web site hit counter With You - Ebooks PDF Online
Hot Best Seller

With You

Availability: Ready to download

365 hari dalam setahun, 24 jam dalam sehari. Di antara semua waktu yang kita punya, kau sengaja memilih hari itu. keluar dari mimpi indah, lalu hadir dalam hidupku... sebagai cinta yang selama ini aku tunggu. WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam 365 hari dalam setahun, 24 jam dalam sehari. Di antara semua waktu yang kita punya, kau sengaja memilih hari itu. keluar dari mimpi indah, lalu hadir dalam hidupku... sebagai cinta yang selama ini aku tunggu. WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.


Compare

365 hari dalam setahun, 24 jam dalam sehari. Di antara semua waktu yang kita punya, kau sengaja memilih hari itu. keluar dari mimpi indah, lalu hadir dalam hidupku... sebagai cinta yang selama ini aku tunggu. WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam 365 hari dalam setahun, 24 jam dalam sehari. Di antara semua waktu yang kita punya, kau sengaja memilih hari itu. keluar dari mimpi indah, lalu hadir dalam hidupku... sebagai cinta yang selama ini aku tunggu. WITH YOU adalah Gagas Duet, novella dari dua penulis GagasMedia: Christian Simamora dan Orizuka. Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja.

30 review for With You

  1. 5 out of 5

    Ayu Yudha

    "Turun di sini aja yuk.. Macet banget, mending jalan kaki sebentar. Cuma gerimis kok." "Boleh, daripada gak gerak di sini sih." Tak lama, kami pun berlari kecil menyeberangi jalan besar itu. Sepertinya hanya aku yang mengingat percakapan di atas, hingga sekarang. Tidak butuh ingatan yang kuat, mungkin karena memang sudah takdirnya untuk melekat erat. Dan memang benar, tidak ada yang tahu ke mana jalan hidup akan terbawa oleh langkah yang kita buat, termasuk aku. Hari itu, aku tidak tahu bahwa jalan "Turun di sini aja yuk.. Macet banget, mending jalan kaki sebentar. Cuma gerimis kok." "Boleh, daripada gak gerak di sini sih." Tak lama, kami pun berlari kecil menyeberangi jalan besar itu. Sepertinya hanya aku yang mengingat percakapan di atas, hingga sekarang. Tidak butuh ingatan yang kuat, mungkin karena memang sudah takdirnya untuk melekat erat. Dan memang benar, tidak ada yang tahu ke mana jalan hidup akan terbawa oleh langkah yang kita buat, termasuk aku. Hari itu, aku tidak tahu bahwa jalan yang kami seberangi, akan kerap kali menyaksikan derai tawa kami di kesempatan berikutnya. Aku juga tidak tahu, bahwa macet dan gerimis akan seringkali menemani malam-malam kami selanjutnya. Aku pun tidak terpikir, bahwa langkah kami akan berdampingan menyusuri jalan-jalan lain. "Mau di sini sampai gerimis selesai, atau melipir nonton aja nih? Bakal awet gerimisnya." "Hmm, nonton aja yuk. Kayaknya ada yang bagus deh." "Yaudah, yuk. Tapi sampe malem banget loh.." Aku pun menarik kedua ujung bibirku seraya mengangguk, dan kami pun meneruskan perjalanan ke tempat berikutnya. Dan hari itu pun berlalu. Sehari bersamanya. Yang tanpa pernah terpikir, akan membuatku mau menghabiskan seluruh hari-hariku seterusnya. Bersamanya.

  2. 4 out of 5

    Christian

    My ninth book. Hope you will like it. x, christian simamora

  3. 4 out of 5

    OceMei Belikova♥

    With You adalah gagas duet yang paling kutunggu-tunggu. Karena sudah hapal dan suka gaya menulis dari kedua penulis ini aku jadi nggak ragu buat beli buku ini. Buku ini dimulai dari cerita Cinderella Rockefella, yang ditulis oleh C.S. Haven't I mentioned yet kalau baca tulisannya C.S aku bisa senyum-senyum sendiri? Tulisannya ringan, seputar kehidupan kota metropolitan, dan sexy. Ya, tulisan C.S sexy dan mungkin akan selalu sexy.hehehe. Tapi mungkin itulah ciri khasnya and I love it :) Cindy With You adalah gagas duet yang paling kutunggu-tunggu. Karena sudah hapal dan suka gaya menulis dari kedua penulis ini aku jadi nggak ragu buat beli buku ini. Buku ini dimulai dari cerita Cinderella Rockefella, yang ditulis oleh C.S. Haven't I mentioned yet kalau baca tulisannya C.S aku bisa senyum-senyum sendiri? Tulisannya ringan, seputar kehidupan kota metropolitan, dan sexy. Ya, tulisan C.S sexy dan mungkin akan selalu sexy.hehehe. Tapi mungkin itulah ciri khasnya and I love it :) Cindy Tan, model papan atas yang menjadi idaman para pria, pernah mengecap rasa patah hati akibat tidak bisa berkomitmen. Belum bisa melupakan masa lalu sepenuhnya, Cupid mempertemukannya dengan Jere, model laki-laki yang memiliki bentuk tubuh yang tak bisa dilewatkan dengan hanya sekali pandang. Ketika diajak buat dinner bareng, Cindy dengan cepatnya menolak. Berlama-lama berada di tempat yang sama dengan Jere hanya membuat Cindy kepanasan, ingin kipas-kipas, dan jantung berdebar-debar tak karuan. But guess what? Cindy say yes. . . . Sunrise, ditulis oleh Orizuka, bercerita tentang Lyla, saudara sepupu Cindy yang masih hidup dalam bayang-bayang pria yang ia pacari selama 4 tahun belakangan ini. Hanya perlu kurang dari dua menit untuk mengucapkan kata 'kita putus' tapi butuh berpuluh-puluh hari, mungkin bulan, untuk melupakan sosok dan kenangan bersamanya. Bahkan setelah putus, yang ingin kita lakukan hanya mengubur memori-memori itu, berharap bahwa kita pada akhirnya bisa melupakan semuanya, tapi kenangan itu selalu muncul hingga kita menyerah dan berhenti berusaha untuk melupakan. Mereka bilang, time will heal. Tapi itu semua terdengar nyaris tidak mungkin ketika kita masih sering bertemu dengannya. Lyla ingin melupakan Juna dengan berlibur ke Karimunjawa tapi siapa yang mengira disana ia malah bertemu dengan Juna. Juna yang pernah mengisi ruang dan waktunya selama 4 tahun. Lyla dan Juna sama-sama mencintailaut dan segala isinya. Kecintaan tersebut membuat mereka menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang lebih terhadap satu sama lain. Tapi kita ketika mereka dipisahkan oleh jarak, semua hal tak terduga terjadi, termasuk putus. . . Sekarang setelah mereka dipertemukan kembali, apa yang harus Lyla lakukan? Move on atau sebaliknya?

  4. 4 out of 5

    Aya Murning

    Novella dari seri Gagas Duet ini berisi dua cerita berbeda yang masih punya benang merah yang sama. Cerita pertama berjudul CINDERELLA ROCKEFELLA dari Christian Simamora dan cerita kedua berjudul SUNRISE dari Orizuka. Pada cerita pertama, tokoh utamanya adalah Cindy Tan, seorang supermodel sukses yang belum memiliki cinta, sedang di cerita kedua tokoh utamanya adalah Lyla yang tak lain adalah sepupu Cindy yang sangat suka dengan ikan dan laut. Meski tokohnya saling berhubungan, tetapi mereka pun Novella dari seri Gagas Duet ini berisi dua cerita berbeda yang masih punya benang merah yang sama. Cerita pertama berjudul CINDERELLA ROCKEFELLA dari Christian Simamora dan cerita kedua berjudul SUNRISE dari Orizuka. Pada cerita pertama, tokoh utamanya adalah Cindy Tan, seorang supermodel sukses yang belum memiliki cinta, sedang di cerita kedua tokoh utamanya adalah Lyla yang tak lain adalah sepupu Cindy yang sangat suka dengan ikan dan laut. Meski tokohnya saling berhubungan, tetapi mereka punya cerita masing-masing di sini. Dari beberapa novella Gagas Duet yang sudah pernah kubaca, With You adalah salah satu yang paling aku suka karena aku juga menyukai kedua ceritanya. Berbeda konflik, namun tetap berkesinambungan dan ceritanya tidak membosankan bagiku. 4 stars (again) for Gagas Duet project ;) Entah kenapa kali ini malah lebih pro ke tulisannya Bang CS. Padahal biasanya yang Mbak Orizuka lebih ngena di hati. mungkin karena ceritanya di sini bersanding berdua, jadi kalo di-compare menurutku yang lebih punya greget adalah cerita dari Bang CS. Apalagi banyak disumpelin sama hal-hal humoris yang bikin saya ketawa tiba-tiba. and I'm in love with Jere. oke juga tuh ide untuk meng-upgrade perasaan suka menjadi cinta. :D Untuk review lengkapnya bisa dibaca di sini https://murniaya.wordpress.com/2016/0...

  5. 4 out of 5

    Afifah

    Mungkin karena terlalu high expectation sama novel ini setelah baca-baca reviewnya di GR, saya kurang merasa begitu puas sama novel ini. This book was just 'okay' for me, instead of 'awesome' like I was thought before, mengingat penulis-penulisnya bukanlah penulis-penulis kemaren siang (atau sore ya??). Entah apa tepatnya yang membuat saya kurang begitu puas, sejujurnya saya sendiri kurang tahu (loh?), hanya saja selesai membaca novel ini malah membuat saya mengerutkan kening dengan galau (hadoh Mungkin karena terlalu high expectation sama novel ini setelah baca-baca reviewnya di GR, saya kurang merasa begitu puas sama novel ini. This book was just 'okay' for me, instead of 'awesome' like I was thought before, mengingat penulis-penulisnya bukanlah penulis-penulis kemaren siang (atau sore ya??). Entah apa tepatnya yang membuat saya kurang begitu puas, sejujurnya saya sendiri kurang tahu (loh?), hanya saja selesai membaca novel ini malah membuat saya mengerutkan kening dengan galau (hadoh!). Mungkin karena ceritanya terlalu pendek, atau karena keseluruhan cerita hanya menguraikan satu hari yang terjadi, sehingga kesannya jadi nanggung en nggantung, serta agak-agak terlalu maksa. Waaay too good to be true. Tapi walaupun saya memberikan nilai yang sama antara Gagasduet yang ini dan yang judulnya Bittersweet Love, saya lebih memilih novel ini seandainya disuruh memilih.

  6. 5 out of 5

    Stefanie Sugia

    With You adalah GagasDuet ke-6 yang aku baca; dan saat membaca nama kedua penulis untuk GagasDuet kali ini, aku amat sangat bersemangat dan menaruh ekspektasiku setinggi mungkin. Christian Simamora dan Orizuka adalah dua penulis yang telah berhasil menjadi penulis lokal favoritku, dan untungnya GagasDuet kali ini tidak mengecewakan. Bagi para penggemar tulisan Christian Simamora dan Orizuka, kalian bisa kembali menikmati gaya tulisan mereka yang benar-benar bertolak belakang di buku ini. With Yo With You adalah GagasDuet ke-6 yang aku baca; dan saat membaca nama kedua penulis untuk GagasDuet kali ini, aku amat sangat bersemangat dan menaruh ekspektasiku setinggi mungkin. Christian Simamora dan Orizuka adalah dua penulis yang telah berhasil menjadi penulis lokal favoritku, dan untungnya GagasDuet kali ini tidak mengecewakan. Bagi para penggemar tulisan Christian Simamora dan Orizuka, kalian bisa kembali menikmati gaya tulisan mereka yang benar-benar bertolak belakang di buku ini. With You, terdiri dari dua kisah yang berbeda, bukan kisah yang berkelanjutan. Akan tetapi, tema yang diangkat oleh kedua cerita itu sama dan karakter yang bercerita di kisah pertama berhubungan dengan karakter yang bercerita di kisah kedua. Baca review selengkapnya di: http://thebookielooker.blogspot.com/2...

  7. 5 out of 5

    Siti Robiah A'dawiyah

    Satu hari yang merubah segalanya,.. I like it,.

  8. 4 out of 5

    Bagus Tito

    Suka tapi nggak begitu terpesona. Christian Simamora sama Orizuka bukan termasuk dalam daftar penulis yang gue sukain gaya menulisnya.

