web site hit counter Love Rebound - Ebooks PDF Online
Hot Best Seller

Love Rebound

Availability: Ready to download

Banyak orang yang pengin jadi anak basket biar dicap keren dan popular. Punya badan sehat, dielu-elukan fans ketika bertanding, memiliki banyak temen sepermainan, dan yang paling penting nih…, digilai cewek-cewek! Buat Satria—si anak basket rabun ayam—, permainan bola itu sudah jadi prinsip hidup. Passing feeling aliasn oper baperan sudah biasa, three point untuk urusan hub Banyak orang yang pengin jadi anak basket biar dicap keren dan popular. Punya badan sehat, dielu-elukan fans ketika bertanding, memiliki banyak temen sepermainan, dan yang paling penting nih…, digilai cewek-cewek! Buat Satria—si anak basket rabun ayam—, permainan bola itu sudah jadi prinsip hidup. Passing feeling aliasn oper baperan sudah biasa, three point untuk urusan hubungan jarak jauh pernah dilakukan, sekadar rebutan rebound hati gebetan sih berani saja, dan kebiasaan di-block saat shooting membuatnya lebih tabah ketika ditolak cewek. Namun, semua itu tidak menyelamatkan derita jomblo; hati satria belum mendapatkan point. Teknik dan taktik apa lagi yang harus dijalaninya untuk mencetak angka? Terus berusaha dan jangan sampai fouled out, ya!


Compare

Banyak orang yang pengin jadi anak basket biar dicap keren dan popular. Punya badan sehat, dielu-elukan fans ketika bertanding, memiliki banyak temen sepermainan, dan yang paling penting nih…, digilai cewek-cewek! Buat Satria—si anak basket rabun ayam—, permainan bola itu sudah jadi prinsip hidup. Passing feeling aliasn oper baperan sudah biasa, three point untuk urusan hub Banyak orang yang pengin jadi anak basket biar dicap keren dan popular. Punya badan sehat, dielu-elukan fans ketika bertanding, memiliki banyak temen sepermainan, dan yang paling penting nih…, digilai cewek-cewek! Buat Satria—si anak basket rabun ayam—, permainan bola itu sudah jadi prinsip hidup. Passing feeling aliasn oper baperan sudah biasa, three point untuk urusan hubungan jarak jauh pernah dilakukan, sekadar rebutan rebound hati gebetan sih berani saja, dan kebiasaan di-block saat shooting membuatnya lebih tabah ketika ditolak cewek. Namun, semua itu tidak menyelamatkan derita jomblo; hati satria belum mendapatkan point. Teknik dan taktik apa lagi yang harus dijalaninya untuk mencetak angka? Terus berusaha dan jangan sampai fouled out, ya!

