juga diberikan tips untuk menjadi seorang traveller dan saya sangat menyimaknya karena sebagai salah satu bekal saya untuk bekeliling dunia. saya iri dengan banyak nya tempat yang telah dikunjungi heroini dalam buku ini yang meskipun hanya fiksi semata tapi membuat saya tambah bersemangat untuk menjadi traveller suatu hari nanti

  27. 4 out of 5

    Miftahul Jannah Nasution

    Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller-Ibnu Batutah Saya bukanlah seorang K-Popers yang dilanda demam Korea. Apalagi suka sama anggota boyband yang lebih cantik daripada saya wkwk, apalagi girlbandnya lebih cantik lagi, meski kadang itu hanya polesan bedah plastik, kecantikan artifisial. No, big NO. Jadi awalnya agak sangsi ketika ingin membaca novel ini. Tapi karena butuh bacaan ringan di akhir pekan UAS, jadilah mulai membaca novel ini. Eh, ternyata ketagihan men Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller-Ibnu Batutah Saya bukanlah seorang K-Popers yang dilanda demam Korea. Apalagi suka sama anggota boyband yang lebih cantik daripada saya wkwk, apalagi girlbandnya lebih cantik lagi, meski kadang itu hanya polesan bedah plastik, kecantikan artifisial. No, big NO. Jadi awalnya agak sangsi ketika ingin membaca novel ini. Tapi karena butuh bacaan ringan di akhir pekan UAS, jadilah mulai membaca novel ini. Eh, ternyata ketagihan meneruskannya sejak membaca dari halaman pertama. Hingga akhirnya selesai dalam beberapa jam :P Bukan kisah cinta roman picisan meeski judulnya ada embel-embel "love". Kita juga dibawa ke tempat-tempat indah di Korea, hingga ke salju abadi puncak Himalaya. Terselip juga tips traveling biar gak ribet, terutama buat muslimah berjibab. Termasuk dalam menyiasati keuangan dan makanan halal selama dalam perjalanan. Setiap perjalanan seharusnya memberikan pelajaran-pelajaran baru, cara pandang baru dalam melihat dunia. Rania Timur Samudra, gadis yang semasa kecilnya tinggal di rumah petak di dekat rel kereta api Gunung Sahari, memiliki mimpi untuk melihat keajaiban-keajaiban Allah di belahan dunia lain. Bumi dan segala isinya memang selalu menimbulkan rasa takjub. Tapi cinta yang Allah sematkan pada ruang kecil bernama hati, ternyata lebih meluapkan ketakjuban dan sensasi pada kemahabesaran-Nya. Dan Rania, dimanakah Allah menyiapkan titik perhentian bagi petualangannya? Apakah pada Hyun Geun, yang mengatakan bahwa Rania telah mencuri mimpi-mimpinya dan ia suka? Ataukah pada Ilhan, lak-laki yang fobia naik pesawat, lalu akhirnya menyusul Rania, terbang dari Jakarta-Seoul, selama 7 jam, menaklukkan rasa takutnya? Akhirnya, dari novel ini saya sadar bahwa kita harus sadar bahwa untuk hidup bersama dengan seseorang, kita butuh orang yang mendukung, bukan yang mematikan potensi. You need a couple of wings to fly. Dan Hummingbird punya sifat alami ingin selalu terbang. Lalu, kalau dimiliki oleh tuan yang ingin mengurungnya dalam sangkar emas, menderitalah ia. Jangan bicara cinta pada burung-burung sebelum kau yakin tumbuh sayap yang menerbangkan hasratmu pada cinta-Nya. Selamat membaca! Depok, 18 Desember 2015