  9. 4 out of 5

    Linna - Adlina Haezah -

    Setelah baca ternyata aku tahu kalau maksud dari kolaborasi di novel ini adalah si Christian Simamora dan Orizuka membuat dua cerita yang berlainan tapi sekaligus berhubungan. Waah.. entah kenapa ini membuatku lebih mudah untuk membandingkan keduanya. Tentu saja karena keduanya punya karakter dan gaya bahasa masing-masing. Aku belum pernah baca bukunya simamora, ini baru yang pertama. Pertama kali aku baca di awal dan nggak sempat menilik bahwa judul pertama full tulisannya simamora aku udah mula Setelah baca ternyata aku tahu kalau maksud dari kolaborasi di novel ini adalah si Christian Simamora dan Orizuka membuat dua cerita yang berlainan tapi sekaligus berhubungan. Waah.. entah kenapa ini membuatku lebih mudah untuk membandingkan keduanya. Tentu saja karena keduanya punya karakter dan gaya bahasa masing-masing. Aku belum pernah baca bukunya simamora, ini baru yang pertama. Pertama kali aku baca di awal dan nggak sempat menilik bahwa judul pertama full tulisannya simamora aku udah mulai ngerasa beda antara tulisan orizuka yang biasanya aku baca. Simamora banyak memberikan slang words di ceritanya. Nggak keberatan sih, tuh dia menyesuaikan sama karakter yang di ceritakan dalam buku tersebut. Tapi terlalu... emmm... too much. Mungkin membaca buku itu sama seperti nyari makanan. Ada seleranya. Tulisan dan gaya bahasa simamora sebenarnya nggak terlalu membebaniku, tapi bukan seleraku untuk menjadikan tulisannya to be my favorite one . Aku juga nggak bisa lepas dari bayang-bayang kalo yang nulis itu cowok, tapi entah kenapa itu membuatku secara tidak sadar jadi mengambil semua sudut pandang dari sudut pandang cowok.Jujur aja aku lebih suka sama novel-novel cinta yang pengarangnya cewek, bukannya gak bagus kalo yang ngarang cowok ya, cuma aku jadi serasa tau gitu apa yang dipikirin cowok tentang wanita dan itu bikin aku yang... waaah, berarti bukan aku nih. Sedangkan kalo yang nulis wanita, aku jadi serasa sealiran karena yang ditulis hampir bisa dipastikan adalah full imajinasi dan harapan tinggi tentang cinta. Mungkin terasa seperti dongeng, tapi biasanya itu membuatku merasa bahwa ada banyak wanita yang berfikiran serupa. Kira-kira begitulah. Ini pandangan secara subjektif, bukan karena ceritanya nggak bagus lho. Cerita yang di tulis simamora sebenarnya bisa membuatku suka, kalau saja di dalamnya tidak melulu soal fisik. Itu emang bikin aku deg-degan,tapi dalam artian lain. Emosi dan perasaannya nggak bisa ikut nyampur melainkan cuma sekadar gairah dan nafsu aja. Aku tahu bukan itu maksud dan cerita yang ingin diceritakan. Aku justru menangkap sepenuhnya bahwa novel ini sebenarnya ingin memberitahu para pembaca bahwa cinta padangan pertama 'sebagai pasangan yang tepat' itu ada. Dalam arti yang sesungguhnya, benar-benar mencintai. Seru sih percakapannya apalagi setelah temannya datang rasanya jadi humor2 gimanaa gitu, apalagi waktu aibnya disebar-sebarin. Lucu dan aku bisa mengikuti percakapannya dengan baik. Tapi kalo secara emosional tetep kurang. Wajar sih orang kan ceritanya cuma sehari jadi ya rasanya nggak terlalu wah banget sih ya. Untuk keseluruhan alurnya, menurutku sih konfliknya datar, seru diisi percakapan tapi nggak ada yang bikin aku ngerasa tertantang gitu sama tokohnya, kalo klimaksnya... entahlah apakah ada klimaksnya. Ada mungkin,tapi lagi-lagi tidak secara emosional. Meski begitu, cerita ini ada kemungkinan untuk bisa di lanjutkan secara lebih menarik. Cindy dan Jere bertemu dalam waktu sehari. Hanya sehari doang. Dan aku adalah tipe orang yang tidak terlalu suka dengan ide seperti itu. Mungkin prejudge di kepalaku yang nggak bisa percaya adanya cinta macam itu. Aku baru percaya takdir dari adanya 'kebiasaan'. Gagasan ini bikin aku berharap untuk mempercayai hal itu. Rasanya aku ingin membuat pengecualian dari cerita yang disajikan disini. Kedua karakter dicerita simamora sebenarnya memungkinkan adanya kepercayaan itu. Tapi sayangnya aku nggak dapet kesan itu bahkan sampai akhir cerita. Entah kenapa, aku merasa bahwa itu seperti baru awalnya saja mereka bertemu. Cerita ini memerlukan konflik lain yang bikin kita yakin bahwa mereka ini di takdirkan, karena di part-nya si simamora - beneran- cuma tentang hal-hal yang intens. Yah, mau gimana lagi sih, tuh mungkin jumlah halaman emang cuma segitu jadi nggak bisa di ekspos lebih dalam. Setelah membacanya, sebenarnya yang muncul di benakku adalah, 'segitu doang nih?'. Aku ingin lihat lebih dalam tentang hubungan mereka, apakah akan tetap selancar ini bahkan kalau karakter Jere ini nantinya ketemu cewek yang sama-sama atau lebih hot dari cindy. Bagaimana caranya mengatasi konflik macam itu? Aku penasaran. Dan malah jadinya novel 'divortiare' ika natassa ikut-ikutan nampil di kepalaku. Di novel itu juga di ceritakan bagaimana kedua tokohnya bertemu dengan cara yang mudah, tapi tuh akhirnya malah bercerai. Intinya. Untuk part simamora ini, aku merasa bahwa ceritanya sebenarnya belum selesai. Beralih ke ceritanya orizuka yang sunrise. WAAAAHHHH... CERITA INI CERITA PALING ROMANTIS YANG pernah ORIZUKA TULIS sampai saat ini. Romantis banget walaupun pendek! Idenya orizuka klise, cerita dan adegannya juga ringan, klise semua. Cuma tentang cowok dan cewek yang putus, terus ceweknya itu ketemu sama cowok lain, terus si mantannya ini cemburu, dan akhirnya menyerah dan ngajak balikan. Ringan, tapi ceritanya menjadi sangat rumit mugkin karena... orizuka who wrote all of that. Mungkin karena orizuka yang menceritakannya, kesan biasa itu menjadi 'luar biasa' yang bahkan bisa membawa pembacanya sampai kadar dimana aku bisa meneteskan air mata mengikuti emosi tokohnya. Kehebatan cerita dari orizuka ini adalah dari karakternya. Aku selalu suka dengan karakter-karakter cewek yang dingin dan datar seperti yang orizuka gambarkan disini atau di novel oppa & I. Itu karakter yang bikin penasaran mengenai apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Apalagi dipasangin sama karakter yang ceria. Kayak panci sama tutupnya. Pas. Cocok. Nggak berlebihan. (view spoiler)[ Ceritanya memang dimulai dari kedua tokohnya yaitu Juna dan Lyla yang udah putus selama satu bulan. Awalnya aku nggak ada ekspektasi apapun. Udah ketebak mereka bakal baikan, apalagi dalam sehari- kata sehari itu nggak pernah cocok untuk cerita-cerita yang romantis, entah kenapa- tapi... aku bener-bener nggak terima!! Bagaimana bisa orizuka menceritakan kisah satu hari balikan itu dengan cara yang sebegini emosionalnya!!?? Sebegini baiknya bahkan ia tidak menyia-nyiakan satu halaman pun untuk bertele-tele. Nggak basa-basi, and that's what I really want to read. Tema 'satu hari' itu di eksekusi dengan sangat baik. Pertama dari idenya yaitu tentang kisah bertemunya takdir dalam waktu sehari. Takdir di cerita ini dibuat dengan kisah dua orang yang sudah putus dan dalam waktu sehari itulah puncak dimana mereka menentukan apakah orang yang dicintainya selama ini benar atau tidak. Kisah cinta mereka bukan sehari, tapi 4 tahun, itulah kenapa aku sangat menyukai cerita dan ide dari orizuka. Aku tidak terlalu suka novelnya yang Infinite Yours yang dua-duanya jatuh cinta selama 8 hari, dan walaupun itu mungkin dan logis, tuh tetep aja aku nggak terima takdir itu ditemukan dalam waktu sehari. Terlalu pendek. Entah kenapa aku membutuhkan lebih. Atau mungkin aku nggak cocok sama kisah cinta yang hanya sehari-dua hari atau berhari lainnya yang dikisahkan hanya dalam SATU NOVEL. Kembali ke sunrise. Empat tahun itu tidak diceritakan, dan justru diceritakan setelah mereka putus selama satu bulan dan nggak sengaja ketemu di karimunjawa (diceritakan secara flashback). Emosi A-Z berlompatan setelahnya dan takdir itu memang benar-benar datang di saat demikian. Hal-hal yang tidak terungkap jadi terungkap semuanya. Mereka lebih terbuka dan lebih dewasa. Membaca cerita sunrise entah kenapa membuatku berfikir bahwa orizuka berhasil menyelipkan pesan dalam tulisannya. Bahwa konflik dalam percintaan akan membuat kita lebih dewasa. Untuk waktu sehari yang diceritakan, tentu saja kita tidak bisa berharap adanya lebih banyak konflik. Itu bisa terjadi kalau diceritakan lebih dari sehari di novel ini. Tapi konflik untuk sehari bagiku sudah cukup banyak untuk cerita ini. Pas. Pokoknya nggak bertele-tele. Semua salah paham yang ingin diceritakan ada, semua kasih sayang secara tersirat yang ingin ditunjukkan ada, kesadaran bahwa melepaskan satu dengan yang lain adalah salah juga ada, bahkan klimaksnya di hadirkan dengan cara yang sangat baik. Ketika di api unggun dan setelahnya itu bisa berhasil bikin aku nangis. Betapa aku ikut masuk ke dalam cerita kisah cinta yang manis, dengan kenangan-kenangan flashback masa SMA yang beberapa kali di tampilkan.Kenangan itu terasa sangat pas sekaligus sangat dibutuhkan dan akan menghasilkan hal yang berbeda kalau tidak dimunculkan. Aku secara tidak sengaja terhanyut dalam semua pemikiran Lyla, aku ikut masuk dalam emosinya. Untuk Juna, aku juga sama tenggelamnya dalam dilemanya.Aku ikut merasakan bagaimana dirinya SANGAT mencintai Lyla dan tidak berkurang sedikitpun. I just love all of it. Dan yang aku suka adalah bagaimana aku secara tidak sadar membandingkan antara sifat mereka ketika pacaran dan ketika putus. Ketika pacaran, semua hal terasa seperti kebiasaan dan biasa. Karena satu kelas dan satu sekolah, maka keberadaan Lyla tidak akan pernah jauh dari Juna. Juna lebih mudah mengawasi dan memperhatikan Lyla karena gadis itu akan selalu di dekatnya. Yang menjadi kebiasaan itu luar biasa adalah ketika mereka jauh, Juna jadi sulit untuk mengerti tentang Lyla. Ia tidak bisa membaca pikiran Lyla karena mereka jarang bertemu. Ia mengharapkan kebiasaan yang sama. Kebiasaan itu yang membuatnya tidak bisa jauh satu sama lain. (aku pingin tahu bahkan sampai mereka nikah which it so impossible) Keadaan itu tentu hal yang menyakitkan, tidak bisa mengerti satu sama lain padahal dilain sisi ia membutuhkan salah satunya. Aku suka sifat overprotektif dan posesifnya Juna yang tidak membebani. Aku sangaaaat suka ketika ia ingin Lyla mempertahankannya dan tidak menganggap dirinya sebagai beban untuknya. "Even if you're a burden. You're the only one I don't mind bearing." That words is the key! Orizuka sukses bikin aku nangis karena keinginan Juna yang begitu besar mempertahankan hubungan mereka, dan sesuatu yang begitu ingin di dengar Lyla. Satu-satunya jawaban dan penghapus terbaik yang membuat Lyla memikirkan segala kegundahannya sebagai beban menjadi keberanian karena itulah yang ternyata Juna inginkan. Pengertian yang tiba setelah konflik dan keinginannya yang super so sweeeet.. That's really too good to be true. (hide spoiler)] 5 of 5 for orizuka's part Pokoknya sukaaa suka sukaaaaa banget sama cerita yang ini. Aku harap ada cerita kisah macam ini tapi di buku yang terpisah. Aku mengharapkah lebih di hubungan macam ini. Bagaimana setelah mereka jadian lagi? I really wonder about it. Will it be something different?