33 review for Love Rebound

  1. 4 out of 5

    Acipa

    Read more: http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2... “Love is the constant passenger in my train of thoughts. And I am heading towards your station.” (hal. 205) Judul: Love Rebound Penulis: Satria Ramadhan Sofyan Penerbit: Bukune Editor: Moh. Rido Proofreader: Irsyad Zulfahmi Desain sampul: Ayu Widjaja Penata letak: Erina Puspitasari Tebal: 220 halaman Harga: Rp. 47.000,- Rating: ★★★☆ Siapa bilang semua pemain basket punya kehidupan yang seru dan menegangkan dalam cerita cintanya? Nggak ada yang bilang sih, Read more: http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2... “Love is the constant passenger in my train of thoughts. And I am heading towards your station.” (hal. 205) Judul: Love Rebound Penulis: Satria Ramadhan Sofyan Penerbit: Bukune Editor: Moh. Rido Proofreader: Irsyad Zulfahmi Desain sampul: Ayu Widjaja Penata letak: Erina Puspitasari Tebal: 220 halaman Harga: Rp. 47.000,- Rating: ★★★☆ Siapa bilang semua pemain basket punya kehidupan yang seru dan menegangkan dalam cerita cintanya? Nggak ada yang bilang sih, intermezzo aja :P Adalah Satria Ramadhan, si anak basket rabun ayam yang punya kisah cinta ala tarik ulur. Baginya, basket bukan sekadar olahraga dan hobi, tapi juga sudah menjadi prinsip yang diterapkan dalam hidup. Rebound effects only works in basketball not in relationships. (hal. 112) Semua cerita dituangkannya dalam 11 bab yang nggak jauh-jauh bercerita soal teknik-teknik dalam permainan bola basket. Istilah-istilah kayak rebound, fouled out, three point, blocking, nggak bakal kerasa asing lagi lewat penyampaian Kak Satria ini. Yah, intinya cerita cinta dia nggak jauh-jauh sama teknik bola basket tadi, harus coba rebound biar dapat three point, eh dapatnya malah kena blocking. Apes! Cerita dibuka dengan kisah pacarnya bernama Niki yang berakhir putus karena dianggapnya terlalu posesif. Di bab selanjutnya, nggak kalah seru Bang Satria cerita soal mamanya, teman baru kampusnya, tragedi pembegalan, gebetan bermula dari twitter, perjuangan cinta, sampai pada akhirnya dia bisa menemukan stasiun terakhir. Mencintai, bukan berarti memiliki sepenuhnya. Maka, ketika kamu mencintai seseorang, jangan terlalu mengekangnya, layaknya pasir dalam genggaman. Semakin kuat kamu menggenggamnya, maka justru semakin banyak pasir yang keluar melalui sela-sela jemarinya. Biarlah cinta berada di sisinya. Jangan terlalu menuntut lebih. (hal. 15) Boleh dibilang, bagian yang menceritakan mamanya adalah bagian yang paling aku suka. Mamanya gokil ya, apa-apa pasti disangkutpautkan soal setan. Badan Kak Satria biru-biru, katanya dijilatin setan. Dia telat bangun pagi, bilangnya diselimutin setan. Belum kalau udah cerita soal caranya beliau ngusir ‘setan-setan’ itu dari badannya Kak Satria, seru! “Anak jangan dikurung terus, kayak ayam dikandangin. Nanti begitu lepas, kaget. Nanti malah pergi ke mana-mana.” (hal. 21) Odi, teman dekat di kampus Kak Satria juga cukup berkontribusi banyak dalam buku ini. Masih juga bercerita seputar love story, kayak putus dari mantan, rasanya LDR, sampai perjuangan-perjuangan untuk bisa dapat rasa nyaman. Ugh, pokoknya anak basket yang jago sekalipun kadang bisa telak kalau udah ngomongin cinta. “Lo tahu, kan, kesetiaan akan selalu dikalahkan oleh keberadaan, kehadiran, dan keadaan.” (hal. 42) Unsur komedi cukup aku dapatkan dari buku ini, nggak kerasa lebay tapi juga nggak garing. Tapi hati-hati aja sih, dimulai dari bab 8 sampai bab 11, bisa jadi Kak Satria nulisnya sambil baper, alhasil aku yang bacanya pun ikut-ikutan baper. Baper-fever! Kami selalu bersama tapi tak menggenggam hati yang sama. Mungkin kami tak lebih dari sebatas teman. Kalau diibaratkan, gue seperti pemain basket yang sedang meliak-liuk di baris pertahanan musuh. Namun, ketika berhasil melampaui musuh dan pengin finishing, gue di-block. Bola terpental jatuh. Hati gue juga. (hal. 132) Soal teknis dari bukunya sendiri, cukup baik untuk sebuah buku perdana. Meski kadang sesekali risi juga membaca capslock yang menunjukkan ekspresi berteriak. Typo satu-dua pasti ada, tapi toh nggak ngurangin unsur seru cerita. Dan aku juga heran sama kalimat berikut ini, Nggak mungkin banget gue jawab, “Aaaak, iya! Dia cucwook, ya, bwok! Endues bambang keleus, ya, bwok kalau jadi pacarnya!” (hal. 185). Jangan-jangan dia berguru ke pakar ahlinya atau bahkan... orang se-gentle Kak Satria, bisa memunculkan karakter aslinya? Haha... Patah hati kadang membuat seseorang melakukan sesuatu yang dia sendiri nggak ngerti. (hal. 160) Seseorang yang baru patah hati harus menyembuhkan luka sebelum jatuh cinta lagi kepada orang lain. (hal. 209) Overall, buku ini mengajarkan hikmah banget. Soal bola basket yang jadi prinsip hidup, dibaper-baperin untuk memaknai hidup Kak Satria. Kadang jadi anak basket itu bukan untuk keren, seringkali mereka menganggap bola basket itu lebih pengertian dari pacarnya. “Gue pengin deh kayak kereta, biar bisa melaju tanpa ada yang ngehalangi. Biar bisa melaju tanpa ada rasa takut sedikit pun sampai tujuannya. Stasiun terakhir.” (hal. 188) by.asysyifaahs(◕‿◕✿) Read more: http://asysyifaahsbook.blogspot.com/2...