  28. 4 out of 5

    Selestin Nisfu

    Bukunya bagus yaa.. memotivasi bgt buat belajar dan mengenali lingkungan sekitar, dan entah percaya aja sama pemilik skenario untuk menerima takdir disetiap perjalanan.. Menurut pandangan pribadi aku, buku ini kasih referensi bacaan dan pengetahuan islam. Jadi penasaran sama kisahnya Ibnu Batuttah, "Travelling meninggalkan kamu dengan kondisi tidak mampu berkata apapun (kagum dengan karya Allah), tapi kemudian travelling menjadikanmu seorang pencerita (kamu akan share pengalaman dan betapa indah Bukunya bagus yaa.. memotivasi bgt buat belajar dan mengenali lingkungan sekitar, dan entah percaya aja sama pemilik skenario untuk menerima takdir disetiap perjalanan.. Menurut pandangan pribadi aku, buku ini kasih referensi bacaan dan pengetahuan islam. Jadi penasaran sama kisahnya Ibnu Batuttah, "Travelling meninggalkan kamu dengan kondisi tidak mampu berkata apapun (kagum dengan karya Allah), tapi kemudian travelling menjadikanmu seorang pencerita (kamu akan share pengalaman dan betapa indahnya tempat yang kamu kunjungi). Tau beda travelling dengan wisatawan? Aku belum menjadi diantara keduanya, tapi jadi tau perbedaan keduanya. Travelling itu kita pergi dan belajar bermasyarakat di tempat yang kita kunjungi, kita menikmati kehidupan alamnya, dan juga sosialnya. Sementara wisatawan, fokus kepada keindahan alam, untuk menikmati alam. Kemudian identitas. Jangan lantas menjadikan diri kita di tempat yang berbeda ikut menjadi berbeda. Identitas diri perlu dibawa, tapi tetap hormati adat istiadat lokasi yang dikunjungi. Bersyukur. Sekilas rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi coba perhatikan rumput sendiri. Ini yang pesan dari buku ini.. Rezeki setiap orang berbeda. Ketika kamu lihat kesuksesannya, tapi kamu tidak lihat darah dan peluh perjuangannya? :) Dendam positif. Aku percaya, ketika diri kita direndahkan atau dilukai hatinya, hemm.. atau merasa terluka. Cara paling baik membalas luka itu bukan dengan kebencian, apalagi dendam. Kecuali dendam yang memacu kita untuk jadi lebih baik dari si pemberi luka. Takdir. Pecaya aja.. jadi bahas amanah novel ini.. yaps tapi itu sih yang aku suka dari buku ini.. Monggo bagus kok.. Makasih ya udah menulis buku ini untuk Bunda Asma Nadia..^^

  29. 4 out of 5

    Nurul Akuan

    Novel romantis islami termanis dari (bunda) Asma Nadia. Tentang muslimah traveler pemilik sejuta mimpi, yang menyadari betapa dunia penuh warna dan keajaiban ketika ia dihadapkan pada ujian cinta. MENCINTAI ATAU DICINTAI? Walaupun disini Rania tidak mau bersentuhan bahkan menatap lawan jenis yang belum'halal', pembaca tetap dapat merasakan romantisme dari kedua tokoh dengan cara pandang mereka masing-masing. Saat khawatir, cemas, cemburu dan rasa minder. Plotnya bikin gereget dengan memenangkan Novel romantis islami termanis dari (bunda) Asma Nadia. Tentang muslimah traveler pemilik sejuta mimpi, yang menyadari betapa dunia penuh warna dan keajaiban ketika ia dihadapkan pada ujian cinta. MENCINTAI ATAU DICINTAI? Walaupun disini Rania tidak mau bersentuhan bahkan menatap lawan jenis yang belum'halal', pembaca tetap dapat merasakan romantisme dari kedua tokoh dengan cara pandang mereka masing-masing. Saat khawatir, cemas, cemburu dan rasa minder. Plotnya bikin gereget dengan memenangkan salah satu tokoh pada chapter pertama. Tambah gereget lagi karena identitas tokoh Chin Sun yang disembunyikan diawal-awal cerita. Membuat saya tidak ikhlas sebagai pendukung Rania di novel ini wkwkkk. Penulis juga kembali mengingatkan pembaca dengan mengemas beberapa nasehat-nasehat islami-inspiratif dengan cara khasnya tersendiri. Bahasanya enak dibaca. pokoknya sukaaa sukaaa. Semoga menyusul jilbab traveler the novel seri lainnya.

  30. 4 out of 5

    Siti Awaliyah

    "If somebody really loves you, he/she will know and remember every single detailed thing that happened to you" Tokoh Hyun Geun di buku ini "too good to be true" buat saya, dan kisah antara Hyun Geun dan Rania pun demikian. Namun, buku ini tidak hanya menceritakan tentang kisah perjalanan cinta dan kasih sayang Rania, Ilhan, dan Hyun Geun, melainkan juga memaparkan kisah keluarga Rania yang penuh perjuangan hingga akhirnya berhasil membuahkan sesuatu yang manis seiring berjalannya waktu. Menjelask "If somebody really loves you, he/she will know and remember every single detailed thing that happened to you" Tokoh Hyun Geun di buku ini "too good to be true" buat saya, dan kisah antara Hyun Geun dan Rania pun demikian. Namun, buku ini tidak hanya menceritakan tentang kisah perjalanan cinta dan kasih sayang Rania, Ilhan, dan Hyun Geun, melainkan juga memaparkan kisah keluarga Rania yang penuh perjuangan hingga akhirnya berhasil membuahkan sesuatu yang manis seiring berjalannya waktu. Menjelaskan kokohnya ikatan darah dalam keluarga, saling menyemangati dan menguatkan satu dengan lainnya. Ada sesuatu yang agak sedikit mengusik saya dari buku ini, yah seperti film-film Indonesia yang sekarang mulai disisipi iklan produk-produk tertentu dalam scene tertentu... Nah di buku ini pun banyak diselipi iklan-iklan sponsor dari buku ini di untaian ceritanya hehehe :D

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.