  10. 4 out of 5

    Sulis Peri Hutan

    Gagas Duet kedua yang saya baca setelah Beautiful Mistake. Bisa dibilang ini buku yang membuat saya nyebut, “LAGIIII???” Bukan dalam artian negatif, saya sangat suka buku ini dan alesannya apa nanti bisa dibaca di reviewnya. Nggak semua gagas duet udah saya baca, penggennya sih beli dan koleksi semua tapi apa daya pasti semua udah tahu dong, bokek. Makanya, saya hanya membeli buku dari penulis yang udah saya kenal tulisannya dan saya suka. Beli buku ini pun dari voucher menang kuis resensi Vanda Gagas Duet kedua yang saya baca setelah Beautiful Mistake. Bisa dibilang ini buku yang membuat saya nyebut, “LAGIIII???” Bukan dalam artian negatif, saya sangat suka buku ini dan alesannya apa nanti bisa dibaca di reviewnya. Nggak semua gagas duet udah saya baca, penggennya sih beli dan koleksi semua tapi apa daya pasti semua udah tahu dong, bokek. Makanya, saya hanya membeli buku dari penulis yang udah saya kenal tulisannya dan saya suka. Beli buku ini pun dari voucher menang kuis resensi Vandaria Saga, hehehe. Jadinya, ada dua buku gagas duet yang saya beli yaitu buku ini dan Fly To The Sky. Sebelum beli buku ini, saya iseng ikut kuis yang ada di Goodreads yang berhadiah buku ini. Saya nggak ngarep banyak karena sebelumnya belum pernah menang dan kayaknya nggak hoki di sana, mumpung punya voucher gratis dimanfaatkanlah. Eh, nggak taunya tiba-tiba saya dapet kiriman paket dari gagasmedia yang berisi buku ini, double deh, yang dibeli aja belum dibaca. Yaudah deh, karena dapet buntelan, yang masih ‘segel” saya simpen dulu buat modal swap atau giveaway. Lucunya, beberapa bulan kemudian saya dapet buku ini LAGI, iya, jadi punya tiga deh, pengennya sih dapet buku gagas yang lain atau gagasduet yang belum saya punya, tapi nggak pa-pa deh, syukuri apa yang di dapet :D. Terimakasih gagasmedia, you know me so well pokoknya . Demikianlah cerita unik mengenai buku ini, mau tau kedua bukunya buat apa? Satu buat modal swap dan satunya lagi buat hadiah giveaway kemaren . Kita kembali ke bukunya, sejak baca bukunya Chirstian Simamora yang berbau “dewasa” saya sudah bersabda menjadi penggemarnya, saya suka tulisannya yang cenderung vulgar dan hot, terlebih karakter cowok yang dia buat. Beberapa kali baca novelnya saya menemui kesamaan, selain tentu saja ganteng dan seksi, si cowok pasti care banget sama si cewek, cenderung mengalah dan mau melakukan apa pun demi pujaan hatinya, dan kebalikannya, si cewek cenderung bitchy. Sedangkan untuk Orizuka, walau belum menjadi penulis favorit saya, banyak karya dia yang sudah saya baca, bahkan ada beberapa yang sangat saya suka dan saya cukup familier dengan gaya tulisannya. Sama seperti yang saya temui dalam tulisannya Christian Simamora, Orizuka ini suka sekali buat karakter cowok yang cuek, judes tapi diam-diam memperhatikan, sweet deh. Seperti gagas duet sebelumnya, buku ini berisi dua novella dari penulis yang udah nggak asing lagi, terutama buat pembaca setianya gagasmedia, Christian Simamora dan Orizuka. Kalau di Beautiful Mistake tidak ada benang merah antara tokoh dan ceritanya, di buku ini kita akan mendapatkan benang merah antara kedua tokoh utama di dua cerita yang berbeda. Di awali dengan percakapan santai antara Cindy (Cinderella Rockefella) dan sepupunya Lyla (Sunrise) yang baru saja melakukan rutinitas yang paling digemari para cewek, mereka bercerita tentang satu hari yang magis yang pernah mereka alami. Cinderelalla Rockefella By Christian Simamora “Cowok yang pantas dicintai adalah cowok yang bisa berjanji nggak bakal bikin lo nangis.” Cindy sebal ketika tahu sahabatnya membatalkan janji ketemuan mereka, ditambah yang membuat Kelly ‘melupakan’ Cindy adalah Ramon, seorang cowok yang sudah beristri dan punya anak tapi tetep aja gatel sama cewek lain, yang suka bikin Kelly menangis. Setelah melakukan berdebatan sengit di telpon, Cindy menyadari kalau dia nggak sendirian di ruang ganti setelah melakukan sesi pemotretan untuk majalah Mascara, ada yang menguping pembicaraannya dengan Kelly, lebih tepatnya nggak segaja karena Jere, si cowok super hot, super manly dan juga mantan duetnya tadi mau ganti baju juga. Langsung deh terjadi lirik-lirikan napsu . Karena tahu Cindy nggak bakal kemana-mana setelah ini, si Mr. Simple itu mengajaknya untuk makan malam. Dari yang awalnya judes-judesan mereka lama-lama jadi akrab, obrolan santai mereka diawali dengan pertemanan Jere dengan pemilik restoran, nama panjang Cindy yang Dysney abis dan Jere yang kayak blasteran, sampai ke bagian pertama kali mereka memasuki dunia modeling dan tentu saja kisah asmaranya. Ketika memasuki tengah malam, layaknya sang Cinderella harus segera kembali, begitu pula dengan Cindy dan Jere, nggak butuh banyak waktu untuk membuat dua insane saling jatuh cinta, dalam sehari semua bisa terjadi hal yang tidak pernah kita sangka. “Komitmen nggak sama dengan selera makan.” Sunrise By Orizuka “Terkadang, takdir tak selalu sejalan dengan rencana manusia.” Untuk mengobati luka hatinya, Lyla melakukan penyembuhan dengan berwisata ke Karimunjawa, sendirian. Empat tahun hubungannya denga Juna menyisakan kenangan yang menyesakan, dulu mereka menjalani hari dengan indah dan selalu bersama, ketika memasuki dunia ‘mahasiswa’ hubungan mereka merenggang. Juna disibukkan dengan klub renangnya, tidak banyak waktu untuk mereka berdua, Juna juga seperti menyembunyikan hubungan mereka di antara teman-temannya, Lyla semakin jauh dengan Juna, dan ketika laki-laki itu memutuskan hubungan, hanya jawaban “OK’ yang terlontar dari mulut Lyla. Ketika Lyla ingin menata kembali hatinya, takdir berkata lain. Di tempat yang Lyla harap bisa melupakan Juna malah membawa laki-laki itu tidak jauh dari pandangan matanya. Ya, Juna juga ada di sana bersama teman-teman klub selamnya untuk penelitian potensi wisata. Tak dielakkan lagi, karena semua pada tahu kalau Juna dan Lyla ‘pernah’ mempunyai hubungan, Lyla diseret dalam rombongan Juna, bedanya Lyla tetap mempunyai pemandu sendiri, Fadhil. Perhatian Fadhil pada Lyla membuat Juna panas, walau mereka sudah putus tidak semudah itu membuang ikatan yang pernah mereka miliki bersama “Matahari terbit itu awal dari hari yang baru.” Lyla kembali menatap kea rah matahari. “Matahari terbit memberi kita kesempatan untuk memulai semuanya dari awal. Suka, Suka, Sukaaaa banget. Tipe buku habis sekali berbaring (bacanya sambil tiduran soalnya XD). Nggak butuh waktu yang lama buat namatin ini buku, bukan hanya karena settingnya salama satu hari, ceritanya emang menhipnotis kita untuk cepet-cepet namatin. Kalau di suruh milih punyanya siapa yang paling saya suka jelas punyanya Christian Simamora yang hot, tapiiii punyanya Orizuka sweet banget, sempet trenyuh pas bagian Juna ngungkapin alasan kenapa dia mutusin Lyla. Percaya deh, bagi yang suka sama tulisannya Bang Ino, pasti familier dengan karakteristik para tokoh dan dunia glamournya. Ngefans banget nget nget sama si Jere, rasanya pengen maksa Bang Ino untuk bikin lanjutannya XD. Dan yang paling saya suka, Bang Ino ini nggak malu-malu menunjukkan adegan hot romantisnya, nggak banyak penulis yang berani ‘jujur’ kebanyakan hanya di pendam di dalam hati saja (biasanya yang saya temuin sang tokoh utama membayangkan adegan apa yang ingin dia lakukin sama si lawan jenisnya), walau nggak detail banget, saya rasa apa yang dipaparkan bang Ino cukup dan dia mempersilahkan pembaca untuk melanjutkannya sendiri J. Bagian yang paling saya suka adalah ketika Jere main gitar dan menyanyikan lagu Stay Up-nya George Nozuka supaya perasaan Cindy ter-upgrade, hahaha gombal banget, apalagi pas bagian inspirasinya Jere adalah Bang Rhoma Irama dan filmnya Satria Bergitar, emang bener kata Cindy, ancur banget si Jere ini, tapi tetep ya, dia adalah Satria Bergitar-ku XDD. Untuk bagian Sunrise, kali ini si pendiam yang diciptakan Orizuka adalah si cewek, di mana biasanya Orizuka membuat karakter seorang cewek yang riang. Dan si pendiam, si judes, si cuek adalah milik si cowok. Kalau di Cinderella Rockefella saya dibuat sedikit kepanasan, membaca bagian ini rasanya muram. Ori berhasil mengambarkan perasaan orang yang sakit hati, mencoba melupakan dan ketika dipertemukan kembali terasa canggung. Kalau Lyla terlihat menyerah dan terkesan ‘ya udah’ beda dengan Juna yang masih mencintai dan nggak rela kalau Lyla dekat dengan orang lain, karena selama mengenalnya, Lyla jarang berinteraksi dengan orang lain, Juna merasa hanya dialah yang mengetahui pribadi Lyla dan hanya dialah yang bisa memenuhi ruang kosong di hati Lyla. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bagian paling favorit di cerita ini adalah ketika Juna ngungkapin alesan kenapa dia putus sama Lyla, yang tentu saja tidak akan saya sebutkan karena spoiler. “Lo kayaknya lebih suka sama binatang ya daripada manusia, “ seloroh Juna, namun detik berikutnya tampak salah tingkah. “No offense.” “None taken.” Lyla tersenyum tipis. “Karena memang begitu.” Juna menatapnya bingung. “Kenapa?” “Manusia itu… terlalu kompleks.” Lyla menatap kolam. “Mereka merepotkan. Selalu butuh penjelasan, tapi pada akhirnya nggak mau ngerti. Binatang, mereka sederhana. Bikin mereka mengerti mudah aja.” Covernya keren, pas banget sama setting waktunya yang cuman sehari. Beberapa kali nemuin alur seperti ini, ada yang berhasil dan ada yang terkesan maksa. Untuk ‘memanjangkan’ cerita agar nggak terkesan cepat selesai, kedua cerita ini memilih alur flash back, di awali dengan kehidupan sekarang, mundur ketika terjadi pertemuan, mundur lagi dengan masa lalu masing-masing tokoh dan kembali lagi. Sehingga, cerita yang sangat singkat terasa lebih lama. Dan saya rasa kedua penulis juga sukses dalam hal ini. Untuk masalah typo, kayaknya nggak penting deh, karena sama udah kesemsem duluan sama si Jere jadi masa bodoh dengan segala ketidak sempurnaan di buku ini . More Jere, moreeee. Pengen baca cerita tentang Cinta Satu Malam dan tentang CLBK? Pengen baca cerita yang hot dan sweet? Buku ini pilihannya . 4 sayap untuk PUPUNEWE CIWIKEKE

  11. 4 out of 5

    ShinHyunRin 신현린

    Beli ketika ada promo di gramedia dapet dengan harga 30k. Anyway, aku suka sih ceritanya yang semacem 'falling in love just in a few hours' yang diceritain mas Christian Simamora. Penceritaan gaul banget, gado2 ngomongnya karena karaktrnya juga diceritain kerja sebagai model. Kalau cerita dari mbak Orizuka itu adalah fallin again with your ex. Dimana si ceweknya putus sama pacarnya dan dia mikir kenapa diputusin, and bad thoughts of her is that karena dia sangat plain, penampilannya biasa banget, Beli ketika ada promo di gramedia dapet dengan harga 30k. Anyway, aku suka sih ceritanya yang semacem 'falling in love just in a few hours' yang diceritain mas Christian Simamora. Penceritaan gaul banget, gado2 ngomongnya karena karaktrnya juga diceritain kerja sebagai model. Kalau cerita dari mbak Orizuka itu adalah fallin again with your ex. Dimana si ceweknya putus sama pacarnya dan dia mikir kenapa diputusin, and bad thoughts of her is that karena dia sangat plain, penampilannya biasa banget, dan suatu hari dia jalan2 ke karimunjawa dalam rangka melupakan si mantan. Eh ternyata si mantan juga ada di sana. Kalau boleh jujur, buku ini bukan yang bikin ketagihan sampe berulang kali baca. Hanya saja aku suka denga gimana kedua penulis meramu cerita jatuh cinta ini jadi bikin pembaca mau terus membaca hingga ceritanya selesai. Oh ya, meski ini buku diskon, tapi aku salut karena bukunya masih diplastik sangat rapi. Ini yang aku tunggu dari buku diskon, karena aku termasuk yang lumayan jengah kalo liat buku diskon udah sobek2 plastik pembungkusnya dan menguning kertas2nya. Good job Gramedia!