  2. 5 out of 5

    Pingkan

    Gue beli buku ini waktu itu gara-gara demen ama bang Satrianya sih, manis sih doii berkacamata pula!! Uuuuunch (abaikan). Nah waktu itu doi ngadain fan meeting gitu di Gramedia Depok, tapi syaratnya kudu bawa buku doi, yasudah gue beli dulu dah. Ehtapiiiiii...bukunya kan bergenre humor, tapi garing mampooos masa menurut gue. Yah gimana lagi yah, biar dapet foto dan ttd doi, yaudahlah gapapa. Gue pribadi ga rekomen sih :') Sorii bang Sat Gue beli buku ini waktu itu gara-gara demen ama bang Satrianya sih, manis sih doii berkacamata pula!! Uuuuunch (abaikan). Nah waktu itu doi ngadain fan meeting gitu di Gramedia Depok, tapi syaratnya kudu bawa buku doi, yasudah gue beli dulu dah. Ehtapiiiiii...bukunya kan bergenre humor, tapi garing mampooos masa menurut gue. Yah gimana lagi yah, biar dapet foto dan ttd doi, yaudahlah gapapa. Gue pribadi ga rekomen sih :') Sorii bang Sat

  3. 5 out of 5

    Kaluki Lukari

    Selesai baca buku ini dalam satu hari. Cukup menghibur. Tapi agak percaya ga percaya kalo novel ini berdasarkan pengalaman asli.. hehehe

  4. 5 out of 5

    Teges Achmad

  5. 5 out of 5

    Doni Jaelani

  6. 4 out of 5

    Cindy Joviand

  7. 5 out of 5

    Fikri Ghozali

  8. 4 out of 5

    Nur Jayadi

  9. 5 out of 5

    Amiveadera

  10. 5 out of 5

    Desyiratnaayu

  11. 4 out of 5

    Kukuh Kurniawan

  12. 5 out of 5

    Fikri Ghozali Basalamah

  13. 5 out of 5

    Refil Better

  14. 4 out of 5

    Annisa Aprilia

  15. 5 out of 5

    Satria Ramadhan

  16. 5 out of 5

    Neni Safitri

  17. 5 out of 5

    Adhie Fahmi

  18. 4 out of 5

    2moonsreader

  19. 4 out of 5

    Indra Widjaya

  20. 4 out of 5

    Christa Qonaah

  21. 5 out of 5

    Devi R. Ayu

  22. 4 out of 5

    Emmanuell Reza Kaendo

  23. 5 out of 5

    Indahcp

  24. 4 out of 5

    Khusnul Khotimah

  25. 5 out of 5

    Fahma Ainurrizka

  26. 4 out of 5

    Elita Ambarry

  27. 5 out of 5

    Andrea Sitohang

  28. 5 out of 5

    Nurul Fikriyyah

  29. 5 out of 5

    Fadhilah

  30. 4 out of 5

    Adaw Nisa

  31. 4 out of 5

    Sari

  32. 5 out of 5

    Rizky Vilda

  33. 4 out of 5

    Dessyani Afrina

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.