  12. 5 out of 5

    Virginia Natalia Joo

    Hello, readers! ^^ sebenarnya, aku baca buku ini karena…. Pertama, buku ini adalah salah satu karya pengarang favoritku, which means wajib masuk ke daftar bacaan dong yaaa. Hehehe. Dan kedua, kebetulan yang kalau bisa disebut kebetulan, kak Dinoy nitipin buku ini ke aku. Yah, itung-itung, jadi bisa ngirit karena nggak beli buku baru, kan? :DD Jadi, mengenai buku ini…. aku akan kasih rate…. 4 dari 5. Karena, jujur, ini pertama kalinya aku baca karya kak Christian Simamora juga. Hehehe. Dan, di buk Hello, readers! ^^ sebenarnya, aku baca buku ini karena…. Pertama, buku ini adalah salah satu karya pengarang favoritku, which means wajib masuk ke daftar bacaan dong yaaa. Hehehe. Dan kedua, kebetulan yang kalau bisa disebut kebetulan, kak Dinoy nitipin buku ini ke aku. Yah, itung-itung, jadi bisa ngirit karena nggak beli buku baru, kan? :DD Jadi, mengenai buku ini…. aku akan kasih rate…. 4 dari 5. Karena, jujur, ini pertama kalinya aku baca karya kak Christian Simamora juga. Hehehe. Dan, di buku ini, aku menemukan perbedaan yang sangat jauh…. antara gaya penulisan kak Chrismor, dengan kak Okke. Oh ya, perhatian, sepertinya buku ini lebih baik dibaca oleh para remaja yang menjelang dewasa. karena, ada bagian…. kissing-kissing dan semacamnya. *spoiler*. Menurutku, yang bener-bener fresh from the oven baca bukunya kak Chrismor, gaya penulisannya amat-sangat bebas dan remaja banget. Jadinya, lumayan juga buat dibaca. Apalagi, ada lucu-lucunya. hehehe, belum lagi, aku sempat lihat di review GR kalau gaya tulisannya kak Chrismor emang selalu sexy. Dan, kali ini aku menyaksikannya sendiri. Reviewer itu benar. Bahwa, gaya tulisan kak Chrismor emang sexy abis. Seru deh! Jadi pengen baca buku-buku lainnya. Nah, sementara untuk kak Orizuka, seperti biasa. Aku selalu terkagum-kagum dengan karyanya. Entah, gaya penulisannya memang tidak sebebas kak Chrismor. Tapi, kak Okke selalu membuat tulisannya itu mengalir, jadi pembaca juga bisa merasakan, dan memposisikan diri sebagai tokoh yang dibuatnya. Intinya sih satu, aku suka buku ini, karena kak Chrismor dan kak Okke bisa menyatukan perbedaan yang sangat terlihat itu menjadi satu. Aku juga suka sama alur dan kisahnya. Dalam hati sempet mikir juga sih, kok bisa ya mereka menemukan ide sebagus ini? Hehe, keep success ya untuk kalian berdua! Oh ya, aku juga menyimpan beberapa quotes nih… Halaman 5 : “Gue paling benci harus nunggu lama sampai bongkrekan, nggak tahunya gue di-cancel di menit-menit terakhir. Well, setuju banget sama ini quotes. halaman 16 : “cowok yang pantas dicintai adalah cowok yang bisa berjanji nggak bakal bikin lo nangis.” masih ada beberapa sebenarnya, tapi maaf ya… aku nggak sempet nyatet Dan, masih ada 2 typo yang aku lihat di buku ini. Sebenarnya sih aku kurang tahu antara typo – atau emang gaya tulisannya begitu. Bagian kak Chrismor soalnya, jadi nggak bisa nge-judge bahwa itu pasti typo karena ada aja memang yang tulisannya misalnya, God, jadi Gawd, dan semacamnya. halaman 9 : “eh, jadi gimans” –> apa ini memang dia menyebutnya eh gimans atau memang typo seharusnya gimana? karena belakangan ini kan memang remaja suka nulis kata-kata ditambahin s. Kaya misalnya : eh minums dongs. atau semacamnya, mungkin ini salah satunya? atau memang typo, I don’t really know halaman 24 : “change this wih my own clothes” –> aku rasa ini seharusnya change this with my own clothes. Tapi, seperti yang aku bilang diatas, bisa juga karena emang tulisannya kak Chrismor yang begitu. Nah, menurut pengamatanku sih, itu aja yang aku lihat jelas. hehehe. Untuk review? Hmm, boleh, lihat aja di bawah ini ya ^^ Cinderella Tan, sebut saja namanya Cindy. Seorang model yang sudah professional dan bisa dibilang, hmm… artis papan atas. Ia memiliki teman, bernama Kelly. Kelly sendiri adalah orang yang pemalu, meskipun malu-maluin. *eh salah ya. Jadi, ditengah kekesalan Cindy pada Kelly, yang saat itu – sudah berjanji padanya untuk tidak mendekati laki-laki yang beristri dan meninggalkannya- melalui telepon, ternyata Jere mendengarnya. Laki-laki itu, model yang baru saja dipasangkan dengan Cindy beberapa jam yang lalu, berhasil menguping pembicaraan mereka. Sayangnya, bukan meminta maaf, Jere malah bersikap seakan-akan itu adalah hal yang biasa saja. Bahkan, Jere, hmm, mengganti pakaiannya – membuka kemejanya – di depan Cindy. Sebenarnya, Cindy tidak terlalu masalah. Itu adalah hal biasa. Ia pun sering membuka baju di hadapan model-model cowok lainnya, begitu pula sebaliknya. Tapi…berbeda dengan Jere. Apalagi….s-saat…. Jere mengajaknya dinner. Pesonanya…. Cindy harus menelan ludah, dan mencoba menolaknya. Kira-kira, apa sih pilihan yang akan diambil Cindy? Membiarkan Jere dinner dengannya atau tetap bersikekeuh menolak ajakan Jere? Cindy juga memiliki sepupu bernama Lyla. Dan kali ini, bagian kak Okke. Lyla, sangat menyukai sunrise. Baginya, sunrise adalah start dari hidupnya, atau mungkin sebenarnya awal dari hidup barunya. Hidup tanpa Juna, kekasih yang baru saja bulan lalu meninggalkannya. Lyla pikir, mungkin saja Juna sudah menyadari kenyataan itu. Kenyataan, bahwa Juna salah memilih Lyla. Bahwa, mungkin Lyla memang manusia terakhir yang mungkin akan dipilih oleh setiap laki-laki. Lyla tahu diri, bahwa ia tidak cantik. Ia tidak seperti perempuan lainnya yang suka berdandan, ia tidak seperti perempuan lainnya yang selalu heboh dan mengurus rambutnya. Lyla hanya seorang gadis simpel yang menyukai binatang. Sesimpel itu. Mungkin, empat tahun yang mereka jalani bersama, terlalu hambar seperti saat kata Juna memilih hal itu sebagai alasan putus. Karena empat tahun itu, tidak begitu berasa dan tidak penting bagi Juna, itulah yang dipikirkan Lyla. Lyla pun memutuskan untuk berlibur ke Karimunjawa, tempat yang sebenarnya pernah dibicarakan berdua dengan Juna, bahwa suatu saat mereka akan ke tempat ini. Alih-alih bisa melupakan Juna, Lyla malah harus menerima kenyataan bahwa, ia akan tur, bersama kelompok Juna. Iya, Juna ada disana dengan tim klub selam dari kampusnya! Apa yang harus Lyla lakukan? Belum lagi, ada Fadhil, laki-laki penuh pesona yang menjadi tour guide Lyla. Akankah Lyla melupakan Juna? Akankah Lyla bersama Fadhil? Atau…. malah kembali kepada Juna? Penasaran dong ya? Pasti deh. Ayo, dibeli buku ini supaya bisa menjawab rasa penasaranmu itu! ^^ **review ini sebelumnya sudah dimasukkan ke blog --> http://jvbooksreviews.wordpress.com/2...

  13. 4 out of 5

    Vita Sari

    Sewaktu membeli ini, agak membingungkan untuk saya membayangkan sebuah novel ditulis secara duet. Ternyata buku ini mengandung dua cerita dalam rumpi persepupuan--antara Cindy dan Lyla. Christian Simamora berhasil menghadirkan cerita Cindy dengan kondisi "hebring" khas ibukota. Sementara, Orizuka bisa menghadirkan cerita Lyla yang cenderung kalem. Dua pribadi yang berbeda, namun keduanya bisa dipadukan dengan sangat apik tanpa kehilangan ciri khas masing-masing (kudos for both writers!) Hanya saja Sewaktu membeli ini, agak membingungkan untuk saya membayangkan sebuah novel ditulis secara duet. Ternyata buku ini mengandung dua cerita dalam rumpi persepupuan--antara Cindy dan Lyla. Christian Simamora berhasil menghadirkan cerita Cindy dengan kondisi "hebring" khas ibukota. Sementara, Orizuka bisa menghadirkan cerita Lyla yang cenderung kalem. Dua pribadi yang berbeda, namun keduanya bisa dipadukan dengan sangat apik tanpa kehilangan ciri khas masing-masing (kudos for both writers!) Hanya saja, bab-bab kecil transisi masih khas dengan cara menulis masing-masing (rasa-rasanya akan jauh lebih smooth jika bersifat netral). Selain itu, ada bagian plot yang rasanya terlalu terburu-buru (mungkin supaya cocok dengan tema "satu hari"?) But overall, it's an enjoyable read! Buku yang ringan banget! Cocok untuk jadi bacaan remaja ataupun dewasa yang mau rehat sejenak dari pusingnya tuntutan tugas dan kerjaan.

  14. 5 out of 5

    Yovano N.

    Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2012/... Well, ini adalah novel Gagas Duet ke-6, tapi inilah Gagas Duet pertama yang saya baca. Bagaimana mungkin saya melewatkan novel Gagas Duet ini, kalau penulisnya adalah Christian Simamora, penulis favorit saya? Sementara Orizuka, saya kepincut sama novel yang berjudul Infinitely Yours yang oh-so-Korean-Drama banget, which is, I really like it. Hehe. Jadi, akan seperti apakah hasil duet penulis yang karya-karyanya selalu dinanti para Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2012/... Well, ini adalah novel Gagas Duet ke-6, tapi inilah Gagas Duet pertama yang saya baca. Bagaimana mungkin saya melewatkan novel Gagas Duet ini, kalau penulisnya adalah Christian Simamora, penulis favorit saya? Sementara Orizuka, saya kepincut sama novel yang berjudul Infinitely Yours yang oh-so-Korean-Drama banget, which is, I really like it. Hehe. Jadi, akan seperti apakah hasil duet penulis yang karya-karyanya selalu dinanti para pembaca ini? Kisah pertama, Cinderella Rockefella, karya Christian Simamora, adalah tentang Cindy, seorang model cantik yang agak malu dengan nama aslinya, Cinderella Tan (ibunya sangat menggemari dongeng, sengaja menamai puterinya dengan nama tokoh dongeng termasyur itu). Malam itu, Cindy terlibat perdebatan seru lewat telepon dengan sahabatnya, Kelly, yang akan bertemu dengan pacarnya yang sudah beristeri. Cindy yang sejak awal tak menyetujui sobatnya berkencan dengan pria beristri, dengan tegas melarang Kelly meneruskan hubungan yang tidak sehat tersebut. Sialnya, percakapan telepon yang kelewat seru itu secara tak sengaja didengar oleh Jere, salah satu model nobody yang bahkan Cindy sendiri sama sekali tak ingat namanya. Hari itu mereka memang melakukan pemotretan bersama untuk majalah Mascara (sounds familiar? Iya, kalau kamu membaca Good Fight, novel Christian Simamora yang terbit sebelumnya… novel yang sangat oh-so-adorable bangeeet). Lha ini kok jadi ngebahas novel lain? Oke, abaikan. *dijambak Sadako* Lanjut. Singkat cerita, Jere, model yang bertubuh hawt itu mengajak Cindy makan malam bersama. Walau awalnya hanya memandang cowok itu sebelah mata, Cindy akhirnya menyerah dan memberi cowok itu kesempatan mengajaknya makan malam di sebuah restoran milik teman Jere, hitung-hitung untuk merilekskan diri setelah berdebat panjang lebar dengan Kelly di telepon tadi. Baik Cindy maupun Jere sama sekali tak menyangka bahwa ajakan makan malam yang sederhana itu akan mengubah pandangan mereka mereka tentang satu sama lain. Cindy ternyata tak sejutek yang terlihat. Dan Jere—well, Cindy akhirnya tahu nama cowok itu—ternyata tak hanya punya bodi bagus, tapi juga hati yang lembut. Sayang sekali, baik Cindy mapun Jere sepertinya ragu-ragu terhadap satu sama lain. Dan makan malam yang indah itu pun harus berakhir begitu saja… ...atau tidak? ---o--- Cerita kedua, Sunrise, ditulis oleh Orizuka, berkisah tentang Lyla (baca: Lai-la), gadis pendiam yang pergi berlibur ke Karimunjawa untuk melupakan kisah cintanya yang kandas sebulan yang lalu. Siapa yang menyangka Karimunjawa yang diniatkan untuk menjadi tempat pelarian malah mempertemukan Layla dengan orang mati-matian berusaha dilupakannya sebulan terakhir? Adalah Juna (yep, mirip nama Chef-Yang-Ganteng-Tapi-Jutek-Banget di acara kompetisi masak-memasak yang cukup terkenal di salah satu stasiun tv swasta. Halah, ngapain juga saya memasukkan trivia nggak penting ini), cowok yang memutus hubungan dengan kalimat klise macam aku-yakin-kamu-akan-menemukan-orang-yang-lebih-baik-dari-aku. Lyla menerima keputusan itu dengan pemikiran yang sama klisenya macam mungkin-aku-memang-tak-pantas-bersanding-dengan-lelaki-ini. Dalam kisah ini, Orizuka menyelipkan kilas balik masa lalu Kyla dan Juna, yang berujung pada putusnya hubungan mereka. Kyla yang pada dasarnya pasif, menerima begitu saja tanpa banyak omong. Tapi apakah keputusan Juna sudah tepat? Mengapa cowok itu justru merasa gelisah saat seorang pria lain berusaha akrab dengan Lyla. Lyla sendiri sepertinya bisa merasakan perhatian Juna yang tak biasa untuk ukuran orang yang sudah berstatus sebagai mantan pacar. Akhirnya, tujuan Kayla berlibur ke Karimunjawa untuk menyembuhkan luka hatinya tak berjalan sesuai harapan. Alih-alih menyembukan, Karimunjawa malah seperti menambah perih luka hati yang belum sembuh benar itu… ...atau justru sebaliknya? Biasanya, obat luka yang manjur awalnya membuat luka terasa semakin perih sebelum akhirnya mengering dan sembuh, bukan? Baca kisah lengkap Cindy dan Lyla dalam With You: Sehari Bersamamu. ---o--- Dan kayaknya saya nggak perlu lagi mereview novel ini panjang lebar. Pertama, saya nggak meragukan gaya menulis Bang Chris yang memang asyik dinikmati. Karakter-karakternya terasa sangat nyata, walau secara fisik agak terlalu cantik dan terlalu ganteng, ya. Haha. Tapi itu bukan masalah, toh memang profesi keduanya adalah model. Kutipan-kutipan dari film animasi klasik Disney, Cinderella, yang dimasukkan oleh Bang Chris dalam novel ini terasa sangat pas dengan kisah Cindy sendiri. Bagi kamu yang suka banget sama buku-buku ‘dewasa’-nya Bang Chris mungkin akan merasa bahwa Cinderella Rockefella terasa lebih ‘halus’. Nggak banyak terjadi ‘kontak fisik’ di sini. Dan itu justru membuat novel ini begitu manis dan bisa dibaca semua umur. *senyum penuh makna* *apasih* Orizuka, memang spesialis penulis kisah-kisah romantis. Meski begitu, entah mengapa saya merasa sedikit kurang menikmati kisah Sunrise-nya. Mungkin karena saya masih terbawa suasana cerita dalam Cinderella Rockefella yang, gimana ya menyebutnya... fast-paced? Ini bisa jadi karena banyaknya cuplikan kilas balik masa lalu Lyla-Juna. Dan karena Orizuka menetapkan Karimunjawa sebagai latar kisah Sunrise, saya terlanjur berharap akan mendapatkan deskripsi yang lebih dalam dan detail tentang tempat yang konon adalah salah satu surga dunia tersebut. Nyatanya tak seperti itu. Karimunjawa terasa seperti tempat liburan yang biasa-biasa saja. Benar, saya lupa, bahwa kisah ini bukan tentang Karimunjawa, tapi tentang seorang gadis yang berusaha untuk move on, walau kelihatannya usahanya itu bakalan gagal. Ups, spoiler. :P 4/5 bintang untuk kisah cinta sehari karya dua penulis hebat ini. ***

  15. 4 out of 5

    Andina Sholekhah putri

    “Dan habis ini, gue harap lo bakal lebih wise dan nyari seseorang yang bersedia tinggal di sisi lo - not just for weekend, but for the whole days in the week.” Bisa dibilang saya adalah penggemar kedua penulis ini, bang Christian Simamora dan Orizuka. Ketika akhirnya saya bisa membaca buku ini, jujur saya agak sedikit kecewa. Karena di satu sisi, babang kurang bisa lepas menuangkan tulisannya. Biasanya, ketika saya membaca novel babang yang lain, saya selalu excited. Mungkin karena ini perpaduan “Dan habis ini, gue harap lo bakal lebih wise dan nyari seseorang yang bersedia tinggal di sisi lo - not just for weekend, but for the whole days in the week.” Bisa dibilang saya adalah penggemar kedua penulis ini, bang Christian Simamora dan Orizuka. Ketika akhirnya saya bisa membaca buku ini, jujur saya agak sedikit kecewa. Karena di satu sisi, babang kurang bisa lepas menuangkan tulisannya. Biasanya, ketika saya membaca novel babang yang lain, saya selalu excited. Mungkin karena ini perpaduan penulis 2 genre kali ya, karena orizuka lebih ke genre teenlit, cerita agak melow gitu. Saya suka cerita tentang Juna dan Layla, kisah mereka lucu banget dan bikin baper, sayang tidak bisa detil ceritanya. Tentang kenapa Layla tinggal dengan om dan tante nya, dan saya rasa proses balikan Layla-Juna terlalu cepat..hehehehe

  16. 5 out of 5

    Diary Fayz

    Karena ini cerita duet dua penulis, aku malah jadi membandingkan antar dua penulis ini. Aku lebih nyaman ketika membaca tulisannya orizuka ketimbang tulisan chistian simamora. Mungkin karena ini pertama kalinya aku baca tulisan dia. Jika suatu saat nanti baca buku christian simamora, dan kemudian aku malah suka dengan gaya penulisannya, mungkin review ini akan berubah.

  17. 5 out of 5

    Alfa Sulkhan

    review-nya di instagram @fasayyidah hahaha

  18. 4 out of 5

    Michelle A

    Not my cup of tea.. at all...

  19. 4 out of 5

    Stefani Putria

    The story just not my cup of tea. 😥 Full reviewed soon.

  20. 5 out of 5

    Sapta Resita

    Suka. Suka banget! Kombinasi dua penulis dengan aura yang berbeda banget! Senang dan sedih, bener-bener ngena ke saya pribadi. Keren banget! Nggak pedulilah sama typo-typo kecil di buku ini😁

  21. 5 out of 5

    Shrunkula

    i give it 3 stars and solely for Orizuka's part of the story. I like Christian Simamora's book but just not this one. An to this day every time I listened to Lyla by Oasis I got reminded of this book i give it 3 stars and solely for Orizuka's part of the story. I like Christian Simamora's book but just not this one. An to this day every time I listened to Lyla by Oasis I got reminded of this book

  22. 5 out of 5

    sofiaidrish

    With You [book review] Judul: With You Penulis: Christian Simamora & Orizuka (GagasDuet) Penerbit: GagasMedia Halaman: 298 hlm ISBN: 9797805735 Ini adalah salah satu novel GagasDuet yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Beautiful Mistake dan With You adalah GagasDuet adalah yang kedua. Saya memang agak ketinggalan, tapi tidak ingin melewatkan novel yang well, saya tahu dari teman-teman kalau GagasDuet Kak Chris dan Kak Orizuka ini bikin geger, dalam arti yang positif tentunya. Duet Gagas kali i With You [book review] Judul: With You Penulis: Christian Simamora & Orizuka (GagasDuet) Penerbit: GagasMedia Halaman: 298 hlm ISBN: 9797805735 Ini adalah salah satu novel GagasDuet yang saya baca. Sebelumnya saya sudah membaca Beautiful Mistake dan With You adalah GagasDuet adalah yang kedua. Saya memang agak ketinggalan, tapi tidak ingin melewatkan novel yang well, saya tahu dari teman-teman kalau GagasDuet Kak Chris dan Kak Orizuka ini bikin geger, dalam arti yang positif tentunya. Duet Gagas kali ini emang rada-rada kontroversial, *ciee...lebay deeh...* karena kiblat dan aliran Kak Chris dan partnernya Kak Orizuka yang melenceng jauuuuh. Tulisan-tulisan kak Chris terkenal dengan gaya centil, romansa yang meletup-letup dan membuat berdebar jantung yang membacanya, (catet, dari judul-judul buku yang udah Kak Chris tulisan aja udah jelas banget kayak gimana ngegemesinnya tulisan kak Chris itu kaan?) dan Kak Orizuka yang memiliki penulisan yang kalem, teen-centered, melow seperti naik kano di danau paling tenang di dunia namun selalu memberikan kesan mendalam hingga terakhir-terakhir aku nangis baca buku Kak Orizuka yang berjudul Fate, lalu I For You yang juga diterbitkan oleh GagasMedia. With You terdiri dari dua kisah yang masing-masing ditulis oleh Kak Chris dan Kak Orizuka. Cinderella Rockefella oleh Christian Simamora dan Sunrise oleh Orizuka. Dan berikut adalah review dari saya untuk masing-masing novela ini. Cinderella Rockefella by Christian Simamora Gaya centil, meletup-letup, dan selalu menyajikan suatu kisah dengan cara yang membawa nuansa santai dan mengalir selancar air terjun Niagara, Kak Chris emang rajanya bikin pembaca dag-dig-dug seperti yang dirasakan oleh karakter-karakter dalam novela ini. Memang sih saya baru kali ini membaca tulisan kak Chris, tapi dari beberapa teman yang saya jumpai, mereka selalu bilang kalau novel-novel kak Chris emang bener-bener maknyus. Cara bertutur yang terkesan ngeflow dan nggak dibuat-buat melankolis-malah terkesan cablak dan blak-blakan-membuat gaya penulisan seperti Kak Chris ini meninggalkan kesan ‘iiih, gemesss!’ di tengah perjalanan membaca hingga sampai di kata terakhir novelnya. Dan Oh well, seriously! Abis baca Cinderella Rockefella biasanya di otakku akan berputar lagu apa yang seolah disetel otomatis untuk menyesuaikan kesanku setelah membaca. Dan apa lagu yang saat itu berdendang dalam benakku? Melinda – Cinta Satu Malam, OOOMAIGAT! Cindy beneran jatuh cinta dalam waktu semalaman! GILEEE, Jere kayaknya udah ngejampi-jampiin Cindy lewat kesederhanaan dan apa adanya cowok itu. Dan oh, shit, I gotta say it! And they’re tryin’ to attract one each other! Aku kadang gak terlalu suka sama romansa yang hanya didasari oleh ketertarikan fisik, (say it, dari penceritaan antara Cindy dan Jere udah jelas kalau fisik jadi main appeal di sini, tapi lambat laun mulai berubah dari hati ke hati, halah kayak rubrik di majalah aja.. -__-“). Tapi novela ini pengecualian, begitu membaca, aku terhipnotis sama cara kak Chris bercerita. OMG, master Chris emang jago bikin pembacanya ketawa-ketiwi-merengut-ketawa-senyum-senyum-merengut lagi-lalu akhirnya bilang ‘haaah, ya ampuuun...gemes deh gue!’ Abis baca tulisannya Kak Chris bentuk dan cara mereviewku jadi rada-rada nggak biasa yah...kok aku jadi ikutan centil, sih? Whooaa... Sunrise by Orizuka Khas Kak Orizuka. Cerita manis, bergaya remaja yang ringan dan mengalir seperti air mancur yang tenang tapi ada kejutan-kejutan manis yang terselip di scene atau plotnya. Tidak seperti Kak Chris yang hampir selalu membuat pembacanya kipas-kipas karena saking panasnya plot antara Cindy and Jere. Dua gabungan novella yang istimewa, seratus delapan puluh derajat berbeda tapi dengan cantiknya membuat kesan yang sulit dilupakan. Ide cerita di Sunrise ini menurutku tidak terlalu baru (tentang pasangan yang baru putus lalu balikan), tapi selalu Kak Orizuka membungkus kisahnya dengan ide-ide cemerlang lainnya. Memberikan sentuhan romantic dan exotic pantai dan laut di Karimunjawa sukses membawaku merasakan seolah-olah cerita ini bergerak seperti FTV yang kadang aku tonton sepulang dari kampus. Hahaha. Pesona Karimunjawa memang menjadi titik daya tarik dan poin plus. Tapi kisah-kisah antara Juna dan Lyla itulah yang membuatku kadang tersenyum dengan haru dan menahan tawa karena masa remaja mereka. Ungkapan-ungkapan yang dipakai Kak Orizuka inilah yang selalu menarik, membuat gaya penulisannya tidak membosankan dan berciri khas. Dan patutlah saya memberikan bintang lima dari lima yang saya punya untuk duet ini. It’s totally different but damn so touching! After you stroke down from the roller-coaster effect as you finished reading Cinderella Rockefella, you are to dance slowly but gracefully like you’re dancing on the ocean’s wave when you’re in Sunrise pages. Believe me or not!

  23. 4 out of 5

    Fhily

    Cinderella Rockefella & Sunrise adalah dua kisah dari dua penulis berbeda dengan cara penulisan yang beda pula. Yang satu genit-genit gimana gitu dan yang satunya mendayu-dayu nan kalem. Dan tepat untuk mewakili dua tokoh utama Cindy dan Lyla. Kita mulai dengan... Dua orang saudara yang sedang bercakap-cakap. Cindy & Lyla adalah sepupu. Dan saling menceritakan kisah masing-masing. Kisah mereka tentang sebuah hari. Cinderella Rockefella Cinderella Tan atau biasa dipanggil Cindy adalah model yang suda Cinderella Rockefella & Sunrise adalah dua kisah dari dua penulis berbeda dengan cara penulisan yang beda pula. Yang satu genit-genit gimana gitu dan yang satunya mendayu-dayu nan kalem. Dan tepat untuk mewakili dua tokoh utama Cindy dan Lyla. Kita mulai dengan... Dua orang saudara yang sedang bercakap-cakap. Cindy & Lyla adalah sepupu. Dan saling menceritakan kisah masing-masing. Kisah mereka tentang sebuah hari. Cinderella Rockefella Cinderella Tan atau biasa dipanggil Cindy adalah model yang sudah mempunyai nama. Suatu ketika saat sedang ada acara pemotretan di majalah Mascara (jadi ingat Good Fight). Nah di situ dia bertemu dengan seseorang model juga yang oh-so-damn-hot. Gara-gara Kelly temannya yang membuat dia kesal karena mau-maunya sama suami orang dan gara-gara kancing kemeja yang dilepas cowok itu Cindy jadi punya pikiran-pikiran lust tentang cowok itu. Gak taunya ni cowok juga memang dari dulu tahu Cindy. Tapi... untuk dekat dengan Cindy dia rasa bagaikan memeluk bulan gitu. Singkat cerita hari itu juga si cowok nawarin dia buat dinner. Walaupun rada gimana gitu si Cindy akhirnya mau buat diajak dinner. Jere -si cowok- senang banget kan tuh akhirnya setelah sekian lama bisa dekat dengan Cindy. Well dari situ mereka mulai bercerita-cerita, awalnya Cindy rada malas-malas gitu. Tapi akhirnya pembicaraan mereka mulai cair dan mulai bercerita tentang kehidupannya masing-masing. Tentang pengalaman Jere waktu pertama kali terjun ke dunia modeling. Tentang mantan Cindy yang mengajak Cindy untuk ke jenjang yang serius tapi Cindy belum siap dan akhirnya mereka putus. Semua mengalir. Bahkan sampai Kelly datang dan 'agak' merusak suasanannya. Tapi akhirnya Kelly juga yang menyadarkan Cindy tentang perasaannya pada Jere yang secara ajaib hanya muncul dalam sehari? Dari situ dia tahu bahwa perkataan mantannya itu salah, dia bukannya belum/nggak akan pernah siap hanya belum menemukan orang yang tepat yang bisa membuat dia nyaman saat dia terbangun di sisinya... Dilanjutkan dengan Lyla yang tidak menyangka ada sebuah hari yang magis seperti itu... Sunrise We're better separated. Kata-kata itu yang selalu terngiang dibenaknya. Lyla susah sekali untuk move on dari mantannya yang dipacarinya selama 4 tahun, Juna. Lelaki itu mulai berubah saat mereka masuk kuliah. Lyla adalah cewek yang cuek dengan penampilannya. Jadi, dia pikir mungkin pasti Juna merasakan perbedaan itu. Makanya dia mulai berubah. Jadilah hubungan yang dibangun selama 4 tahun itu kandas begitu saja. Untuk melupakan Juna, Lyla berniat pergi ke Karimunjawa untuk refreshing. Tapi... siapa sangka yang dia anggap sebagai babak baru dalam hidupnya saat matahari terbit. Malah mempertemukan dia dengan Juna lagi? Oh! Lyla lupa kalau di sana merupakan tempat impiannya dengan Juna karena mereka sama-sama mencintai laut. Siapa sangka juga niatnya untuk melupakan Juna malah diisi oleh lelaki yang ingin dilupakannya itu. Membuat dia dan Juna kembali mengoreksi perasaan masing-masing. Dibawah matahari terbit kisah itu terukir... *** Udah lama mau buat review tapi waktu itu gak mood nulis review (?) nah pas tadi ubek-ubek ternyata ini belum dibuatin review ya udah buat deh. Cerita ini mewakili dua karakter yang sangat bertolak belakang ala Christian Simamora dan ala Orizuka. Karakter Christian sama Orizuka terasa banget di Cindy dan Lyla juga Jere dan Juna. Tapi... pas abis baca Cinderella Rockefella yang ngerock banget pas di bagian tengahnya adegan Lyla dan Cindy lagi lalu masuk ke Sunrise berasa tiba-tiba dibanting dengan musik mellow bangeeet. Saya rada butuh waktu sedikit untuk menyesuaikan musik Rock ke musik Mellow harus gosok-gosok kuping dulu (?) #apabangetpengandaiannya. Cuma jujur rada terganggu sih dengan istilah inggris digabung-gabung Indonesia -_- berasa too much dari pada Good Fight (correct if I'm wrong). Padahal saya baca GF fine-fine aja dialognya kayak gitu ._. Cuma di CR ini rada kebanyakan (?) tapi saya tetap menikmatinya sih. Kalau Sunrise khas Orizuka bangetlah mendayu-dayu. Tapi kenapa? Saya ilfeel sama si Bolang a.k.a Juna itu? Kenapaaaaa? Apa karena gigi gingsulnya atau karena botaknya? -_- Mungkin karena dari fisik karena awal-awal disuguhi Jere yang hot-nya tiada tara kemudian disuguhi gigi gingsul Juna jadi berasa dibanting tiba-tiba gitu -_-. Tapi saya tetap suka kok sama duet yang satu ini :) 3 and a half stars dibulatin 4 karena gak ada bintang setengah di sini ;)

  24. 5 out of 5

    Adelia Ayu

    Apa yang bisa terjadi dalam hitungan beberapa jam? Dua orang yang baru saja berjumpa di suatu waktu, mungkinkah punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat dan bahkan menyelami hati satu sama lain secara lebih mendalam? Atau, dua hati yang telah memutuskan tak lagi bersama, dapatkah kembali menyatu ketika secara tak terduga dipertemukan kembali? Itulah dua penggal kisah, dari dua tokoh yang saling berhubungan dalam novel bertajuk With You karya Christian Simamora dan Orizuka yang tergabung dalam Apa yang bisa terjadi dalam hitungan beberapa jam? Dua orang yang baru saja berjumpa di suatu waktu, mungkinkah punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat dan bahkan menyelami hati satu sama lain secara lebih mendalam? Atau, dua hati yang telah memutuskan tak lagi bersama, dapatkah kembali menyatu ketika secara tak terduga dipertemukan kembali? Itulah dua penggal kisah, dari dua tokoh yang saling berhubungan dalam novel bertajuk With You karya Christian Simamora dan Orizuka yang tergabung dalam proyek Gagas Duet oleh Penerbit Gagas Media. Bagiku, dua penulis ini begitu populer dan telah memiliki fan base yang cukup besar. Sembilan karya terdahulu Kak Orizuka, telah rampung aku baca sehingga paling tidak aku sudah bisa merasai bagaimana gaya berceritanya. Sementara itu, aku belum pernah membaca satu pun karya Bang Christian....*mendadak hening* Maka, penggalan kisah yang ditulis Bang Christian di novel ini adalah icip-icip pertama pada gaya menulisnya. Keduanya memiliki gaya bercerita yang begitu berbeda. Mungkin, memang dari sinilah ide Gagas Duet itu hadir, menyatukan dua penulis berbeda gaya dalam satu rangkaian cerita di mana kedua penulis tetap dibebaskan menggunakan gaya masing-masing. Mungkin. Tema GagasDuet kali ini tertulis jelas di sampul depan "With You: Sehari Bersamamu"; yaitu tentang kisah cinta yang terjadi dalam satu hari. Aku rasa kisah pertama yang ditulis oleh Bang Christian Simamora menggambarkan tema ini dengan sangat tepat sekali; yaitu seperti sang Cinderella yang menemukan Prince Charming-nya dalam satu malam. Sedangkan kisah kedua yang ditulis oleh Kak Orizuka adalah tentang sepasang mantan kekasih yang dipertemukan kembali di tempat impian mereka; dan betapa banyaknya hal yang berubah dalam satu hari saja. Seperti yang aku katakan, ceritanya memang benar-benar sederhana saja. Kalau menurut pendapatku secara pribadi, kekuatan dari kisahnya terletak pada gaya penulisannya yang sama sekali tidak membuat bosan.:) Hal kedua yang menurutku membuat kisahnya menjadi menarik adalah karakter-karakternya. Di Cinderella Rockefella dan Sunrise, setiap karakter mempunyai ciri khas mereka sendiri yang membuat ceritanya terasa lebih nyata dan akrab. Karakter Cindy Tan yang super blak-blakan adalah karakter yang sangat menarik; demikian pula dengan Jere yang mempunyai pembawaan yang menyenangkan. I still can't get enough of their chemistry! Begitu juga dengan Sunrise; kalau di Cinderella Rockefella gaya penulisan sekaligus karakternya lebih semarak, di tulisan Orizuka yang jauh berbeda, aura cerita dan karakternya terkesan calm dan melankolis. Karakter-karakternya pun jauuhh lebih kalem; apalagi Lyla (saudara sepupu Cindy) sifatnya sangat bertolak belakang dengan Cindy. Meskipun begitu, tidak dapat dipungkiri kalau ada sesuatu yang manis antara Lyla dan Juna yang sudah berpacaran sampai 4 tahun; hubungan yang penuh dengan kenangan-kenangan manis: very unyu couple. I literally fell in love with every character in this book, terutama Jere dan Juna tentu saja ;p:D Dan wahhh, setting lokasinya bikin mupeng nih. Aku sudah sangat ingin ke sana setelah baca novel ini, tapi kayaknya ngga bakal kesampaian dalam waktu dekat ini. Hikz. Pantai Karimunjawa:) Setelah membaca romantisme Cinderella Rockefella yang berombak, menikmati romantisme Sunrise karya Kak Orizuka itu ibarat menikmati perguliran mentari pagi. Perlahan. Hening. Syahdu. Mendayu. Melankolis. Serupa air danau yang beriak kecil. Tenang namun menghanyutkan. Ya seperti suasana Pantai Karimunjawa.... Overall, aku suka gagas duet ini. Well, nama kedua penulisnya sendiri sudah menjadi jaminan. Sesuai harapanku sejak mula. Meski terlihat begitu kontras, bicara fashion lalu nyemplung ke laut, justru mengingatkanku akan kekuatan masing-masing yang bisa memadu dalam dua jalinan yang saling bertautan namun tak sama. Aku juga happy, sedikit typo saja yang tersebar di sana-sini. http://adeliaayuuu.blogspot.com/2014/...

  25. 5 out of 5

    Just_denok

    Melahap novel ini hanya dalam dua jam...and I like it sooo muuuch..walaupun tiap part nya berdiri sendiri, I love both of them. Saya baca novel ini dari part nya mbk Ori terlebih dulu. And percaya atau nggak saya nangis lho. Saya dapet nyawa di cerita ‘Sunrise’. Di Sunrise, mbk Ori menyuguhkan cerita mengenai Lyla, yang baru saja putus dari Juna, kekasihnya sejak SMA. Menanggapi keputusan Juna itu, Lyla hanya berkata, “Okey, take care” Jangan ditanya perasaan Lyla gimana, walaupun di permukaan Melahap novel ini hanya dalam dua jam...and I like it sooo muuuch..walaupun tiap part nya berdiri sendiri, I love both of them. Saya baca novel ini dari part nya mbk Ori terlebih dulu. And percaya atau nggak saya nangis lho. Saya dapet nyawa di cerita ‘Sunrise’. Di Sunrise, mbk Ori menyuguhkan cerita mengenai Lyla, yang baru saja putus dari Juna, kekasihnya sejak SMA. Menanggapi keputusan Juna itu, Lyla hanya berkata, “Okey, take care” Jangan ditanya perasaan Lyla gimana, walaupun di permukaan dia ‘cool’, hampir sebulan lebih dia merawat kesedihannya dengan memikirkan Juna, dan hingga suatu saat dia memutuskan untuk jalan2 ke Karimunjawa, tempat yg dulu ingin ia datangi bersama Juna untuk menghilangkan kesedihannya. Tapi siapa sangka kalau ternyata takdir malah mempertemukannya kembali dengan Juna disana. Sempat menuduh Lyla mengikutinya, Juna akhirnya paham bahwa Lyla disana hanya untuk liburan. Juna sendiri sedang mengikuti kegiatan klub selamnya. Kegiatan yang membuatnya memutuskan hubungan dengan gadis itu. Eh, jangan salah, bukan dia lebih mencintai kegiatan selam, tapi karena kegiatan selam dia jadi tidak bisa memperhatikan Lyla, dan dia berharap ada cowok lain yang bisa membahagiakan Lyla. Oh, how sweet. Banyak kejadian terjadi disaat liburan ‘bersama’ itu. Satu hari yang mampu mebuat Lyla dan Juna berpikir ulang mengenai keputusan mereka untuk putus. Berpikir ulang bahwa Juna tidak pernah rela melihat Lyla tertawa karena cowok lain. Satu hari yang memberikan Lyla banyak penjelasan mengenai alasan Juna memutuskannya, juga alasan mengapa Juna sangat mencintai selam. Satu hari yang mamberikan penjelasan mengapa Lyla mengiyakan permintaan Juna untuk putus. Dan yang paling penting satu hari yang membuat Juna berani meminta Lyla untuk memperjuangkannya, “Just..fight for me, La. Like I’ll always do for you” Suka sekali dengan bagian Sunrise ini. Ceritanya kompleks, bisa bikin saya terharu, bikin perut saya keram karena deg2an dan bikin saya tertawa. Lima bintang untuk Sunrise. Hihi…betul apa yang ada di novel ini, jangan pernah kamu ngerasa kalau kamu adalah beban bagi pasangan kamu. Kamu adalah partnernya, jangan sungkan untuk bilang kangen, jangan sungkan untuk bilang nggak setuju dan jangan pernah anggep diri kamu itu beban untuk pasangan kamu. Eh, tapi sekeras apapun kamu ngerasa kalau kamu adalah beban, kalau ditanggepinya begini, “ Even if you’re a burden, you’re the only burden I don’t mind bearing” Pasti bakal meleleh juga :D. Bagian Bang CS menceritakan mengenai Cindy, sepupu Lyla. Di bagian ini saya ngerasa diajak ngobrol. Ngobrol tentang hidup. Heeeits, serius amat saya ngetiknya. Hihi…obrolan2 antara Kelly-Cindy, Cindy-Jere, Cindy-Jere-Kelly bisa bikin saya ketawa, dan juga serius. Obrolan yang ceplas-ceplos tapi berisi disuguhin di bagian ini. Jere dengan cerita di balik usahanya dari nol hingga bisa menjadi seorang model. Dia buka hanya pria ‘HOT’, tapi juga pria kecerdasan serta kesederhanaan yang mampu menarik perhatian Cindy. Cindy sendri bukan hanya model yang cantik, tapi juga bisa memanfaatkan peluang usaha dan kreatif dengan blog mode nya. Cindy dengan patah hatinya di masa lalu, membuat Jere ingin memeluknya. Kelly sendiri yang akhirnya mampu berkata “STOP” pada hal yang sangat dicintainya, tapi juga sering membuatnya menangis. Well, dan obrolan itu semua hanya dirangkum dalam satu malam. Canggih memang bang CS. Dia bisa merangkum semua hal yang kompleks itu dalam obrolan yang fun, menarik dan mengalir. Dan Jere itu yaa…kaya nya Bang Chris memang jago deh bikin pembaca cewek nya terpesona dengan tokoh rekaannya. Cara Jere memperlakukan Cindy itu lho..sopan sekali. Sukak!! Empat bintang untuk Cinderella Rockefella :D Secara kesuluruhan saya bulatkan lima bintang untuk novel ini..:*

  26. 4 out of 5

    Uthie

    Ada 2 cerita didalam buku ini. Pendek. Sesuai namanya, novella. Ekspektasi saya cukup rendah ketika membaca buku ini. Bukannya apa, karena banyak yang bilang seri Gagas Duet ini bukanlah duet sebenarnya. Dalam artian, dua penulis tidak berkolaborasi menulis satu cerita. Ada dua cerita yang ditulis oleh dua penulis. Mungkin akan lebih tepat kalau Gagas Duet ini dikatakan sebagai buku berseri yang ditulis oleh lebih dari satu penulis. Benang merahnya adalah cerita yang terjadi dalam satu hari yang Ada 2 cerita didalam buku ini. Pendek. Sesuai namanya, novella. Ekspektasi saya cukup rendah ketika membaca buku ini. Bukannya apa, karena banyak yang bilang seri Gagas Duet ini bukanlah duet sebenarnya. Dalam artian, dua penulis tidak berkolaborasi menulis satu cerita. Ada dua cerita yang ditulis oleh dua penulis. Mungkin akan lebih tepat kalau Gagas Duet ini dikatakan sebagai buku berseri yang ditulis oleh lebih dari satu penulis. Benang merahnya adalah cerita yang terjadi dalam satu hari yang bisa mengobah hidup tokohnya, dan tokoh-tokohnya merupakan saudara sepupu. Di prolog kita dikenalkan oleh dua orang gadis yang sedang duduk-duduk cantik di sebuah cafe, Cindy dan Lyla. Cerita pertama adalah cerita Cindy dan menjelang cerita kedua disisipkan cerita yang menyambung dari prolog, sebagai pengantar untuk cerita Lyla. Sebagai epilog buku, cerita akan kembali ke cerita penutup dari prolog. Kedengarannya ribet yah? Ini deh saya persingkat. Kalau mau dilihat ada tiga cerita dalam buku ini. Cerita utama yang terpisah tentang Cindy dan Lyla. Serta cerita penyambung antara cerita utama. Cinderella Rockefella, yang ditulis oleh Christian Simamora. Berkisah tentang Cinderella "Cindy" Tan, seorang supermodel yang sedang menjalani pemotretan untuk seorang desainer terkenal. Di acara pemotretan itu dia berpasangan dengan seorang model cowok yang baru naik daun. Cindy yang baru tiga bulan yang lalu diputuskan oleh pacarnya karena dianggap tak mampu untuk berkomitmen, masih merasa kejadian itu menyakiti perasaannya. Dan dia menolak setiap cowok yang mencoba mendekatinya. Jere, si model baru itu entah kenapa nekat mengajaknya makan-malam-tapi-bukan-kencan. Setelah sempat menolak dan adu argumen akhirnya Cindy setuju untuk pergi bersama Jere. Makan malam itu berakhir dengan saling berbagi cerita tentang hidup dan rasa patah hati yang masing-masing masih mereka rasakan. Sunrise, ditulis oleh Orizuka. Bercerita tentang Lyla (dibaca La-i-la bukan Li-la), sepupu Cindy. Berbeda dengan Cindy yang extrovert dan blak-blakan, Lyla adalah sosok introvert dan suka pada aktivitas luar ruangan, diputuskan sepihak oleh pacar yang telah dikenalnya sejak masa berbaju putih-biru, Juna. Meredakan sakit hati karena diputuskan tanpa alasan yang jelas Lyla menutuskan untuk refreshing demi melupakan Juna. Penuh tekad Lyla datang ke Karimunjawa. Tempat yang pernah dicita-citakan untuk dikunjungi oleh ia dan Juna. Tapi dimana lagi tempat memulai babak baru dalam hidup tanpa Juna selain ditempat yang pernah mereka impikan. Berani menghadapi kenyataan dengan datang ke tempat seperti itu berarti berani untuk melanjutkan hidup. Karimunjawa tak hanya menawarkan keindahan diatas dan dibawah laut, tapi juga kesempatan untuk mengulang kembali kisah yang lama. Karena dipagi pertama Lyla disana, ia bertatap muka dengan Juna, yang kebetulan sedang berada disana. With You punya dua sensasi berbeda saat membacanya. Hot, seksi dan rame ala Christian Simamora. Sweet, cute dan sedikit menye-menye ABG ala Orizuka. Sensasi itu juga tepat untuk karakter Cindy dan Lyla yang bertolak belakang. Juga tepat dengan setting yang saling berseberangan. Kehidupan supermodel yang wah di ibukota dan kehidupan mahasiswa galau di Karimunjawa. Judul, tagline serta covernya serasi banget dengan isinya. Gambar jam yang memberi gambaran waktu sehari yang dilalui para tokohnya terutama tepat menampilkan angka 12 yang bisa menunjukan pergantian hari. Dan tagline "Sehari Bersamamu" mejelaskan makna jam tersebut. Dominasi warna merahnya juga keren, gak bikin sakit mata.

  27. 5 out of 5

    Brigita

    Oke, ini pertama kalinya saya baca buku dari Gagasmedia. Melihat banyaknya buku-buku dengan cover menarik dan sinopsis puitis dari Gagas, pilihan untuk coba-coba saya jatuh ke buku ini. Pertama, karena ini novella, yang artinya ceritanya gak akan panjang-panjang banget. Kedua, ini duet, jadi ada dua pengarang yang bisa saya baca. Cinderella Rockefella, by Christian Simamora Saya harus kagum dengan kemampuan dia nyebut barang-barang fashion bermerk yang nama-namanya mirip special attack ala anime a Oke, ini pertama kalinya saya baca buku dari Gagasmedia. Melihat banyaknya buku-buku dengan cover menarik dan sinopsis puitis dari Gagas, pilihan untuk coba-coba saya jatuh ke buku ini. Pertama, karena ini novella, yang artinya ceritanya gak akan panjang-panjang banget. Kedua, ini duet, jadi ada dua pengarang yang bisa saya baca. Cinderella Rockefella, by Christian Simamora Saya harus kagum dengan kemampuan dia nyebut barang-barang fashion bermerk yang nama-namanya mirip special attack ala anime atau game buat saya. Pengetahuan dia akan fashion dan mode up-to-date banget, saya yang cewe aja kalah... Ceritanya tentang Cinderella Tan, supermodel yang agak angkuh tapi baik hati dan punya pengendalian diri yang super dan Jeremiah Fransiskus, rekan sesama model yang baru dia temui hari itu juga. Gimana mereka ketemu, berargumen dan saling jatuh cinta dalam 1 hari. Ndak tau ya, rasanya certanya dangkal standar dan klise. Model cantik dan tampan, ketemu dan saling jatuh cinta. Were made for each other. Konflik Kelly, teman Cindy, seakan cuma tambahan, ga dibahas lebih lanjut dan tanpa penutup yang jelas. Ending terasa terlalu cepat dan saya jadi bertanya-tanya, is it love or lust? Apa karena jumlah halaman yang terbatas? mengingat ini novella dan bukan novel. Di luar dari ceritanya yang gitu-gitu aja, gaya penulisannya bagus, mengalir dan enak dibaca. Percakapannya hidup, dan ga jarang saya senyum-senyum sendiri karena memang percakapannya lucu dan gue banget. By the way, menurut saya cerita yang satu ini sepertinya untuk pembaca yang lebih dewasa, walau gak ada adegan tapi agak menjurus... Sunrise, by Orizuka Saya cukup penasaran sama penulis yang satu ini, buku yang sudah dia terbitkan banyak. Nama Orizuka merupakan penentu yang membuat saya memilih untuk membeli novel ini. Agak kecewa. Mungkin karena teenlit sudah bukan buat saya lagi, sudah ketuaan, dan sejak masih remaja pun saya jarang baca teenlit. Novella yang satu ini berkisah tentang sepupu Cindy, Lyla namanya. Berusaha melupakan mantan pacarnya, Lyla pergi ke Karimunjawa, tempat yang pernah jadi tujuan mimpi dia dan mantannya. Siapa yang sangka di sana dia bertemu Arjuna, mantan kekasihnya selama 4 tahun belakangan. Yang membuat saya kecewa adalah konflik yang terkesan mengada-ada. Arjuna minta putus karena merasa tidak bisa membahagiakan Lyla, sementara Lyla merasa tidak pantas bagi Arjuna sehingga langsung saja menerima. Mereka udah pacaran selama 4 tahun kan ya? Saya juga merasa karakter Lyla bisa digali lebih dalam lagi. Dia yatim piatu, tinggal dengan saudara jauh dan karenanya jadi penyendiri. Menurut Arjuna dia 'gelap' tapi kok rasanya gak segelap itu ya? Lyla punya selera humor yang bagus dan dengan mudah bercanda ria akrab dengan Fadhlil yang baru dia kenal. Oh, Karakter Fadhlil juga terasa tambahan, tujuannya biar Arjuna bisa cemburu. Dia keren, tapi ga punya karakterisasi lain. Lagi, gaya penulisan Orizuka memang bagus. Ringan dan mengalir. Ceritanya juga sebenarnya gak sejelek itu, cuma not my taste aja dan teenlit banget. Mungkin pembaca yang masih ABG bisa suka dan lebih relate sama ceritanya. Overall, ini buku yang so so. Saya, sih, baca-baca aja. Cocok untuk bacaan ringan dan cepat, tapi rasanya bukan buku yang akan saya koleksi. Pinjam, mungkin. Ceritanya ringan dan manis, cocok untuk mereka yang suka kisah romance yang happy ending. Transisi antar cerita juga bagus dan ga gitu terasa perubahan gaya penulisan dari Christian ke Orizuka. Cover dan lay out bukunya top banget. Cantik. Saya kasih 2.5 bintang untuk buku ini.

  28. 4 out of 5

    Findy

    Satu keunikan dari sebuah novel yang ditulis oleh dua atau lebih penulis adalah, pembaca mendapat dua jenis tulisan, dalam arti, dua tulisan dengan gaya menulis yang berbeda. Setiap penulis memiliki gaya menulis masing-masing, yang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Jika dalam satu novel ada dua jenis gaya menulis, jelas membacanya menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Penerbit Gagas Media memiliki satu proyek yang bernama Gagas Duet. Setiap bulan, ada edisi baru dari proyek i Satu keunikan dari sebuah novel yang ditulis oleh dua atau lebih penulis adalah, pembaca mendapat dua jenis tulisan, dalam arti, dua tulisan dengan gaya menulis yang berbeda. Setiap penulis memiliki gaya menulis masing-masing, yang tentunya berbeda satu dengan yang lainnya. Jika dalam satu novel ada dua jenis gaya menulis, jelas membacanya menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Penerbit Gagas Media memiliki satu proyek yang bernama Gagas Duet. Setiap bulan, ada edisi baru dari proyek ini, menerbitkan novel karya dari dua penulis andalan Gagas Media. Kebanyakan novel dari proyek ini sangat menarik. Saya sudah membaca sebagian besarnya: Truth or Dare, Fly to The Sky, dan With You. Nah, kali ini, saya ingin mereview Gagas Duet yang berjudul With You, karya Christian Simamora dan Orizuka. Dari penulisnya saja sudah kelihatan bahwa novel ini akan memiliki gaya menulis yang sangat berbeda. Biasanya, penulis cowok dan cewek memiliki gaya menulis yang sangat terlihat perbedaannya. Terutama dua penulis ini, Christian dan Orizuka. Christian memiliki gaya menulis yang cenderung dewasa. Topik yang diangkat dan bahasa yang digunakannya lebih bersasaran pada pembaca young adult, sedangkan Orizuka lebih sering menggunakan topik dan bahasa yang ringan, sesuai dengan kalangan remaja atau umum. Inti dari With You adalah cerita tentang satu hari penuh bersama seseorang yang disayangi. Christian menceritakan kisah Cindy dan Jere, dua model terkenal, yang baru saja saling mengenal dan menghabiskan satu hari bersama untuk mengobrol, dan keduanya jadi saling jatuh cinta. Sedangkan Orizuka menceritakan Juna dan Lyla, sepasang kekasih yang akhirnya putus karna merasa kurang cocok, lalu dipertemukan kembali di saat keduanya sedang berusaha keras untuk melupakan satu sama lain. Dalam satu hari yang penuh kejadian tak disangka-sangka, mereka menyadari kalau mereka masih saling mencintai. Saya cenderung lebih menyukai karya Orizuka, karena ia adalah penulis favorit saya. Saya sudah membaca hampir semua karyanya, dan saya menyukai semuanya. Bahasanya yang komunikatif tetapi menyentuh hati itu sangat menggugah hati. Selain itu alur cerita yang ia racik juga sangat menarik. Tokoh yang ia hadirkan sangat hidup dan nyata, memiliki karakter dan latar belakang yang kompleks layaknya manusia asli. Sedangkan untuk karya Christian, masih agak asing untuk saya, karna ini karya pertamanya yang saya baca. Alur ceritanya lumayan menarik, tetapi tidak begitu spesial. Belum lagi gaya bahasanya yang vulgar dan terlalu dewasa, kurang cocok dengan saya. Namun, karakter yang ia ciptakan kuat dan sangat menarik. Pendeskripsiannya juga luar biasa. Dapat dilihat bahwa kedua kisah yang dirangkum dalam satu novel karya dua penulis hebat ini sangat berbeda. Namun perbedaan itulah yang membuat novel ini menarik. Dan kedua kisah yang disajikan di buku ini tidak bersambung, namun berhubungan, jadi tidak masalah mau mulai dari mana membacanya. Bila Anda lebih suka cerita romantis melankolis dengan gaya bahasa sederhana, Anda bisa langsung membaca kisah ‘Sunrise’ karya Orizuka. Tetapi jika Anda lebih suka bacaan dewasa, Anda bisa langsung membaca ‘Cinderelalla Rockefella’ karya Christian Simamora.

  29. 4 out of 5

    Erta Lin

    CINDERELLA ROCKEFELLA Cindy dan Jere, keduanya sama- sama model, bertemu saat mereka terlibat dalam pemotretan yang sama. Berawal dengan penolakan, Cindy akhirnya tak bisa memungkiri bahwa ia tertarik pada Jere. Padahal saat berkenalan, ia bahkan tidak memerhatikan siapa nama pria itu. Jere tidak menyerah. Ia bertanya sekali lagi kepada Cindy apakah wanita itu mau makan malam bersamanya dan Cindy tidak bisa menolak. Mereka terlibat obrolan yang – tidak sepenuhnya – menyenangkan tetapi keduanya me CINDERELLA ROCKEFELLA Cindy dan Jere, keduanya sama- sama model, bertemu saat mereka terlibat dalam pemotretan yang sama. Berawal dengan penolakan, Cindy akhirnya tak bisa memungkiri bahwa ia tertarik pada Jere. Padahal saat berkenalan, ia bahkan tidak memerhatikan siapa nama pria itu. Jere tidak menyerah. Ia bertanya sekali lagi kepada Cindy apakah wanita itu mau makan malam bersamanya dan Cindy tidak bisa menolak. Mereka terlibat obrolan yang – tidak sepenuhnya – menyenangkan tetapi keduanya menikmatinya. Jere dan Cindy saling berbagi kisah mereka. Keduanya saling menyukai, meski kadang ada obrolan yang membuat mereka canggung. Cindy awalnya ragu. Masa lalunya membuat ia menjadi trauma. Namun bersama Jere, semua terasa berbeda. Mereka bahkan belum saling mengenal lebih dari dua puluh empat jam dan rasa itu sangat nyata. Kebersamaan singkat mereka akhirnya lah yang menuntun masing- masing dari mereka menemukan jawaban tentang cinta. “Selama itu, aku terus memikirkan hal- hal yang ada hubungannya dengan pernikahan, kayak: layakkah dia jadi bapak bagi anak- anakku kelak? Atau, apakah aku betah bangun di sampingnya setiap hari, sepanjang akhir hayat kami? Sebesar apa aku mencintainya sampai mau menikah dengannya?” (hal. 109) Suka dengan Cinderella Rockefella. Sweet and sexy. Ini kali pertama saya baca karangan Christian Simamora. Saya jadi tahu mengapa novel- novel karangan penulis beken yang satu ini selalu ditunggu- tunggu. Deskripsi karakter Jere-nya oke. Sukses bikin jatuh cinta. Jadi ngebayangin dulu model yang cocok berperan sebagai Jere. He he.. SUNRISE Novella kedua beralih ke kisah sepupu Cindy, Lyla. Lyla putus dari Juna sebulan yang lalu. Kini ia berada di Karimunjawa, tempat di mana ia akan datang bersama dengan Juna, rencana manis mereka saat masih pacaran dulu. Di sini, ia bertekad akan melupakan Juna. Namun dunia terasa begitu sempit. Ia malah bertemu dengan Juna dan teman- temannya klub selam. Awalnya sempat canggung. Ditambah Juna yang ketus saat memulai percakapan. Lyla semakin yakin bahwa Juna sudah tidak lagi mencintai dirinya, bahwa ia memang tidak pantas untuk Juna. Yang Lyla tidak tahu, Juna mengakhiri hubungan mereka demi Lyla, karena tidak mau melihat Lyla tersakiti. Kenangan demi kenangan terulang kembali. Sambil menikmati pesona surga dunia itu, Lyla dan Juna kembali merasakan getar- getar dalam hati mereka. Juna juga cemburu saat melihat kedekatan Lyla bersama Fadhil, pemandu Lyla. Lalu Juna sadar ia telah bertindak bodoh sebulan yang lalu, melepaskan apa yang menjadi impiannya yang sebenarnya. Akankah kesempatan itu datang lagi? Ikuti kisah mereka di With You. “Matahari terbit itu awal dari hari baru.” Lyla kembali menatap ke arah matahari. “Matahari terbit memberi kita kesempatan untuk mulai semuanya dari awal.” (Hal. 239) Bertolak belakang dengan Cinderella Rockefella yang seksi dan bikin senyam- senyum sendiri saat membaca, Sunrise cenderung mellow. Manisnya lebih dapet di bagian Juna dan Lyla remaja (sepertinya Mbak Ori memang lebih cocok ya kalau nulis teenlit..hehe..) Typo masih ada beberapa. Secara keseluruhan, saya merasa GagasDuet yang satu ini oke. Seksi, manis, kemudian mellow. Porsinya juga pas untuk setiap novella. 3 dari 5 untuk satu hari yang magis.

  30. 4 out of 5

    Ahmad Turkhamun

    (3.5/5) Cinderella Rockefella - Christian Simamora. Waspada sekali saat pertama kali aku baca part yang ini. Sebelum membaca With You, aku membaca beberapa komentar tentang buku ini. Dan waktu tau kalau part-nya Kak Chris ini cuma menceritakan obrolan antara dua tokoh dalam waktu sehari, aku waspada kalau nggak dapat feel greget dari konfliknya. Dan itu bener. Aku nggak merasakan sesuatu yang membuat emosiku naik. Obrolan malam, dan... selesai. Udah, sampai disitu aja. Walaupun begitu, ceritanya sa (3.5/5) Cinderella Rockefella - Christian Simamora. Waspada sekali saat pertama kali aku baca part yang ini. Sebelum membaca With You, aku membaca beberapa komentar tentang buku ini. Dan waktu tau kalau part-nya Kak Chris ini cuma menceritakan obrolan antara dua tokoh dalam waktu sehari, aku waspada kalau nggak dapat feel greget dari konfliknya. Dan itu bener. Aku nggak merasakan sesuatu yang membuat emosiku naik. Obrolan malam, dan... selesai. Udah, sampai disitu aja. Walaupun begitu, ceritanya sangatlah menarik. Dari dua tokoh itu, Jere dan Cindy, kita di ajak ber-flashback dengan kisah-kisah mereka. Endingnya juga udah bisa ketebak, tapi aku suka. Waktu Jere memainkan gitar itu, manis. Aku suka cara Kak Chris menceritakan suasana restoran Guitar. Bagus. Juga waktu Kelly datang dan keduanya berpikir tentang 'friendzone' itu. Setelah membaca Good Fight beberapa waktu lalu, aku cukup paham dengan gaya penulis bercerita. Dan aku suka cara Kak Chris ini membuat kalimat-kalimat yang kocak sehingga pembaca di buat enjoy menikmati cerita itu. Jujur saja, aku nggak begitu suka sama tokohnya. Karena, apa ya, terlalu dewasa. *kipas-kipas* :D Ada adegan yang kusuka di sini, waktu keduanya mengakhiri sesi obrolan-makan-malam mereka, tepatnya setelah Jere minta nomor teleponnya Cindy. :p Yeah, overall, 3 bintang untuk Stay Up. :) Sunrise - Orizuka. Kak Chris dan Kak Ori ini mempunyai gaya penulisan yang benar-benar berbeda. Koreksi, sangat berbeda tepatnya. Kalau penulisan Kak Chris cenderung kocak, di Sunrise kalian akan mendapati penggunaan gaya bahasa yang melankolis dan 'adem' dari Kak Ori. (Eh, ada kocaknya juga sih) :)) Aku langsung jatuh cinta waktu membaca bab pertamanya. Dimana Lyla harus mendapati laki-laki dari masa lalunya di tempat dimana ia ingin melupakan laki-laki itu. Konflik di sini simpel, salah satunya Juna yang cemburu saat Lyla berdekatan dengan laki-laki lain. Menurutku disini, bagian cemburunya Juna ini kurang di perdalam. Hanya di ceritakan di beberapa scene aja. Selebihnya oke. Untuk alurnya, aku lebih menyukai bagiannya Kak Chris. Entah kenapa menurutku di sini alurnya terlalu cepat. Walau begitu, chemistry pertemuan kembali Lyla dan Juna di kemas dengan baik. Ah, ya, aku sangat menyukai 2 tokoh ini. Saat keduanya memutuskan demi kebaikan satu sama lain. Aku sangat menyukai itu. :) Untuk kedua kalinya, Kak Ori mengemas dengan apik cara dia menjelaskan setting tempatnya, setelah setting di Korea yang kubaca di Infinitely Yours. Nah, di sini, kembali penulis menceritakan 'suasana' Karimunjawa. Terlebih pantainya. Adegan favoritku itu waktu di ending, akhiran yang sangat baik. 4 bintang untuk Lucky. :) Ah, ya. Diawal-awal, aku sedikit bingung hubungan Cindy dan Lyla ini apa. Untunglah akhirnya di jelaskan. Ternyata keduanya saling berkaitan. Selebihnya, aku tetap menunggu karya lainnya dari dua penulis ini. :)

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...
We use cookies to give you the best online experience. By using our website you agree to our use of cookies in accordance with our cookie policy.